Sebagai Atasan, Jangan Katakan 5 Hal Ini Kepada Bawahan - Mommies Daily

Sebagai Atasan, Jangan Katakan 5 Hal Ini Kepada Bawahan

Sebagai atasan, banyak dos and don’ts yang perlu kita pahami agar tidak membuat anggota tim kerja kita menjadi demotivasi. Salah satunya hindari mengatakan 5 hal ini kepada bawahan.

Semakin besar tanggung jawab yang kita miliki, semakin tidak mudah pekerjaan yang harus kita jalani. Apalagi ketika kita memimpin sebuah tim (sekecil apa pun jumlah tim kita!). Kita butuh menjadi contoh, sekaligus menuntun, mengajarkan hingga menegur jika tim kita melakukan kesalahan agar goal divisi kita tercapai. Dan, salah satu tanggung jawab kita adalah, menjadi contoh yang baik untuk anggota tim. Bad behavior yang dimiliki oleh atasan, tidak hanya menciptakan suasana negatif terhadap divisi, namun bisa berdampak kepada pertumbuhan perusahaan secara umum. Nah lho!

Tapi kan ya, atasan itu juga manusia biasa, heheheh, ada hari ketika mereka juga mungkin mengalami apa yang namanya Bad Day! Tapi ya itu, sekali lagi, sebagai atasan, ada batasan-batasan yang wajib diingat, jangan berlebihan. Seburuk apa pun hari kita, sefrustasi apa pun emosi kita, ada hal-hal yang jangan sampai kita katakan di hadapan bawahan. Intinya, kita harus peka!

Sebagai Atasan, Jangan Katakan 5 Hal Ini Kepada Bawahan - Mommies Daily

So here are five things you should never say to your employees:

1. I hate my job

Kebayang nggak, kalau tim kita medengar kalimat ini keluar dari mulut kita. Yang ada di pikiran mereka adalah, oh atasan saya sudah nggak happy di sini, dia mau behenti kerja, pasti perusahaan ada masalah besar. Selanjutnya, bagaimana tim bisa mempertahankan performa kerja yang baik jika atasannya saja sudah ‘nyerah’ dengan pekerjaan yang dia miliki. Kalau kita membenci pekerjaan kita, dan ini terdengar oleh anggota tima, bagaimana mungkin mereka akan look up ke kita? Jadi, mari sensor apa pun yang keluar dari mulut kita.

2. Ingat ya, saya bisa dengan gampang mencari pengganti kamu

Mengatakan kalimat seperti ini ke bawahan yang mungkin kinerjanya sedang memburuk menunjukkan betapa kecil penghargaan yang kita miliki untuk bawahan kita. Akan sulit lho memotivasi bawahan kalau mereka berulang kali mendengar bahwa posisi mereka akan mudah diganti oleh orang lain! Jangan salahkan kalau kemudian mereka malah sibuk mencari pekerjaan baru daripada meningkatkan kinerja mereka sebagai anggota tim kita! Lebih baik, saat menegur, sampaikan dulu hal-hal positif tentang si karyawan baru sebutkan kekurangannya dan bagaimana dia bisa memperbaiki diri.

3. Ya itu masalah kamulah, cari tahu aja jalan keluarnya, It’s not my job!

Saya selalu mengajarkan tim saya, ketika ada sebuah masalah, mereka mentok, datang ke saya dengan memberikan pilihan. Misalnya, ketika ada artikel A tidak bisa dikerjakan mungkin karena narasumber berhalangan, maka berikan saya alternatif-alternatif artikel pengganti, sehingga saya tetap bisa memutuskan mana yang lebih baik ditulis untuk ditayangkan. Jika sebagai atasan, kita tidak bisa membantu anggota tim, lalu buat apa kita berada di posisi itu? You may not have the solution to every problem, but make sure that you offer support, guidance and advice to employees.

4. Si A/B aja bisa lho mengerjakan tugasnya dengan baik, kenapa kamu nggak bisa?

Jangan suka membandingkan tim kita dengan tim lain, ah! Pahami bahwa setiap orang memilki kualitas kerja yang berbeda, dan mereka di-hired untuk alasan dan job description yang berbeda. Membandingkan satu sama lain hanya akan menciptakan kompetisi tidak sehat di antara satu sama lain! Dan ingat, sedekat apa pun kita dengan salah satu bawahan kita, not fair untuk menceritakan keluhan kita mengenai bawahan yang lain. Hal ini hanya akan menciptakan suasana kerja yang negatif, menurunkan produktivitas dan menyebarkan ‘racun’ di tempat kerja.

5. Udahlah, ini cuma klien kecil kok, account mereka nggak besar di tempat kita, biarin aja!

Jangan pernah membuat tim kita membedakan antara klien dengan akun bernilai besar dengan klien dengan akun bernilai kecil. Selain tidak profesional, ini juga akan menimbulkan konflik di antara ‘pemilik’ akun. Sekecil apa pun klien tersebut menyumbangkan nominal ke perusahaan, ingat bahwa bagian kecil itu juga menyumbangkan nominal ke gaji bulanan kita! Jeleknya lagi, tim akan menganggap bahwa mereka bisa seenaknya memperlakukan si klien kecil tersebut!

All said, it is part of your job to communicate well to your employees. Atasan yang baik pasti akan memberikan contoh yang baik pula, menginspirasi bawahan untuk bekerja dengan maksimal, menghargai hasil kerja bawahan. Listen to your employees before you blurt out to them. Be empathetic to their needs. Remember, only motivated and loyal employees can take your company to success.

Sumber: YourStory.com


Post Comment