3 Alasan Kenapa Ibu Baru Butuh Teman Sesama Ibu

Ibu baru butuh teman sesama ibu, karena selain berguna untuk menjaga kewarasan kita, you will be surprised at how much support you did not know you were missing!

Pada masanya saya melahirkan, di tahun 2006 dan 2008, social media, WAG, komunitas, forum dan sejenisnya belum nge-trend. Nggak ada tuh yang namanya teman berbagi derita, atau setidaknya tempat mencari informasi. Pegangan saya waktu itu adalah buku tebal berjudul “Bayi Pada Tahun Pertama: Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan,” dari Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff dan Sandee E.Hathaway, B.S.N dan curhat ke dokter anak untuk menjawab segala kegalauan dan kebodohan sebagai ibu baru!

Teman setia saya saat menangis karena lelah, sakit pinggang karena menyusui, sampai sempat membatin “kok begini amat yang punya bayi,” ya nggak ada. Paling jadi kesal sendiri sama suami atau marah-marah nggak jelas ke bayi yang nggak bakalan ngerti juga omongan saya. Curhat ke mama? Duuuh, mana berani. Mama saya kan masuk ke dalam aliran Hitler. Nggak punya perasaan *__*.

Jadi sekarang, melihat betapa menjamurnya support group untuk para ibu baru, mulai dari WAG sampai komunitas-komunitas, saya semacam ingin ngomong ke para ibu baru “Bersyukurlah dan manfaatkanlah!” hahahaha. Karena kalian pasti nggak tahan gimana susahnya menjadi ibu baru kalau tanpa support dari sesama ibu.

Jadi, wahai para ibu baru, jangan pernah ragu untuk mencari teman senasib seperjuangan, karena banyak kok keuntungan yang akan kita dapat:

Support group untuk ibu baru

1. Being a mom is HARD, kita akan merasa lelah secara fisik dan emosi, maka dengan adanya support group yang juga sama-sama memahami struggles yang kita jalani ini akan membuat tingkat stress kita jauh berkurang. Ada teman berbagi cerita dan derita. Ada teman yang akan mem-pukpuk kita. Ibarat kata, ada penyaluran untuk mengeluarkan semua emosi yang terpendam.

2. Mengajar kita untuk realistis dan tidak merasa aneh sendiri. Mungkin aja kita terintimidasi dengan para ibu-ibu super power yang hilir mudik di social media, kan! Nah, dengan menemukan support group yang ‘sejenis’ kita jadi nggak merasa terintimidasi, karena toch banyak kok sesama ibu baru yang juga nggak sesempurna mbak influencer itu atau mbak artis yang anu.

3. Sumber berbagai informasi yang kita butuhkan. Mulai dari cara menyendawakan bayi, dokter anak yang pro RUM dan ASI, car seat yang oke, tukang pijat bayi andalan, hingga booster ASI yang tokcer.

Hanya satu nih pesan saya, cari support group yang sejenis sama diri kita ya! Jangan sampai kita terjebak di dalam pusaran support group yang ternyata hobi menghakimi, mengkritik tanpa ngasih solusi. Ketemu model support group yang begini sih, yang ada beban kita nggak berkurang malah nambah!


Post Comment