Microsoft dan Kebijakan Mereka Tentang Paid Parental Leave

Microsoft menyerukan paid family leave. Bukan hanya untuk kalangan internal saja, tapi kepada para vendor untuk Microsoft. Seperti apa persisnya, dan manfaatnya untuk karyawan?

Kalau memberlakukan cuti untuk sistem kerja di kantor sendiri sih, sudah wajar ya. Nah ini, untuk setiap perusahaan yang punya kerja sama khusus dengan Microsoft. Berita ini disampaikan lewat blog resmi Microsoft, yang ditulis oleh Dev Stahlkopft, Corporate Vice President and General Counsel.

Microsoft dan Kebijakan Mereka Tentang Paid Parental Leave - Mommies DailyImage: workingmom.com

Berdasarkan jenis cuti, sebetulnya di Indonesia sudah lumrah terjadi, kita menyebutnya cuti bersalin. Tapi mengingat hal serupa di Amerika belum diterapkan oleh semua perusahaan. Microsoft termasuk perusahaan raksasa yang berani mengambil keputusan tersebut.

Baca juga: 7 Negara dengan Cuti Melahirkan Terbaik

Beberapa poin penting kebijakan baru yang tercantum pada blog tersebut, di antaranya:

1.Para vendor Microsoft harus memberikan, setidaknya 12 minggu paid parental leave. Dan tetap digaji maksimal $ 1.000 atau kurang lebih 15 juta.

2. Cuti ini juga diberlakukan pada vendor perusahaan Microsoft yang setidaknya mempunyai 50 karyawan. Termasuk pekerja cafeteria, bagian kebersihan, IT dan staff engineering consultants.

3.Diakui oleh Dev Stahlkopft, bahwa kesehatan dan kesejahteraan karyawan telah membantu keberhasilan Microsoft. Inilah alasan utama dirinya memberikan manfaat terdepan untuk karyawan Micorsoft. Termasuk program kesehatan dan kesejahteraan yang komprehensif untuk keluarga. Mulai dari cuti berlibur, cuti sakit, dan cuti untuk orangtua baru.

4.Paid parental leave diyakini dapat memperkaya kehidupan keluarga. Kaya di sini, bukan hanya dari segi materi, tapi dampak besar memang bersentuhan dengan produktivitas kerja. Misalnya Microsoft menyadari cuti ini untuk meningkatkan kualitas waktu antar orangtua dan anak, aaah so sweet :’). Selain itu, dengan diberlakukannya cuti ini, diharapkan dapat mendatangkan semangat kerja yang lebih tinggi dan menekan perputaran karyawan yang resign.

Aaaah seandainya seluruh perusahaan di dunia punya pemikiran seperti Microsoft :’)

Baca juga: 8 Perusahaan dengan Aturan yang Ramah untuk Ibu Bekerja


Post Comment