Single Mom Survival Guide: Mira Sahid, Healing Lewat Yoga dan Menulis

Nama Mira Sahid dikenal sebagai founder Kumpulan Emak Blogger. Menjalani status single mom sejak Juni 2015, Mira mengaku menjalani proses healing salah satunya lewat yoga dan menulis.

Tak heran ya, sebagai founder komunitas blogger, Mira tentu masih rajin menulis seputar keseharian dan parenting di blog pribadinya mirasahid.com. Ia juga instruktur yoga bersertifikasi dan sering berbagi pose yoga favoritnya di Instagram @mirasahid.

mira sahid

Bagaimana ia menjalani hari-hari sebagai single mom? Apa kekhawatiran terbesarnya?

Berapa lama menikah sampai akhirnya bercerai?

13 tahun pernikahan. Alasan detailnya tidak bisa saya jelaskan, dan memang sudah tidak bisa dipertahankan, setelah berbagai mediasi dilakukan.

Apa kekhawatiran terbesar saat akan bercerai?

Perkembangan anak-anak. Khawatir kalau saya juga telah merenggut hak anak-anak saya. Saya tidak ingin mereka punya pandangan buruk tentang ayahnya. Saya sendiri pun selalu meminta ayahnya untuk bisa intens sama anak-anak di sela waktu kerjanya.

Begitu pun sebaliknya, saya selalu mengingatkan anak-anak untuk berkomunikasi dengan ayahnya. Setidaknya, itu yang bisa saya lakukan saat ini. Urusan lain-lainnya, saya sepenuhnya pasrahkan pada Allah saja. Saya memilih berdamai dengan diri saya sendiri.

Berapa lama mengalami fase terpuruk dan apa yang bisa membuat kembali bangkit?

1,5 tahun

Apa masa tersulit yang pernah dihadapi sebagai single mom?

Ketika harus memenuhi ruang tumbuh kembang anak-anak secara baik dan benar. Saat awal mula bercerai, saya akui memang saat itu adalah saat-saat terberat untuk diri saya. Saya kerap kali menyalahkan dan mencari objek untuk disalahkan. Bahkan dengan tidak sadar, saya pun kerap kali melibatkan anak-anak dalam proses kekecewaan saya.

Beberapa kali, meski tidak frontal, saya selalu memberikan ekspresi kurang baik saat harus membahas ayahnya anak-anak. Ya karena sakit hati. Untungnya saya cepat tersadar, bahwa saya tidak boleh membuat anak-anak malah membenci ayahnya. Iya, saya tidak boleh merenggut hak anak-anak saya untuk mengenal sosok ayahnya dengan baik.

Siapa yang berperan paling besar sebagai tempat curhat?

Mama.

Pernahkah datang ke psikolog untuk berbagi seputar peceraian? Atau adakah self healing spesifik yang dijalankan?

Kalau datang secara khusus ke psikolog sih, enggak. Tapi memang… support dari orang-orang terdekat, keluarga, sahabat, dan sebuah wadah (komunitas Single Moms Indonesia) yang memang memiliki kesamaan, ini menjadi proses healing yang sangat membantu saya. Selain itu, saya juga melakukan healing dengan beryoga, serta menulis.

mira sahid

Bagaimana memanage hubungan dengan mantan suami?

Saya lakukan sebaik-baiknya, mulai dari tetap menjaga hubungan baik, dan menjaga komunikasi dengan baik, meskipun tidak terlalu intens.

Karena saya berpikir, bagaimanapun ia, anak-anak tetap berhak mengenal ayahnya dengan baik. Jadi, saya selalu meminimalisasi, bahkan hampir tidak pernah bercerita keburukan tentang ayahnya kepada anak-anak. Bagaimana pun buruknya, anak tetap punya hak untuk mengenal ayahnya, dan biarkan ia sendiri yang menyimpulkan

Juga tidak berhitung dengan sang mantan. Soal uang, soal pengasuhan, dan lainnya. Karena jika itu tak sesuai dengan ekspektasi kita, kemudian kita menuntut terus, kitanya sendiri yang akan kehabisan energi. Ingat saja, Ada DIA yang sudah pasti menjamin rejeki kita dan anak-anak

Ada tips survival guide untuk single mom lain?

Nah, bicara tips tentunya ini akan berbeda dalam setiap orang, ya. Karena pasti kasus yang dihadapi juga berbeda-beda. Tapi sepengalaman saya, dan beberapa diskusi dengan teman-teman yang berhasil survive, adalah dengan berdamai pada diri sendiri, untuk setiap kondisi yang ada.

Memperbanyak perjalanan ke dalam diri sendiri, memudahkan kita untuk melangkah, bahkan, lebih kuat dari sebelumnya. Selain itu, usahakan tidak murung sendirian, apalagi berlama-lama meratapi keadaan. Buka diri kembali, buka networking kembali, dan carilah kegiatan-kegiatan yang bisa membuat hati senang/ bahagia.

Kalau sekarang, apa yang membuat yakin kalau hidup pasca bercerai pun akan baik-baik saja?

Pasrah dan berserah, memperbanyak proses spiritual saja, sambil berikhtiar dalam berbagai kegiatan.

Satu hal yang saya sadari betul adalah, bahwa ketika Tuhan memberikan masalah kepada kita, adalah untuk mengingatkan kita. Entah itu bentuknya, Ujian, teguran, atau murka. Tetap berprasangka baik saja padaNya. Karena di balik masalah yang kita dapatkan, ada jutaan alasan dan sebab.

Percaya saja, semua akan berlalu. Tetap berbaik sangka pada yang di Atas, mari kita sama-sama memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Tetap semangat ya mbak Mira!


Post Comment