Liburan Keluarga Bisa Akrabkan Hubungan dengan Ipar

Ditulis oleh: Febria Silaen

Bisa lho libur panjang kali ini dijadikan ajang pendekatan sama kakak atau adik ipar, ahahahaha.

Buat yang sudah menikah dan punya kakak atau adik ipar, tentu urusan hubungan dengan ipar selalu punya warna. Ada kalanya untuk bisa akrab dengan ipar, kita sulit. Berbagai usaha dilakukan supaya bisa dekat dengan saudara ipar. Ya, syukur-syukur kalau bisa langsung cocok dan akrab dengan ipar. Tapi sepertinya sih masih lebih banyak yang canggung sama ipar.

Ada beberapa penyebab umum yang membuat kita sulit akrab dengan saudara ipar. Apalagi ipar perempuan. Tapi yang paling mendasar sih, karena kita dan ipar itu adalah dua orang asing yang berbaur dalam satu ikatan keluarga. Ibaratnya kita dan saudara ipar seperti air dan minyak dalam gelas. Meski berada dalam satu tempat tapi tak bisa membaur karena perbedaan mendasar tersebut. Dan untuk bisa menerima seseorang yang baru dalam keluarga itu butuh proses adaptasi sendiri.

Meski sulit pada awalnya, selama sering dikomunikasikan dengan baik, agaknya konflik pasti bisa dihindari. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa mengenal lebih dekat dengan saudara ipar adalah dengan merencanakan liburan keluarga dan berlibur bersama.

Bisa lho libur panjang kali dijadikan ajang pendekatan sama kakak atau adik ipar, ahahahaha.  Buat yang sudah menikah dan punya kakak atau adik ipar, tentu urusan hubungan dengan ipar selalu punya warna. Ada kalanya untuk bisa akrab dengan ipar, kita sulit. Berbagai usaha dilakukan supaya bisa dekat dengan saudara ipar. Ya, syukur-syukur kalau bisa langsung cocok dan akrab dengan ipar. Tapi sepertinya sih masih lebih banyak yang canggung sama ipar. Ada beberapa penyebab umum yang membuat kita sulit akrab dengan saudara ipar. Apalagi ipar perempuan. Tapi yang paling mendasar sih, karena kita dan ipar itu adalah dua orang asing yang berbaur dalam satu ikatan keluarga. Ibaratnya kita dan saudara ipar seperti air dan minyak dalam gelas. Meski berada dalam satu tempat tapi tak bisa membaur karena perbedaan mendasar tersebut. Dan untuk bisa menerima seseorang yang baru dalam keluarga itu butuh proses adaptasi sendiri. Meski sulit pada awalnya, selama sering dikomunikasikan dengan baik, agaknya konflik pasti bisa dihindari. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa mengenal lebih dekat dengan saudara ipar adalah dengan merencanakan liburan keluarga dan berlibur bersama. Cara ini pernah dibagikan oleh teman saya, Tania, ibu dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah swasta di Jakarta. Menurut Tania, hubungannya dengan ipar perempuan awalnya agak kaku. Bahkan, usia pernikahan yang menginjak tahun ke-10 bersama suami, tak serta merta membuat hubungan dengan ipar itu manis. Namun, satu ketika, Tania merancang liburan bersama. Liburan kali ini sengaja dibuat bersama-sama. Mulai dari merencanakan kapan berangkat, akomodasi yang dipakai hingga kegiatan selama liburan. Ternyata dalam perencanaan liburan, Tania bisa lebih dekat dengan iparnya. Apalagi mereka pun berinisiatif untuk membuat grup whatsApp khusus ipar. Kerena sering berkomunikasi, Tania bisa belajar untuk mengenal karakter masing-masing iparnya. Bahkan karena intensitas yang sering ngobrol sambil membahas destinasi wisata, Tania mengaku jadi tahu makanan kesukaan dan selera wisata ipar. Jadi kalau nanti akan bersilahturahmi atau berkunjung ke rumah ipar, Tania sudah tahu buah tangan apa yang akan dibawa.  Merencanakan liburan bersama dengan ipar memang tidak selalu mulus. Sering kali ada konflik tapi karena tujuan utama dari liburan ingin berlibur dan menyenangkan orang tua, maka mereka dengan sendiri mengaku tidak membesar-besarkan perbedaan yang muncul. Selama kegiatan liburan, bahkan Tania dikejutkan dengan aktivitas spontan dari ipar yang mengajak keliling sambil wisata kuliner dari pagi hingga siang tanpa anak-anak. "Buat saya, yang tipe orang serba terencana, ajakan ini sedikit nyeleneh. Jalan-jalan pagi, belum mandi hanya gosok gigi, cuci muka dan ganti baju, ini pengalaman pertama," katanya. Tapi ternyata pengalaman ini membuat Tania dan pasangan mendapatkan pengalaman baru. Dan mereka mengaku menikmatinya. Mulai dari mencari sarapan, mengunjungi alun-alun kota, hingga makan siang di warung kaki lima. Aksi spontanitas ini, malah menjadi double date yang berkesan. Ya, ternyata ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk akrab dengan ipar. Melakukan hal yang disukai dua belah pihak, baik kita dan ipar tentu akan lebih mudah untuk bisa merajut kedekatan. Tapi, tetap ada aturan mainnya ya, agar kedekatan dengan ipar bukan sebatas saat liburan saja. Hal yang perlu diperhatikan adalah: 1.      Tanamkan pada diri sendiri, bahwa ipar itu ya adik atau kakakmu. Jadi bersikaplah seperti layaknya hubungan kakak beradik. 2.      Menjaga perasaan dengan tidak bersikap semaunya. Lebih banyak mendengar ketimbang memberikan komentar yang negatif. 3.      Jangan sungkan untuk bertanya dan menawarkan bantuan terlebih dahulu. Dan mengucapkan terima kasih ketika kamu mendapatkan dukungan atau bantuan dari ipar. 4.      Jangan pernah menceritakan sisi negatif ipar kepada suami atau mertua. Ya, kalau mau curhat sih boleh, tapi lebih baik dengan orang yang tidak memiliki hubungan dengan keluarga atau pertemanan dengan ipar ya. 5.    Kalau lagi merasa hubungan kurang akrab dengan ipar, ingat ini I smile because you're my sister in law. I laugh because you married my brother - Mommies Daily

Cara ini pernah dibagikan oleh teman saya, Tania, ibu dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah swasta di Jakarta.

Menurut Tania, hubungannya dengan ipar perempuan awalnya agak kaku. Bahkan, usia pernikahan yang menginjak tahun ke-10 bersama suami, tak serta merta membuat hubungan dengan ipar itu manis.

Namun, satu ketika, Tania merancang liburan bersama. Liburan kali ini sengaja dibuat bersama-sama. Mulai dari merencanakan kapan berangkat, akomodasi yang dipakai hingga kegiatan selama liburan.

Ternyata dalam perencanaan liburan, Tania bisa lebih dekat dengan iparnya. Apalagi mereka pun berinisiatif untuk membuat grup whatsApp khusus ipar.

Kerena sering berkomunikasi, Tania bisa belajar untuk mengenal karakter masing-masing iparnya. Bahkan karena intensitas yang sering ngobrol sambil membahas destinasi wisata, Tania mengaku jadi tahu makanan kesukaan dan selera wisata ipar. Jadi kalau nanti akan bersilahturahmi atau berkunjung ke rumah ipar, Tania sudah tahu buah tangan apa yang akan dibawa.

Merencanakan liburan bersama dengan ipar memang tidak selalu mulus. Sering kali ada konflik tapi karena tujuan utama dari liburan ingin berlibur dan menyenangkan orang tua, maka mereka dengan sendiri mengaku tidak membesar-besarkan perbedaan yang muncul.
Selama kegiatan liburan, bahkan Tania dikejutkan dengan aktivitas spontan dari ipar yang mengajak keliling sambil wisata kuliner dari pagi hingga siang tanpa anak-anak.

“Buat saya, yang tipe orang serba terencana, ajakan ini sedikit nyeleneh. Jalan-jalan pagi, belum mandi hanya gosok gigi, cuci muka dan ganti baju, ini pengalaman pertama,” katanya.

Tapi ternyata pengalaman ini membuat Tania dan pasangan mendapatkan pengalaman baru. Dan mereka mengaku menikmatinya. Mulai dari mencari sarapan, mengunjungi alun-alun kota, hingga makan siang di warung kaki lima. Aksi spontanitas ini, malah menjadi double date yang berkesan.

Ya, ternyata ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk akrab dengan ipar. Melakukan hal yang disukai dua belah pihak, baik kita dan ipar tentu akan lebih mudah untuk bisa merajut kedekatan. Tapi, tetap ada aturan mainnya ya, agar kedekatan dengan ipar bukan sebatas saat liburan saja.

Hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Tanamkan pada diri sendiri, bahwa ipar itu ya adik atau kakakmu. Jadi bersikaplah seperti layaknya hubungan kakak beradik.
2. Menjaga perasaan dengan tidak bersikap semaunya. Lebih banyak mendengar ketimbang memberikan komentar yang negatif.
3. Jangan sungkan untuk bertanya dan menawarkan bantuan terlebih dahulu. Dan mengucapkan terima kasih ketika kamu mendapatkan dukungan atau bantuan dari ipar.
4. Jangan pernah menceritakan sisi negatif ipar kepada suami atau mertua. Ya, kalau mau curhat sih boleh, tapi lebih baik dengan orang yang tidak memiliki hubungan dengan keluarga atau pertemanan dengan ipar ya.
5. Kalau lagi merasa hubungan kurang akrab dengan ipar, ingat ini I smile because you’re my sister in law. I laugh because you married my brother.


Post Comment