Anak Kelebihan Rasa Percaya Diri?

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Anak percaya diri tentu bagus, tapi bagaimana jika berlebihan sehingga dia tak lagi mengenal kata rendah hati? Berikut 7 cara mengajarkan anak rendah hati. 

Seorang teman pernah curhat pada saya, beberapa kali dalam sebulan, ia mendapat komplain dari ibu teman sekelas anaknya. Pasalnya, Gus (9), anaknya yang duduk di kelas 3 SD, terlibat pertengkaran dengan teman sekelasnya. Gus anaknya sangat ‘sensi’, mudah marah dan tersinggung. Udah begitu, susah diminta mengalah. Merasa paling benar, tidak mau berbagi, dan tidak mau disalahkan, walaupun kenyataannya ia salah. Gus selalu ingin mendapat perlakuan khusus.

Padahal, menurut cerita teman saya, di rumah, ia merasa cukup keras mendisiplinkan Gus. Hanya saja, satu hal yang ia amati, Gus punya rasa percaya diri. Terlampau tinggi malah. Ia pun mempertanyakan sikapnya, apakah ada yang salah dari caranya menanamkan rasa percaya diri pada Gus?

Sebagian orang tua masih harus berjuang agar anaknya punya rasa percaya diri. Kepercayaan diri adalah sesuatu yang penting yang harus dimiliki anak. Seperti anak saya, Pi (10). Percaya diri memengaruhi caranya bersosialisasi dengan temannya. Percaya diri juga memengaruhi belajarnya. Kemampuannya mengerjakan soal jauh lebih bagus ketika ia percaya diri! Dengan bekal percaya diri, ia juga jadi lebih mudah menyerap dan memahami pelajaran. Tapi di sisi lain, di balik kepercayaan diri yang berlebihan, mengintai sikap arogansi, merasa berhak (entitlement), merasa paling benar, menuntut, dan sikap lain yang menjengkelkan bagi teman sepermainannya.

PR banget, bagaimana menanamkan rasa percaya diri, sekaligus rendah hati. Ada begitu banyak kualitas kebaikan yang bisa muncul dari kerendahan hati ini. Rasa hormat, kebaikan, kemurahan hati, welas asih, dan kesabaran, tercakup dalam kerendahan hati. Jika Anda rendah hati, Anda memikirkan orang lain, berempati dengan orang lain, menempatkan kesejahteraan dan perasaan mereka di atas ego Anda. Lantas, bagaimana menanamkannya pada anak? Ada 7 langkah yang bisa dicoba.

Anak Kelebihan Rasa Percaya Diri - Mommies Daily

Langkah 1

Beri pemahaman pada anak tentang apa itu kerendahan hati. Contoh sederhananya, mempertimbangkan orang lain di atas diri kita sendiri. “Kalau aku ambil mainannya si A, kira-kira gimana perasaannya?” “Kalau aku bilang si A gendut, marah nggak ya?”

Langkah 2

Ajari mereka melayani orang lain. Melayani bukanlah sesuatu yang nista. Melayani keluarganya, melayani teman di sekolah, melayani orang yang lebih kekurangan dari kita. Kalau kurang enak pakai istilah melayani, bisa juga pakai istilah menjadi pengurus. Seperti yang sedang saya terapkan ke anak. Dia berperan sebagai pengurus kucing peliharaan di rumah, pengurus piring kotor, pengurus lantai kotor, dan pengurus tamu. Meski awalnya ogah-ogahan, lama-lama dia pun bangga dengan ‘pangkatnya’ sebagai pengurus.

Langkah 3

Ajak anak melihat bahwa di sekitarnya ada banyak anak-anak yang punya cara hidup yang berbeda dengan anak. Tak sedikit mereka yang hidupnya kurang beruntung dari dia. Perbedaan dan keragaman harus diterima dan dihargai.

Langkah 4

Minta maaf atas kesalahan Anda dan anak harus melakukan hal yang sama. Meminta maaf membuat Anda mengesampingkan gengsi. Bahkan jika kita hanya punya salah sedikit saja, tak perlu sungkan untuk meminta maaf dengan cepat.

Langkah 5

Dorong anak untuk menetapkan tujuan dan menggunakan metode yang sesuai dan etis untuk mencapai tujuan tersebut. Orang yang rendah hati tidak akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Hindari bertindak curang, berbohong, mensontek, menghasut, dan perilakuk negatif lainnya.

Langkah 6

Jangan pernah mempermalukan anak. Kerendahan hati bukanlah hal yang bisa dipaksakan, sebab munculnya dari hati yang paling dalam. Karena itu, ketika kita ingin menanamkan kerendahan hati, hindari mendidik anak dengan kekerasan, maupun menjatuhkan harga diri mereka.

Langkah 7

Menjadi role model anak. Cara terbaik mendidik anak adalah dengan memberi contoh hidup: menjadi inspirasi bagi anak. Seperti pendapat tokoh pendidik anak, Charlotte Mason, salah satu unsur penting dari pendidikan anak adalah ‘atmosphere’. Anak belajar dari apa yang ia lihat dan dengar. Menciptakan atmosfer terbaik salah satunya dengan menerapkan perilaku yang bisa menjadi role model bagi anak.


Post Comment