Bidak catur sebagai ilustrasi kepemimpinan

Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Sebagai Pimpinan

Selamat, cita-cita sudah karier sesuai harapan, menjadi team leader dengan anggota team impian. Sekarang, tinggal berhati-hati agar tidak melakukan 5 kesalahan ini sebagai pimpinan.

Menurut Deep Patel dalam artikelnya di Forbes.com, too often people step into leadership roles before they are ready. Bisa jadi karena saat dipromosikan, perusahaan memang sedang kehilangan manager senior, dan biar cepat, diangkatlah seseorang to fill the role. So, naiklah si karyawan junior untuk mengisi posisi leadership. Padahal, tentu saja dibutuhkan kualitas seorang leader untuk menjadi pemimpin.

So, here are five mistakes most leaders make ….

Bidak catur sebagai ilustrasi kepemimpinan

1. Bingung dengan pendelegasian tugas

Ada sebagian orang yang merasa bahwa sebagai seorang pimpinan maka dia wajib bisa melakukan SEMUA tugas dan memberikan SEMUA jawaban. Karena menurut mereka, ini menunjukkan seberapa banyak hal yang mereka ketahui! Bahwa sebagai pimpinan dia selalu benar dan semua orang bergantung padanya.

Padahal, real leader seharusnya memiliki kepercayaan pada seluruh anggota tim dan bisa mendelagasikan tugas sesuai dengan kemampuan para anggota tim. Real leader tidak harus bisa menyelesaikan semua masalah, dia percaya bahwa anggota tim mampu memberikan solusi. Being a successful leader isn’t about being the one everyone always turns to for everything. It means, surround yourself with other capable people so you can focus on what’s most important.

2. Terpesona dengan jabatan sehingga lupa dengan job description sesungguhnya

Jangan pernah bergantung pada kalimat “Saya adalah pimpinan, kalian semua harus mendengarkan apa pun yang saya katakan.” Ketika kita terlalu sibuk mengingatkan semua orang, betapa pentingnya posisi kita, we have essentially lost our authority. Percaya deh, ketika orang-orang di sekeliling kita memang menganggap kita adalah pimpinan yang baik, mereka tidak perlu diingatkan akan hal ini berulang kali!

Jangan terlalu fokus dengan sepenting apa posisi Anda, tapi fokuslah untuk menjadi effective leader. Karena real leader hanya peduli dengan goal perusahaan yang harus tercapai, dan empowering orang-orang di sekitarnya untuk bisa melakukan tanggung jawab masing-masing dengan baik.

3. Senang melempar kesalahan kepada orang lain

Saya percaya, ketika tim bisa meraih target, maka seluruh tim memiliki jasa yang sama besar. Namun ketika tim gagal meraih tujuan, kesalahan terbesar ada di pundak pimpinan. Real leader pun akan melakukan hal yang sama. Ketika divisinya diapresiasi, maka dia akan menunjukkan bahwa semua anggota tim telah melakukan tugasnya dengan baik. Dan ketika divisinya gagal, maka seorang pemimpin perlu mengakui bahwa ada yang salah dengan caranya memimpin.

4. Melimpahkan semua beban kerja kepada anggota team

Seorang leader yang baik biasanya terbentuk berkat kebiasaan pola kerjanya yang baik, etika kerja yang positif, sehingga dia membuktikan bahwa dia memang layak untuk posisi yang lebih tinggi. Jangan sampai, jabatan dan tanggung jawab yang besar membuat kita merasa bahwa kita sudah bekerja keras maka kita boleh bersantai dan melimpahkan semua beban kepada anggota tim. In fact, real leaders work even harder the moment they find themselves in a position of leadership. Real leader harus memberikan standar kepada para anggota tim dan wajib memberikan contoh bagaimana dia memenuhi standar yang telah dia ciptakan sendiri. Real leaders never get comfortable.


Post Comment