Nggak Perlu Takut Sama Kuman, Lakukan 3 Perlindungan Ini untuk si Kecil - Mommies Daily

Nggak Perlu Takut Sama Kuman, Lakukan 3 Perlindungan Ini untuk si Kecil

Nggak adil buat si kecil, kalau apa-apanya serba saya larang. Jadi paling memungkinkan, saya yang harus memberikan perlindungan maksimal di masa eksplorasinya.

“Bunda, Jordy boleh nggak main hujan?”

“Bunda, Jordy mau siram tanaman, ya!?”

“Bunda, Jordy boleh ya bantuin Kokong nyuci mobil?”

Dan segudang permintaan izin dari anak lanang saya Jordy (3,7). Kalau ngikutin rasa khawatir kayaknya pingin serba melarang. Tapi kan, seusia Jordy sedang senang-senangnya mencoba hal yang baru. Dan mengulang kegiatan yang dia gemari. Misalnya menyiram tanaman dan membantu kakeknya mencuci mobil.

Nggak Perlu Takut Sama Kuman, Lakukan 3 Perlindungan Ini untuk si Kecil - Mommies Daily

Sebagai ibu, nggak adil dong, kalau saya serba melarang. Sementara saya juga nggak ngasih dia aktivitas alternatif. Makanya supaya sama-sama tenang dan senang, paling memungkinkan saya make sure sudah kasih perlindungan maksimal. Dan selama ini, memang terbukti efektif. Buktinya, frekuensi Jordy sakit masih tergolong normal. Dan jika terlanjur sakit, recovery Jordy termasuk cepat. Baik itu dengan bantuan obat dari dokter ataupun home treatment.

1.Konsumsi masakan rumah

Secapek apapun saya pas pulang ngantor. Paginya saya mewajibkan diri masak buat Jordy. Karena saya percaya, kesehatan itu cerminan dari apa yang kita konsumsi setiap harinya. Begitu juga dengan anak-anak. Ya nggak apa, untuk camilan kita beli jadi, seperti cookies atau roti (saya nggak seidealis itu juga kok :D). Tapi untuk makanan sehari-hari, (IMHO) sebaiknya mengonsumsi masakan rumah. Dari segi bahan-bahan mentahnya kita kan pasti memilih yang terbaik. Proses masaknya nggak overcook, memastikan nutrisi di sayuran dan sumber protein masih terjaga. Begitu juga dengan alat masak yang dipakai. Kalau beli di luar, walau penampakannya terlihat bersih apa iya menjamin layak dan sehat masuk ke dalam perut si kecil?

2.Cuci tangan dan mandi dengan cairan antiseptic yang mengandung Povidone- Iodine

Kenapa harus spesifik cairan yang mengandung Povidone- Iodine? Soalnya kandungan ini punya beberapa kelebihan di antaranya:

  • Zat antiseptic dengan spektrum yang luas. Artinya tidak hanya mampu membunuh satu kuman. Tapi juga mampu membunuh semua kuman. Yang terdiri dari, bakteri, virus, jamur dan lain-lain
  • Dapat mengatasi kuman penyebab penyakit termasuk bakteri-bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik. Namun tidak akan menimbulkan resistensi yang bermakna secara klinis
  • Mampu mengendalikan penyebaran infeksi tropikal. Artinya penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit.

Nggak Perlu Takut Sama Kuman, Lakukan 3 Perlindungan Ini untuk si Kecil - Mommies Daily

Nah, selama ini saya memercayakan BETADINE® Antiseptic Skin Cleanser untuk Jordy mandi dan cuci tangan. Kandungan Povidone- Iodine 7,5%, terbukti melindungi dari berbagai kuman dan bakteri penyebab penyakit. Kenapa saya makin yakin selalu menyediakan BETADINE® Antiseptic Skin Cleanser di rumah?

Di tahun 1969, tim NASA, khususnya Apollo 11 menggunakan BETADINE® Antiseptic, untuk membantu mengendalikan kemungkinan para anggota Apollo 11 terkontaminasi bakteri yang berasal dari bulan. Saya sempat bergumam, “Wah, berarti BETADINE® ternyata usianya sudah lawas juga, ya?” Yap benar mommies, tepatnya di 1963 BETADINE® sudah menjadi merek dagang yang beredar di berbagai belahan dunia.

Sekarang Jordy sudah hafal, kalau habis main dari luar, atau bepergian dari tempat-tempat keramaian, atau pusat media, seperti mall, atau rumah sakit. Dia sudah inisiatif minta mandi dan cuci tangan pakai sabun BETADINE® Antiseptic Skin Cleanser.

Saya lakukan, secepat mungkin, soalnya berbagai kuman penyebab penyakit yang ada di sekitar kita, atau bisa jadi menempel setelah dari pusat keramaian yang tadi saya sebutkan, bisa bertahan hingga 24 jam, lho. Kebayang nggak tuh, kalau nggak kita bunuh dengan Povidone- Iodine 7,5%, bakalan nempel terus di badan si kecil, huhuhuhu. Terus bisa juga menyebar ke seluruh rumah.

3.Wajib vaksin

Dengan vaksinasi, menurut dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog pertama di Indonesia, seseorang diharapkan memiliki kebebalan terhadai infeksi. Dengan berbagai jenis imunisasi yang dilakukan¸tujuannya akan semakin banyak orang uang terlindungi. Akhirnya suatu penyakit dapat musnah total.

Ada kasus nyata yang sempat saya temui. Anak kedua teman saya, tidak diberikan vaksin rotavirus (untuk diare). Di usianya menjelang 3 tahun, dia bolak balik ke dokter selama hampir dua bulan, hanya untuk urusan diare. Sementara anak pertamanya, diberikan vaksin rotavius, dan tidak keluhan berarti terkait diare.

Semoga si kecil tetap bisa menikmati masa-masa eksplorasinya, tanpa mommies merasa takut dengan kuman yang bertebaran di sekitar kita, ya.


Post Comment