Tips Single Mom Traveling Bersama Anak

Status single nggak mencegah saya untuk tetap melakukan rutinitas traveling bersama anak-anak, pun itu artinya nggak ada lagi partner untuk mengurus anak dalam perjalanan.

Sejak anak-anak batita, saya dan Ayah mereka punya kebiasaan untuk rutin melakukan traveling keluarga, minimal dua kali dalam setahun. Tujuannya? Bisa yang road trip di Indonesia, atau luar negeri. Bagi kami, mengajak anak traveling jauh lebih penting dibanding membelikan mereka mainan atau barang-barang mahal, karena sudah pasti kan ya, lebih banyak pengalaman seru yang ditemukan dan memori yang direkam.

Begitu saya bercerai dengan Ayah anak-anak, kebiasaan ini tidak ingin saya ubah. Bagi saya, sayalah yang perlu melakukan (lumayan banyak) penyesuaian. Mulai dari bujet (of course :D), hingga pilihan destinasi. Mengenai bujet, kan nggak mungkin saya yang mau jalan-jalan sama anak-anak terus masih nagih biaya ke mantan suami. Paling mantan suami hanya ‘sekadar’ memberikan uang jajan buat anak-anak. Destinasi? Juga saya sesuaikan dengan ‘tenaga’ dan lagi-lagi bujet. Kalau dulu kan, ada teman untuk berbagi biaya, sekarang semua saya tanggung sendiri.

Ibu dan dua anak di Upside Down World

Nggak ada yang bilang mudah, tapi doable banget kok untuk dilakukan. Buktinya, pasca bercerai, saya sudah beberapa traveling bersama anak-anak tanpa bantuan orang lain, dan survived, hehehe. Ini tips-nya:

1. Realistis tentang destinasi dan bujet

Ini sudah saya singgung di atas. Untuk destinasi dan urusan bujet, realistis aja, karena sekarang kita kan hanya sendirian. Sesuaikan dengan bujet yang kita punya, dan cari destinasi yang cukup bersahabat untuk dijalani.

2. Informasi detail tentang perjalanan ke anak-anak

Karena kadang kedua anak saya bisa seperti anjing dan kucing kalau lagi bosan di perjalanan, saya selalu informasikan ke mereka mengenai detail perjalanan yang akan kami lalui. Misal, jenis transportasi yang akan digunakan, berapa lama perjalanan yang akan kami tempuh, apa yang bisa mereka lakukan di saat bosan (INI PENTING!!!), apa yang akan kita lihat di sana hingga pilihan aktivitas ketika sampai di destinasi tujuan.

3. Sebisa mungkin online check in

Ini membantu banget kalau usia anak-anak kita masih balita dan rentan cranky kalau harus antre panjang :D. Online check in membantu kita terhindar dari antrian mengular di bandara, apalagi kalau sistem check in lagi error.

4. Jangan mepet

Kebiasaan kita sebagai ibu-ibu yang hobi mepet waktu benar-benar harus dihindari ketika traveling sendiri bersama anak-anak. Percayalah, kita pasti nggak ingin harus lari tergopoh-gopoh dengan dua orang anak ngintil di belakang kita *__*.

5. Minta bantuan orang lain itu nggak haram

Saat single mom traveling bersama dua anak, otomatis saya mendapat banyak kenalan baru yang semua berawal dari permintaan tolong yang keluar dari mulut saya, ahahah. Mulai dari minta tolong angkat koper ke kabin, hingga minta tolong mengambil foto kami bertiga (karena saya bukan Jemaah tongsis).

Tips Single Mom Traveling Bersama Anak - Mommies Daily

6. Riset tentang destinasi kita

Kalau dulu ada pak suami yang menjaga anak dan saya yang jelalatan mencari top restaurant di google, sekarang agak susah, karena saya berusaha agar kedua mata ini tetap tertuju pada anak-anak. Jadi, mau nggak mau riset pun jauh lebih detail. Mulai dari ngulik hotel yang akan kami tempati, kegiatan yang bisa dilakukan, kendaraan yang bisa kami pilih, hingga rute yang harus kami lalui.

7. Kalau bisa cari hotel yang ramah untuk anak

Saat mencari hotel untuk menginap, biasanya saya akan mengecek, apakah mereka punya kegiatan yang seru untuk anak-anak, karena ini bisa sangat membantu mengurangi drama di tengah-tengah liburan. Sesederhana hotel dengan pilihan kolam renang yang seru juga sudah membantu kok untuk kedua anak saya.

Nah, untuk mommies yang ada rencana mau menghabiskan liburan bersama anak-anak tanpa pasangan (karena libur sekolah masih panjang, OMG), good luck ya, walaupun mungkin lebih menantang tapi tetap seru, kok!

Baca juga:

Kolam Renang Ramah Anak di Jakarta


Post Comment