Amankah Puasa Saat Hamil Trimester Pertama?

Meski sudah diberi kemudahan dengan tidak berpuasa, masih banyak ibu hamil yang tetap menjalankan ibadah puasa. Amankan puasa saat hamil trimester pertama?

puasa saat hamil trimester pertama

Biasanya dokter tidak menyarankan puasa saat hamil trimester pertama karena jabang bayi masih sangat lemah dan bergantung sepenuhnya pada nutrisi yang dimakan oleh ibu. Apalagi jika ibu mengidap diabetes, puasa saat hamil biasanya tidak dianjurkan.

Puasa saat hamil juga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Ibu juga berpotensi dehidrasi karena tidak minum dalam jangka waktu yang lama.

Namun penelitian ini tentu tidak saklek. Jika ibu merasa kuat dan yakin bahwa puasa tidak akan mengganggu jabang bayi, maka puasa boleh dilakukan. Jika ibu merasa ragu atau merasa tubuhnya kurang sehat, maka jalan terbaik adalah mengkonsultasikannya dulu pada dokter.

Berikut hal-hal yang harus disiapkan sebelum mulai memutuskan puasa saat hamil trimester pertama:

– Konsultasi pada dokter agar dokter memeriksa kesehatan ibu secara menyeluruh serta berbagai kemungkinan komplikasi yang timbul.
– Minum vitamin dan asam folat saat sahur.
– Pastikan minum sebanyak mungkin sesuai dengan berat badan ibu.
– Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda.
– Makan makanan bernutrisi agar tidak kekurangan gizi.
– Siapkan makanan untuk sahur dan berbuka dan jangan lewatkan waktu sahur.

Jika semua aman dan ibu hamil siap berpuasa, kapan saatnya harus berbuka puasa?

– Dehidrasi, ditandai dengan pipis yang berwarna sangat kuning dan berbau.
– Berat badan ibu turun.
– Ibu merasa pusing atau bahkan mual dan muntah
– Perut terasa kontraksi
– Ibu terus menerus merasa lelah meski sudah beristirahat lama.

Kembali lagi pada keputusan ibu ya apakah siap atau tidak puasa saat hamil di trimester pertama. Diskusikan juga dengan keluarga, karena jika support system siap mendukung, mengapa tidak? Tapi jika semua orang termasuk dokter sudah melarang, tidak ada salahnya ibu hamil menunda puasa demi mengurangi risiko pada jabang bayi.


Post Comment