Bicara Tentang Patah Hati Pada Anak Laki-Laki

Untuk anak sulungku yang akan memasuki masa remaja….. ini sedikit cerita tentang patah hati yang mungkin sebentar lagi akan kamu alami.

Hai kamu si Sulung mama, dalam hitungan hari kamu akan berusia 12 tahun ya. Mama ingaaaaaat banget pertama kali mama tahu dari wali kelasmu bahwa kamu naksir perempuan (saat itu kamu masih di kelas 4 SD), mama rasanya mau pingsan. Panik lalu buru-buru telepon mbak Vera, Psikolog anak kesayangan mama. Yes, mbak Vera berhasil menenangkan mama dan mengatakan itu adalah proses yang normal.

Dua tahun berlalu, ternyata apa yang mbak Vera bilang benar (ya itulah kenapa dia menjadi psikolog anak ya, ahahaha), urusan taksir menaksir tetap ada, namun dengan perempuan-perempuan yang berbeda-beda. Cinta monyet. Suka. Nggak suka. Selesai. Ganti gebetan.

Baca juga:

Saat si Anak SD Mulai Menyukai Lawan Jenis

Namun, berkaca dari pengalaman mama (uhuuuuk), mungkin sebentar lagi kamu akan kembali menyukai, menyayangi atau bahkan jatuh cinta dengan perempuan lain. Dan mungkin, kali ini kamu akan benar-benar jatuh cinta.

Rasa itu bisa saja disambut baik atau sebaliknya bertepuk sebelah tangan (lalu nyanyi lagunya Dewa 19). Bisa juga, kelak di SMA kamu akhirnya punya pacar (tidaaaaaaaaaak), lalu kalian putus. Putus karena bosan, pisah baik-baik, diselingkuhin, atau 1001 alasan lainnya. Atau kamu menyatakan perasaan kamu lalu ditolak. Intinya, kamu akan merasakan apa namanya patah hati.

Maka saat masa itu datang, berikut beberapa pesan mama:

1. Ketika kamu menyatakan perasaan kamu lalu ditolak, dengan alasan apa pun, hargai penolakannya. No means no. Jangan pernah lantas kamu memaksa, meneror atau bahkan menyakiti dia. Mama tidak mengajarkan anak laki-laki mama untuk tidak mampu menerima penolakan.

2. Kalau kamu ngotot ingin mencoba atau ‘mengejar’ lakukan dengan baik-baik dan penuh harga diri. Perempuan suka dikejar (biasanya ini cara mereka untuk mengetes seberapa besar cinta laki-laki untuknya …. Well mama juga nggak paham kenapa harus begitu, tapi berhubung mama dulu juga seperti itu, jadi terima saja nak, kalau memang perempuan kadang rumit!) tapi berikan batasan waktu berapa lama kamu akan mengejar. Mengejar wajar-wajar saja, tapi itu menjadi tidak wajar dan tidak menyenangkan ketika harga diri kamu akhirnya dipertaruhkan dan dijadikan permainan. Masih banyak perempuan lain di luar sana yang akan menghargai kamu.

Bicara Tentang Patah Hati Pada Anak Laki-Laki - Mommies Daily

3. Patah hati karena orang yang kamu sayang mengakhiri hubungan kalian? Jangan pendam perasaan kamu dan jangan pura-pura kuat. Laki-laki memang harus kuat, tapi urusan perasaan
beda lagi. Ungkapkan saja kesedihan kamu, kekecewaan kamu, kemarahan kamu, asaaaaaaaal tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain. Accept the pain.

4. Saat patah hati, akan ada masa kamu merasa dunia seolah-olah akan berakhir, bahkan ingin mati saja (rolling eyes), ingat bahwa ada orang-orang yang menyayangi kamu, ada mama, ayah, adik, tante, eyang, bude, pakde dan sahabat-sahabatmu. Perasaan itu pada akhirnya akan berakhir. Dan setelah kamu berhasil melewatinya, kamu akan merasa malu sendiri ketika mengingatnya kembali. Ingat, bahwa hidup terlalu indah untuk ditinggalkan hanya karena satu orang.

5. Introspeksi diri juga penting ……… bisa saja perempuan itu memang mempermainkanmu, tapi bisa juga karena kesalahan ada di kamu, nak. Nah, coba introspeksi, apa yang membuatnya pada akhirnya meninggalkanmu. Sudah cukup baikkah kamu?

6. Susah bicara sama mama atau ayah? Nggak masalah. Kamu boleh curhat ke sahabat kamu, tante, om atau binatang peliharaan. Yang penting cari ‘wadah’ untuk kamu mengeluarkan semua emosi kamu.

7. Ingin sendiri dan butuh space? It’s okay karena kamu juga butuh waktu untuk sendiri. Waktu yang memberikan kamu momen untuk berpikir, atau bersedih sepuasnya. Karena biasanya setelahnya kamu akan mulai merasa lega.

8. Buat catatan hal-hal tidak menyenangkan dari pasangan kamu, agar kamu sadar bahwa dia nggak sesempurna itu kok untuk kamu, hahahaha.

9. Setelah segala kedukaan dan kesedihan, waktunya kamu living happily after break up :D. Tampil sekece mungkin, belajar serajin mungkin agar dia melihat kalau patah hati malah membuat kamu semakin ganteng dan pintar :p.

You will learn to step out of the memories, leave them behind, and start a new life, okay kiddo.


Post Comment