Do’s and Don’ts Mencairkan ASI Beku

Cara mencairkan ASI beku tentu ada ketentuannya. Apalagi urusan ASI perah (ASIP) sangat krusial bagi ibu bekerja yang menyusui. Disimpan sudah tepat namun jika proses pencairan salah juga bisa membuat ASI berbau amis atau bahkan rusak.

Cara mencairkan ASI beku

Bagaimana cara mencairkan ASI beku yang tepat?

ASI tidak boleh terkena suhu yang terlalu drastis. Jika ASI sebelumnya berada di freezer, maka di malam hari, turunkan lah ASI ke kulkas bawah dulu sebelum dikeluarkan dari kulkas keesokan harinya.

Jangan lupa untuk mencairkan ASI yang paling lama tanggal perahnya ya moms! Jadi jangan sampai lupa untuk selalu memberi label tanggal saat memerah ASI agar tidak lewat masa kadaluarsanya.

Setelah ASI mulai cair di kulkas bawah, mommies bisa menggoyang wadahnya perlahan agar ASI kembali tercampur. Sebabnya ASI beku biasanya terpisah antara lapisan lemak dan cairannya.

Cara mencairkan ASI ini hanya bisa dilakukan jika mommies dalam kondisi santai. Tapi bagaimana jika harus terburu-buru mencairkan ASI dan tak sempat menurunkannya ke kulkas bawah?

Mommies bisa merendam ASI beku ke dalam mangkok berisi air hangat (jangan air panas ya!). Lama kelamaan, air hangat di mangkok itu akan mendingin, ganti dengan air hangat baru dan lanjutkan rendam sampai ASI benar-benar cair.

Bisa juga dengan cara menyimpannya di bawah air keran yang mengalir. Namun cara ini kurang ramah lingkungan karena air yang terbuang akan sangat banyak sekali.

Apa yang tidak boleh dilakukan saat ingin menghangatkan ASI?

– Jangan rebus ASI beku karena ASI akan rusak.
– Jangan pula masukan ASI ke dalam microwave.
– Jangan mengocok kencang botol ASIP
– Jangan bekukan lagi ASI yang sudah mencair. ASI yang sudah cair hanya bisa awet selama 24 jaln di kulkas dan 1-2 jam di suhu ruangan. Jika tak habis, tandanya ya harus dibuang.


Post Comment