Jenis Pertanyaan yang Bikin Sebal Saat Kumpul Keluarga

Momen silataurahmi keluarga harusnya kan berjalan hangat dan penuh canda tawa, jangan dirusak dengan ngasih pertanyaan berikut ini, ya, mommies.

Lebaran tinggal menghitung hari. Salah satu, tradisi keluarga Indonesia yang berulang setiap tahunnya, sehabis sholat Ied, mereka akan menyambangi sanak saudara, di berbagai lokasi. Nggak jarang lho, ketemuannya pas lebaran aja, sanking sibuknya.

pertanyaan menyebalkan saat kumpul keluargaImage: by Andre Hunter on Unsplash

Sekian lama nggak ketemu, biasanya sih untuk ice breaking, dan memulai pembicaraan, diawali dengan memberikan pertanyaan. Masalahnya, pertanyaan yang muncul, malah heart breaking, dan membuat sebal, hahahaha. Masih aja tuh, body shaming dibawa-bawa, nggak ada habisnya mengungkit kehadiran anak, buat yang baru nikah. Sudah ada anak satu, “ditagih” anak ke-2 dan seterusnya.

Kami berhasil menghimpun, puluhan jawaban di IG @mommiesdailydotcom, dari komunitas MD. Pertanyaan macam apa sih, yang membuat mereka jengkel. Nah, kalau sudah ada referensinya, tolong hindari melontarkan pertanyaan-pertanyaan semacam ini saat kumpul keluarga atau ajang silaturahmi lainnya, ya, mommies. Atas nama menjaga suasana kumpul-kumpul, tetap menyenangkan.

Soal anak dan keluarga

Umumnya warga net IG MD menjawab, ditanya seputar kehadiran buah hati ke-2. Selain itu, ada juga yang body shaming ke anaknya, meski nanyanya ke ibunya (ini sedih banget sih). Nggak jarang ada yang nyentil soal milestone anak. Kalau dapat pertanyaan iseng soal tumbuh kembang anak, bilang tegas ke orang yang nanya, “Tumbuh kembang setiap anak nggak bisa dipukul rata!”

Ada pula yang masih mempersoalkan ranking. Buat model pertanyaan begini, yang bersangkutan kurang update info deh kayaknya, kalau sekarang banyak sekolah yang sudah tidak memberlakukan rangking. Pertanyaan menyebalkan lainnya, berusaha masuk “dapur” keluarga, menyarankan si ibu resign untuk urus anak. Heeey, setiap rumah tangga punya strategi mereka masing-masing, doakan saja yang terbaik, ya.

1.“Mamamya kerja terus sih ya, makanya anaknya kurus.”

2.”Dulu sblm punya anak yg ditanya: “Kok belum juga? Kapan isinya?,”D ikira bikin donat kali ya ,dibikin langsung jadi.

3.“Kok anaknya kecil/kurus ya.”

4.“Anaknya kurus banget, mamanya malas masak, yah? “Anaknya belum bisa jalan sendiri, ya. Yang lain, sudah lari-larian. Eh anakmu masih digendong saja.”

5. “Gak pengen resign ngurus anak?” BOLEH JUGA ASAL SITU BAYARIN SEKOLAH DAN LES2NYA yaaa

6.” Anaknya kok kulitnya gelap, nggak kaya ibunya?,” Laaah iya bapake kulitnya gelap, kalo gue kawin sama bule baru lo heran.

7.“Abis keguguran nggak akan nunda hamil lagi kan?,” Pengen aku semprot pake whipped cream mukanya!.

8.“Ya ampun, lucu ya anaknya perempuan duaduanya, kapan nambah cowo biar lengkap? *sa ae nih ulekan kayu, dikata pas ngadon bisa nyetak jenis kelamin!.

9.“Udah isi apa belum? Kok belum isi juga sih? Kamu kalah lho sama si anu. Kemarin nikah sekarang udah isi.”

10. “Anaknya umur berapa, dulu anak tante umur sekian bulan udah bisa merangkak lho.”

Body shaming

Saya pernah mengalami dapat pertanyaan yang nyinggung soal fisik. Langsung saya balas, dengan menjawab “Kita lama nggak ketemu, lho. Masih banyak pertanyaan lainnya yang lebih berbobot!”. Jawabnya sambil senyum aja mommies dan tatap tajam matanya, biar lebih JLEB, hohoho.

1.“Puasa kok nggak kurusan? Makin bulet gitu sih…”

2. “Aku yang udah jadi ibu rumah tangga ditanyain, “Kok sekarang kurusan, menderita ya di rumah?.”

3. “Kok tambah gemuk ya sekarang? (Iya, kebanyakan makan orang!)

4. “Gemukan ya sekarang?”

5. “Iiih gendutan ya sekarang”. Tanya kabar kerjaan kek, kesehatan, keluarga. Masih banyak kan pertanyaan yang lebih pintar.

Saran ya, yuk coba lebih kreatif mengolah pertanyaan. Misalnya nih:

1.”Hey, gimana kabar mama papa? Sehat semua, kan?”

2. “Gimana kerjaan kantor kemarin jelang lebaran? Malah makin padat ya? Sama nih, gue juga.”

3.”Makin glowing aja wajah kamu. Bagi-bagi rahasianya dong.”

4.”Aku lihat di IG kamu, habis liburan ke tempat A. Boleh nggak kirim itinerary-nya? Buat referensi, nih, tahun depan juga mau ke sana.”

5.”Nggak kerasa Raka udah mau masuk SD aja, ya. Rencana sekolah dimana? Aku lagi bingung nih, mungkin kita bisa tukar pikiran.”

Jenis pertanyaan, yang nggak heart breaking, kan masih banyak mommies. Hindari jenis pertanyaan yang malah bikin suasana silaturahmi kian akrab, bukan malah jadi ada jarak :)


Post Comment