Kiat Ibu Super Sibuk Saat Siapkan Masakan Selama Bulan Puasa 

Ditulis oleh: Febria Silaen

Di bulan Ramadan biasanya para ibu akan bertambah kesibukan di pagi hari. Ya, bangun lebih awal dan menyiapkan menu untuk sahur dan berbuka puasa.

Bicara soal masak makanan untuk sahur, ternyata bukan hal yang mudah loh, Moms. Apalagi dengan waktu yang tidak begitu banyak untuk menyiapkan masakan untuk anggota keluarga.

Bukan di bulan puasa saja, urusan dapur bisa jadi momok untuk para moms. Benar loh, namanya menyiapkan menu masakan setiap hari adalah pekerjaan yang bisa membuat pusing kepala. Memikirkan menu yang berbeda setiap hari dan memperhatikan nutrisinya.

ibu menyiapkan hidangan selama bulan puasa

Jadi bisa dibilang, selama bulan puasa dapur bakal jadi area yang paling sibuk buat para moms. Nah, biar kegiatan memasak tidak menjadi momok dan membuat Moms ribet sendiri karena dikejar waktu sehingga kelelahan memang perlu trik.

Misal, mommies bisa melakukan hal-hal berikut ini:

1.Menyetok bumbu giling, basah atau kering yang banyak dijual di pasar tradisional atau supermarket. Bumbu giling ini ada ragam pilihan, mulai dari bumbu putih, bumbu kuning, dan bumbu merah.Beli secukupnya dan simpan dalam wadah kaca lalu masukkan ke freezer. Bumbu giling bisa bertahan selama tiga bulan loh. Mommies, bisa memasak apa saja dengan bantuan bumbu giling ini. Mulai dari nasi goreng, opor ayam, gulai tanpa membuang waktu lama untuk menggiling bumbu.

2.Mommies juga bisa merencanakan menu selama satu minggu untuk sahur dan buka puasa. Persiapkan bahan-bahan, seperti ayam, ikan atau daging sesuai kebutuhan. Lalu simpan dalam wadah sesuai dengan menu harian yang sudah dibuat berikut dengan bahan-bahannya.

Dengan cara ini kegiatan memasak akan lebih mudah dan tidak bikin ribet. Ide menu dan cara penyimpanan menu per hari bisa dilihat kok di Instagram.

3.Menyimpan bawang-bawangan untuk menghemat waktu. Misal, bawang putih, iris kemudian simpan di wadah dan masukkan ke dalam lemari es. Bawang putih yang disimpan di lemari es bisa bertahan hingga tujuh hari. Selain bawang putih, Mom juga bisa menyimpan irisan bawang merah. Agar tetap awet, simpan dengan cara merendamnya di cairan minyak goreng untuk menjaga aroma dan warna dari bawang. Jadi kalau mau menumis, tinggal ambil di stok bawang di lemari es.

Kabar gembira, kalau mommies ingin lebih praktis, di pasar tradisional juga sudah ada bawang putih dan bawang merah kupas, jadi dirumah tinggal dipotong-potong dan simpan. Tidak perlu repot-repot dan menangis saat mengupas bawang, bukan?

Selain cara-cara di atas. Ada beberapa strategi dari para mommies yang bisa mommies tiru, dalam menyiapkan makanan untuk sahur dan buka puasa.

1.Firni, ibu satu anak

“Rendang bisa disimpan lama di kulkas. Dan jangan lupa ayam ungkep kuning. Pas sahur , mau makan ayam tinggal goreng. Mau rendang juga sudah siap.

2.Sulvi Juwita, ibu dua anak

“Bulan puasa biasanya saya stok abon, dendeng, empal, telur, ayam ungkep, rendang. Bumbu jadi jadi pas masak nggak repot ngulek. Buat anak-anak, musti ada nugget. Stok makanan seperti ini bikin pagi pas sahur nggak repot. Semua tinggal digoreng, siap sahur bersama.

3.Effie Putri, ibu dua anak

“Wajib ada bumbu racik.”

4.Pepi Mariana, ibu tiga anak

“Sebenarnya banyak yang harus distok buat makanan sahur dan buka puasa. Tapi yang musti ada sih telur, mi cepat saji dan ungkep ayam”.

5.Mia Amalia

“Biar nggak rempong di pagi-pagi buta, saya sudah potong-potong bawang dan stok buat tumisan bawang merah dan bawang putih. Taruh di jar dengan minyak dan masukin kulkas, mau masak tumisan sayur jadi gampang. Jangan lupa stok ayam ungkep. Praktis, kan.”

6.Mawar Hadi, ibu satu anak

“Wajb ada telur dan makanan beku buat stok selama bulan puasa.”‘

7.Budiana, ibu satu anak

“Buah stok yang banyak “. Biar kenyang sahur makan buah yang banyak. ”

8.Tari Lestari, ibu dua anak

“Tahu dan tempe wajib ada selama bulan puasa. Tempe tahu gampang dioleh jadi masakan apa saja.”

FYI, kalau mau stok bumbu giling, pastikan bumbu segar dengan melihat warna yang cerah. Untuk stok makanan beku, boleh saja sesekali. Tapi janga lupa mengecek tanggal kadaluarsa untuk produk kemasan ya. Dan simpan di freezer.

Gimana, ternyata kerepotan di dapur bisa kita siasati ya. Jadi meski jadi ibu yang super sibuk, tetapi urusan dapur selama bulan puasa tetap bisa dipegang, ya.


Post Comment