A Day in the Life of a Working Mom

Ini sepotong cerita tentang bagaimana seorang working mom menjalani hari-harinya dalam kisaran waktu selama 24 jam (kurang lebih).

Sejak berada di bangku kuliah tingkat akhir saya memang yakin banget bahwa saya akan menjadi golongan perempuan yang memilih untuk bekerja pun setelah saya memiliki anak. Masalahnya hanya satu: Nggak ada yang ngasih tahu saya agar bersiap dengan kesibukan menggila yang akan saya hadapi. The busy schedules. The juggling. Emosi yang seringkali dipenuhi kegalauan. Dan bahwa mencoba seimbang antara pekerjaan dan keluarga itu nyaris mustahil :D.

Tapi hingga detik ini saya masih merasa happy kok menjadi ibu bekerja. Dan kali ini saya mau berbagi cerita tentang hari-hari saya sebagai seorang working mom. Apakah sama atau berbeda dengan kalian semua para working mom pejuang di sini?

Ini sekelumit kegiatan saya, seorang working mom, single mom dari dua anak laki-laki

A Day in the Life of a Working Mom - Mommies Daily

05.15 (Alarm di handphone bersuara)

Hmmm, boleh nggak tidur 15 menit lagi? Eh tapi kalau tidur lagi, nanti telat terus kena macet gimana? Angkat badan, berdoa, minum air putih, bersihin muka.

05.30

Waktunya bangunin anak-anak. Perasaan alarm di kamar mereka udah bunyi berkali-kali deh, dan mereka pakai DUA jam beker. Nggak ngaruh. Tetap mama yang harus bangunin.

“Hey boy, bangun nak, udah jam 5.30. Mandi, siap-siap, sarapan terus berangkat ke sekolah.” —– ulang sampai tiga atau empat kali.

05.30 – 06.00

Oke, mandi, pakai baju (yang udah disiapin dari malam, karena kalau baru milih di pagi hari, percayalah, tahu-tahu satu jam berlalu dan masih nggak tahu mau memakai baju yang mana untuk ke kantor!), pakai skincare (belum pakai makeup, nggak keburu bok!! Masang alis paripurna aja butuh 30 menit kalau tangan lagi nggak bisa diajak kerja sama.), sambil wira-wiri ngecek ulang tas kerja, laptop, sepatu jangan salah, dan sarapan anak-anak. Sarapan sendiri? Bawa pisang dan kiwi ke mobil.

06.00 – 06.45

Antar anak-anak ke sekolah. Tanggal ganjil atau genap? (Yes ini pertanyaan standar ketika Gerbang Tol Cibubur mulai menjadi bagian dari area ganjil – genap). Cek waze, jalur mana yang paling cepat (cepat di sini kisaran antara 40 – 50 menit ya sodara-sodara), dan mulai nyetir.

Lalu galau, antara mau ikutan nyanyi lagu-lagu di radio yang lagi kece banget, atau mengajak anak ngobrol karena ini menjadi salah satu momen krusial untuk bisa ngobrol sama anak-anak, kan.

Sampai sekolah, kiss dua anak laki-laki yang maunya dicium di dalam mobil (malu ma sama teman-teman, gitu katanya!), kasih sederet pesan, have fun, take care dan see you tonite!

06.45 – 08.30

Mari memulai perjuangan menuju kantor mengarungi tol JORR yang sekarang macetnya warbiasak! Sambil ngunyah kiwi dan pisang. Dan menahan diri dari memaki-maki para pengemudi yang nggak paham aturan mengemudi.

08.30 – 12.00

Yeaaay, sampai kantor. Dandan dulu biar nggak pucat-pucat amat kan mukanya. Minum air putih lagi. Kadang order Gofood lagi kalau masih lapar. Cek-cek email, balas email. Cek editan. Cek WAG (yang kadang bisa lebih menyita daripada kerjaan :p). Bingung mau makan siang apa. Tanya kanan – kiri lalu ingat, anak titip tolong dibelikan correction tape dan buku gambar. Hmmm, baiklah, mari kita ke Pejaten Village.

12.00 – 13.30

Kalau namanya udah makan di luar, biasanya pengalihan issue-nya lebih banyak. Niat mau makan siang dan beli kebutuhan anak-anak, bisa diselingi dengan window shopping. Selesai makan, lanjut Gramedia. Kebutuhan langsung beranak pinak. Nggak cuma beli correction tape dan buku gambar, tapi juga buku bacaan untuk mamanya, buku soal untuk anak-anaknya dan seterusnya.
Kembali ke kantor karena ada review meeting.

14.00 – 15.00

Review meeting, siapin materi. Sambil di tengah-tengah meeting ada video call dari si kakak yang sangat-sangat demanding kalau udah telepon mamanya. FYI, kalau mama nggak angkat telepon, si kakak bisa WA om Aga atau tante Kristi (teman kantor mama), untuk mengecek, mama ada di kantor atau nggak?! Sungguh wujud nyata akan artinya posesif ya :D.

Selesai meeting? Ada 18 missed video call. Yes, itu anak saya :D.

15.00 – 16.00

Oh no, lupa bikin ideas untuk klien yang akan meeting besok siang. Baiklah, mari kita mulai brainstorming ide. Oh, sebelumnya, telepon balik si kakak karena kalau nggak ditelepon balik, bisa mutung nanti malam.

“Yes kak, tadi telepon mama ada apa? Mama lagi meeting.”

“Iya mama tuh, kok ditelepon susah banget. Lebih mentingin meeting daripada anaknya.” — YES anak saya kadang-kadang memang suka kejam kalau ngomong *__*.

Ada dua pilihan, kalau mama ususnya lagi pendek, biasanya jadi ngomel panjang lebar. Tapi kalau usus mama lagi panjang, mama akan menjawab dengan nada manis, menjelaskan dan meminta maaf.

Kemudian WA dari ART masuk yang bilang, “Ibu, buat besok menu apa aja yang mau dimasak karena belum beli bahan-bahannhya.” – FYI, menu mingguan untuk di rumah memang saya yang menyusun tapi yang memasak tentu saja masih ART, hehehehe.

Baiklah, kelar buat ide, next list bikin menu satu minggu dan belanja bahan at least untuk tiga hari ke depan. Fiuuuh…..

16.00 – 18.00

Di sela-sela mengerjakan tugas-tugas kantor, perut mulai lapar dan kembali mencari teman untuk jajan-jajan sore. Mau memutuskan beli chatime, potato corner, donat kentang, Nalu Bowls, Honu atau pisang molen aja bingungnya sama seperti memilih judul artikel :p. Yeaaaay, camilan sudah ditentukan, order by Go food.

Lanjut kerja untuk menyiapkan bahan-bahan ide meeting editorial lusa. Menyiapkan artikel untuk besok, dan mengedit tulisan dari kontributor, disambil menikmati camilan yang sudah datang.

Telepon dari si kecil masuk kemudian terjadi percakapan seperti ini:

“Ma, hari ini pulang jam berapa?”

“Mama pulang kantor harus mampir dulu ke Ranch Market dek, beli bahan-bahan makanan untuk tiga hari ke depan.”

“Ya udah mama pulang kantor sekarang aja, ke Ranch Market terus pulang ke rumah biar nggak kemalaman.”

“Iya sabar ya nak, mama masih ada kerjaan.”

“Mama tuh kerja mulu, nanti aku telepon tante Affi lho, bos-nya mama, ngomong kalau mama pulang malam terus, biar jangan dikasih banyak kerjaan.” — WOW, warbiasak ya anak saya ini. Macam akrab banget sama bos saya di kantor :D.

Kembalilah terulang dari mulut saya, kenapa mama kerja, dan lain sebagainya.

Percakapan ditutup dengan
“Ya udah, pokoknya jangan lewat dari jam 8 karena aku ada tugas sekolah mau ngerjainnya sama mama. Oh jangan lupa tolong beliin puding kelapa Thailand yang ada di Ranch Market ya ma. Makasih.”

18.00 – 19.30

Beres-beres, matiin laptop, masuk ke mobil, nyetir menuju Ranch Market di Kemang. Belanj, belanja, belanja. Sambil teleponan sama ART untuk ngecek bumbu-bumbu dapur yang habis di rumah.

19.30 – 21.00

Belanja kelar, titipan anak sudah terbeli, mari kita pulang dan kembali berjibaku dengan kemacetan jalan Tol JORR.

21.00 – 22.00

Finally, sampai rumah juga. Sudah ditunggu si kecil di teras diiringin teriakan “Maaaa, aku udah ngerjain tugasku, mama tolong cek aja deh.”

Dalam hati teriak. “Alhamdulillaaaaaaah, puji Tuhan.”

“Oke nak, bentar ya. Minta tolong mbak Rizki dulu nih turunin belanjaan.”

Sambil ngasih tahu belanjaan yang harus diletakkan di freezer dan yang di tempat biasa, sambil ngecek tugas sekolah si bungsu. Lanjut memastikan kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, buku, tas hingga sepatu anak-anak sudah siap.

Ganti baju. Ngelonin anak-anak tidur. Nggak sempat ngobrol karena sudah terlalu malam, dan si kakak pun juga sudah tidur sebelum saya pulang :(.

22.00 – 23.00

Bersih-bersih muka, mandi, ganti baju, buat laporan keuangan hari ini, pakai skincare, berdoa, rebahan di tempat tidur.

23.00 – 00.00

Iseng cek handphone, nongol email dari client service yang memberitahu ada artikel approved dari klien, dan minta tayang besok pagi. Meminta kepastian, bisa atau tidaknya dari tim editorial. Baiklah, mari kita cek jadwal artikel untuk besok, ternyata aman, kirim jawaban: BISA.

Sekilas cek-cek social media, siapa tahu ada berita-berita terkini yang bisa dijadikan ide untuk artikel di Mommies Daily.

Oh iya, belum menyiapkan baju untuk besok. Lompat lagi dari tempat tidur. Pilih-pilih, kembali mencoba tidur.

Satu jam kemudian, baru ngantuk menyerang *__*. Selamat malam menjelang subuh untuk kalian semua.


Post Comment