Bimble Online - Mommies Daily

Bimbel Online, Efektif Bantu Kerepotan Ibu kah?

Zaman serba canggih, belajar pun bisa lewat dunia digital. Salah satunya medianya adalah bimbel online yang sedang marak bermunculan. Apakah kehadiran mereka benar-benar membantu kerepotan para ibu?

Dulu waktu masih SMA saya tahunya hanya tempat bimbingan belajar konvensional. Artinya siswa datang ke tempat les, ada jadwal tertentu, ketemu guru dan seterusnya. Sekian tahun berlalu, format bimbel berubah. Meski masih ada kelas-kelas offline yang didatangi para murid, media digital memungkinkan anak-anak belajar dari manapun dan kapanpun.

Bimble Online - Mommies DailyImage: by J. Kelly Brito on Unsplash

MD sempat melemparkan pertanyaan ke mommies di social media, sebenarnya bimbel online membantu mereka nggak, ya?

djahajoe: “Duhh..kalo saya kok belum sreg ya. Nanti yang ada saya meleng dikit malah diganti nonton youtube. Cuma enaknya kita nggak usah nganter-nganter ya. Irit waktu, tenaga dan pastinya uang bensin,parkir dan jajan.”

Pos yang dirit banyak juga, ya. Nah, tinggal dibuat strateginya mommies, anak disiplin nggak boleh screen time youtube dan teman-temannya pas lagi belajar.

lisaamaliawati: “Pernah cobain yang free. Bagus sih menurut aku. Kebetulan anak emang visual, jadi cukup membantu dia untuk mengerti subject tertentu. Gaya bahasa di video juga lebih gampang dicerna. Tapi emang nggak bisa dibiarkan lama-lama, secara takut bosan dan malah jadi browsing.”

Anak itu kan memang makhluk visual, ya, mommies. Jadi pendapat dari mommies Lisa, masuk akal banget nih. Kalau materi yang disajikan sudah menarik, anak akan senang menyimaknya. Tapiii, mommies Lisa mengingatkan, nggak baik juga kelamaan, ada kemungkinan anak akan browsing di luar materi belajar.

Lalu bimbel online apa saja sih, yang bisa mommies coba buat si kecil?

1.Zenius

Sudah ada sejak 2007, Zenius Education berusaha memberikan pengalaman belajar berbasis pemahaman konsep dan penalaran ilmiah. Artinya, cara cepat mengerjakan soal yang sering diberikan di tempat lain justru disayangkan oleh Zenius, tanpa menyertakan pemahaman konsep akan setiap soal yang diberikan. Ujung-ujungnya, anak hanya menghafal soal dan rumus. Tanpa mengerti konteksnya.

Di website mereka, ada 74.000 ribu video dan bank soal, yang bisa diakses anak. Ke depannya, Zenius ingin menjadi bagian perbaikan sistem pendidikan di Indonesia. Karena Zenius menemukan data, dari PISA (Programme for International Student Assesment) yang diinisiasi oleh Organisation for Econimic Cooperation & Development (OECD). Tahun 2012, 76% siswa Indonesia usia 15 tahun (setara SMP kelas II / III) tidak bisa mencapai level 2 dalam menjawab soal yang diberikan. Artinya, baru dau pertanyaan yang diberikan, mayoritas anak Indonesia sudah gagal.

Dalam press con Zenius beberapa waktu lalu, Wisnu Subekti, CEO Zenius Education memaparkan, “Bukan sekadar kurikulum yang harus diganti. Akan tetapi, dari segi cara mengajar dan pengajar juga harus berubah. Anak-anak ketika berhadapan dengan soal, selalu berpikir rumus apa yang harus mereka gunakan. Kami sebagai perusahaan teknologi harus berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.”

2.Ruang Guru

Ruang Guru akan mempertemukan guru dan siswa dalam satu wadah yang interaktif. Gurunya tidak hanya berasal dari profesi guru professional, melainkan siapa saja, asalkan menguasai materi pelajaran yang ingin disampaikan.

Lewat Ruang Guru mommies dan anak bisa memilih guru yang sesuai dengan lokasi dan kompetensi yang dimiliki guru. Nantinya, guru yang mommies pilih bisa tatap muka di rumah untuk les privat.

3.Quipper

Quipper menyediakan materi belajar untuk siswa SMP dan SMA dalam bentuk video, yang dipandu oleh tutor. Hasil pemantauan saya langsung ke website mereka, ada video untuk bahan belajar Matematika dasar, Fisika, Ekonomi, Bahasa Inggris, Biologi bahkan Bahasa Indonesia. Gaya Bahasa para tutor disesuaikan dengan gaya Bahasa anak zaman sekarang, nggak kaku dan seolah ngajak ngobrol siswa yang sedang menonton video.

Beberapa video Quipper bisa diakses gratis, selain itu Quipper punya beberapa paket langganan, mulai dari 12 bulan dan 6 bulan.

Ada yang punya pengalaman lain medampingi anak belajar di bimbel online?


Post Comment