Pahami Risiko Ini Jika Anak Keranjingan Aplikasi Tik Tok

Ada yang sedang terngiang-ngiang lagu Siti Badriah – Syantik atau DJ Aisyah – Jatuh Cinta pada Jamilah? Atau malah sudah buat video covernya di Tik Tok?

tik tok aplikasi

Kedua lagu ini populer di-cover para pengguna Tik Tok tanah air. Mereka berkreasi dengan berbagai pose bahkan berduet dengan pengguna Tik Tok lain.

Di Indonesia Tik Tok sedang ramai dibicarakan sebagai aplikasi yang digandrungi remaja. Aplikasi asal China ini sebetulnya serupa dengan aplikasi yang heboh beberapa tahun lalu, Musical.ly.

Di Tik Tok, pengguna bisa membuat video klip dengan durasi 15 detik. Videonya bisa diedit dengan berbagai special effects dan diberi musik latar dari berbagai kategori seperti DJ, Dance, R&B, Western, Cute dan banyak lagi untuk disesuaikan dengan mood video.

Sampai hari ini, Tik Tok sudah digunakan oleh 120juta pengguna di seluruh dunia. Tik Tok juga masih merupakan aplikasi terpopuler dan menduduki posisi nomor 1 baik di iOS App Store maupun Android Play Store.

tik tok play store

Tik Tok Bermasalah Urusan Privasi

Dilansir dari The Star, Tik Tok dikritik karena kurangnya pilihan dalam pengaturan privasi. Anak-anak berisiko terkena pelecehan seksual karena mengekspos identitas pribadi mereka.

Masalahnya Tik Tok hanya punya dua pengaturan, private (hanya bisa dilihat oleh yang membuat) dan public. Tidak ada pilihan “friends only”. Begitu pun dengan pengaturan pesan. Semua pengguna bisa saling mengirim pesan satu sama lain dan tidak bisa di-set hanya teman yang bisa mengirim pesan.

(Baca juga: 6 Tips Agar Anak Aman Main Instagram)

Juga dalam service agreement-nya, tertulis bahwa pengguna Tik Tok harus berusia minimal 16 tahun, tapi dalam kenyataannya banyak sekali pengguna anak-anak yang membagikan selfie mereka tanpa tahu risikonya.

Bayangkan ya moms, jika anak-anak kita yang di bawah umur yang menggunakan Tik Tok, tak terdeteksi seberapa banyak pengguna lain yang bisa melihat videonya dan langsung mengirim pesan. Sangat tidak aman bagi pengguna di bawah umur.

Berbeda dengan Instagram yang bisa dengan mudah kita set private untuk membatasi orang yang bisa mengakses foto serta video anak. Instagram juga otomatis menonaktifkan fitur message untuk publik jika akun kita di-private.

Belum lagi di Tik Tok, banyak pengguna yang menggunakannya untuk membuat video tidak senonoh atau berpakaian yang kurang pantas. Dan video itu jadi beredar pula keluar dari Tik Tok dan disebar ke platform media sosial lain.

tik tok syantik

Tapi tidak ada salahnya mencoba aplikasi ini sendiri sebelum melarang atau membatasi anak. Kembali lagi, membatasi anak pada paparan media sosial adalah urusan orangtua, bukan pembuat aplikasi atau pemerintah.

Jadi, ayo lebih proaktif berbicara pada anak, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan di media sosial.


Post Comment