Coba Cek, Jangan-jangan Kita Termasuk Indoor Generation!

Paksa diri kita keluar, jangan terpusat hanya apa yang terjadi dan melakukan semua hal di dalam ruangan. Jika ini sedang anda alami, jangan-jangan kita sudah menjadi Indoor Generation.

Suatu hari, perhatian saya terfokus pada sebuah video yang berjudul “The Indoor Generation.” Kebetulan juga sedang viral di Facebook. Video tersebut dinarasi oleh anak kecil perempuan, dengan kalimat pembuka, “In 160 seconds you will decide how this story ends.” Durasi videonya hanya 3 menit 8 detik. Namun sarat dengan pesan yang ingin disampaikan.

Indoor generation - Mommies DailyImage: by Thought Catalog on Unsplash

Memberikan gambaran umum, bagaimana manusia zaman sekarang hidupnya berkutat di dalam rumah atau bangunan lainnya. Memenuhi tempat tinggal sendiri dengan barang-barang yang sebetulnya nggak terlalu kita butuhkan. Menutup terlalu rapat sekat-sekat di sekitar rumah, sehingga tidak ada kesempatan cahaya matahari masuk ke dalam rumah. AC turut jadi elemen yang tidak boleh ketinggalan di dalam setiap ruangan. Lagi-lagi, udara buatan sedang kita hidup setiap harinya.

Baca juga: 40 Cara Sederhana Membuat Rumah (Lebih) Eco Friendly

Apa yang selanjutnya terjadi? Udara di dalam rumah berbalik menjadi boomerang untuk penghuninya. Tidak lagi sehat untuk dihirup. Sesekali, memperbaikinya dengan menyemprotkan wewangian artifisial ke dalam ruangan. Bahkan beberapa di antaranya mengandung bahan kimia.

Tak heran, kini asma dan alergi marak menjangkit anak-anak. Salah faktor pemicunya, udara di dalam rumah, yang tak lagi sehat untuk dihirup. Kita yang dewasa, kadang juga nggak sadar, akan gejala-gejala awal, perlahan tapi pasti, kesehatan kita sedang digerogoti. Sering ngantuk, bersin-bersin, dan mudah lelah.

Kalimat, “In 160 seconds you will decide how this story ends” dalam video tersebut, mengajak kita untuk berpikir, “Apa yang bisa kita lakukan, agar tidak “terjebak” di dalam rumah sendiri?.” Biarkan cahaya masuk ke dalam rumah. Bersih-bersih secara berkala. Pakai ilmu tega, untuk membuang semua barang, yang sebulan terakhir tidak intens digunakan.

Baca juga: 6 Bahan Alami Untuk Pembersih Rumah

Sedih kan, kalau di rumah sendiri, bernapas saja butuh bantuan. Dampak secara psikologi, rumah tak lagi menjadi tempat yang mampu melindungi pemiliknya.

Sempatkan, ke luar rumah. Pergi ke taman-taman kota. Berlibur ke daerah pegunungan, atau pantai, untuk bersatu dengan alam. Karena perubahan sekecil apapun, akan mendatangkan dampak yang besar di kemudian hari.


Post Comment