Menghadapi Generasi Alfa yang Sepertinya Akan Jauh Lebih Pintar dari Saya

Mari bersiap menghadapi generasi Alfa yang kayaknya bakal jauh lebih pintar dari kita (dari saya deh, hehehe).

Generasi alfa? Duh, generasi apa lagi ini? Kalau kemarin-kemarin kita sempat membahas soal para millennial dan xeniale, di masa depan kita bakal mendidik (baca:menghadapi) anak-anak generasi alfa, yang seyogyanya akan jauh lebih pintar, bahkan dari millennial.

Menghadapi Generasi Alfa yang Sepertinya Akan Jauh Lebih Pintar dari Saya - Mommies Daily

Image dari sini

Siapa Generasi Alfa?

Mereka adalah anak-anak dari para millennial yang lahir sekitar tahun 2010 ke atas. Anggota termuda dari generasi ini akan lahir di tahun 2025. Saat ini, diperkirakan sekitar 2,5 juta anak-anak generasi alfa lahir setiap minggunya, di seluruh dunia. Wow!

Karena saat ini sekolah, teknologi, dan fasilitas hidup jauh lebih baik, anak-anak generasi Alfa kelihatannya akan jauh lebih pintar dari generasi-generasi sebelumnya. Entah ini kabar baik, atau tidak, generasi Alfa akan lebih menggantungkan dirinya terhadap teknologi.

Jangan sampai ketinggalan

Saking tergantungnya mereka terhadap teknologi, bahkan dari usia 6 bulan pun, kebanyakan anak generasi Alfa sudah fasih memegang gadget dan mengoperasikannya. Well, kebayang, kan, bagaimana mereka nanti di usia 13 tahun? Jangan sampai orangtua kalah pintar dan mudah ‘dibohongi’ mereka di masa depan. Untuk itu, sebelum terlambat, kita sebagai orangtua harus tahu juga apa yang sedang ‘in’ dan apa yang sudah out of date. Mendampingi mereka dalam berteknologi juga merupakan salah satu cara buat kita supaya nggak ketinggalan, dan mereka nggak kebablasan.

Ajak aktif bergerak

Teknologi dan fasilitas yang memudahkan anak-anak ini nantinya akan semakin membuat mereka malas bergerak. Mungkin di masa mereka nanti, baru niat mau makan apa di kepala, sedetik kemudian makanannya sudah di depan mata. Lebay? Kayaknya nggak juga. Segalanya mungkin. Untuk itu tanggung jawab orangtua milenial, nih, yang harus mengajak mereka aktif bergerak. Sesimpel jalan kaki ke sekolah kalau sekolahannya dekat, atau melakukan aktivitas rutin tanpa gadget seperti berkebun, jalan-jalan sore di taman, dan aktivitas-aktivitas yang membuat mereka tetap rajin bergerak. Jangan sampai otak encer, tapi sulit bergerak karena obesitas.

Perbanyak kegiatan yang membutuhkan sosialisasi

Nggak usah generasi Alfa, para xenial dan millennial, kalau sudah sibuk dengan gadget, biar pun lagi ngumpul, tetap saja yang ditatap gadget di tangan. Nah, generasi Alfa bisa jauh lebih parah dari yang sekarang. Untuk itu, pertahankan tradisi playdate, silaturahmi dengan keluarga seminggu sekali tanpa gadget, atau masukkan anak ke tempat les dan komunitas yang mengharuskannya berkomunikasi dengan sesama teman.

Bekali dengan nilai-nilai positif kehidupan

Kebayang, ya, dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, teknologi menjadi jendela dunia bagi si generasi Alfa. Dengan mudahnya mereka mengenal, memelajari, dan mungkin mengadaptasi budaya dan teknologi luar negeri. Iya kalau positif, kalau negatif gimana? Kita nggak bakal bisa melarang mereka untuk mengakses itu semua, terutama ketika mereka mulai dewasa dan mandiri. Yang bisa kita lakukan sejak mereka kecil adalah menanamkan nilai-nilai positif kehidupan. Tekankan mana yang baik dan buruk. Mana yang perlu diadaptasi, mana yang harus ditinggalkan. Semua itu untuk kebaikan mereka sendiri kelak.

Jadi, mari untuk para mommies dengan anak generasi Alfa, jangan sampai kalah “pintar” dari anak sendiri.


Post Comment