Reflection on Childhood: Andrew Ryan Samuel, “Menulis itu Harus Punya Goal”

Andrew-Ryan-Samuel

Di usia yang baru genap 16 tahun, Andrew Ryan Samuel sudah meluncurkan buku self improvement berjudul “The Trigger of Everything”. Remaja kelahiran Jakarta, 25 Maret 2002 ini memang bercita-cita menjadi motivator yang bisa mendonasikan uang untuk banyak orang. Bisa dibilang cita-cita yang cukup unik dibanding anak seusianya.

Saat berbincang dengan Andrew usai peluncuran bukunya Jumat, 20 April lalu, sangat terasa bahwa siswa Singapore School Pantai Indah Kapuk ini punya semangat yang tinggi dan bisa menularkannya pada banyak orang. Bagaimana ia dididik hingga bisa menulis buku self-improvement berbahasa Inggris di kelas 1 SMA? Simak ceritanya ya!

Apa sih tiga hal yang paling disuka dari diri kamu?

Tiga hal yang saya suka dari diri saya itu saya bisa dan suka bicara di depan banyak orang, saya nggak pernah takut dan nggak nervous. Aktivitas fisik saya juga lumayan (kuat), saya bisa angkat sampai 80-120 kg, saya ngegym sejak 2 tahun lalu. Saya juga orang yang friendly, saya bisa gampang bicara sama teman-teman saya dan bisa bikin mereka ketawa.

Adakah momen di masa kecil, yang membentuk karakter kamu hingga seperti sekarang?

Ada momen yang temen saya mengatakan bahwa saya gedenya nggak akan bisa ngapa-ngapain. Dia agak bercanda tapi saya tangkep kesannya serius, tapi itu memang dulu saya masih nggak percaya diri, 5-6 tahun yang lalu waktu masih SD. Dulu saya nggak percaya diri karena masih kecil dan masih belum bersosialisasi. I have friends, I like to play game with my friends tapi di kelas 6 waktu saya mulai suka bikin film, ada satu pemicu lagi, dia bilang saya selamanya nggak mungkin bisa bikin film dengan bagus. Itu pemicu keduanya. Mungkin sebetulnya dia yang nggak pede jadi malah menjatuhkan orang.

Andrew-Ryan-Samuel-2

Kalau andil orangtua gimana?

Seminggu lalu saya ambil kelas public speaking di MRLC, Merry Riana Learning Center. Tiga tahun lalu, waktu umur 13 tahun saya pernah belajar juga di Adam Khoo Camp itu yang jadi trigger saya untuk suka dan seneng public speaking.

Film atau buku favorit yang sampai mengubah cara pandang kamu akan sesuatu?

Dalam bisnis? Kalau dalam bisnis buku favorit saya Zero to One: Notes on Startups, or How to Build the Future, di buku itu banyak membukakan mata, kaya mata ketiga kebuka. Kalau film nggak ada, tapi kalau film cuma seru-seru doang sih.

Kalau dari obrolan dengan orangtua, ada nggak yang jadi salah satu acuan hidup kamu?

Tidak boleh sombong, harus tetep humble karena kita tidak tau kapan ada hal memalukan. Sejak dulu mama papa saya bilang saya harus humble sama semua orang, harus selalu sapa dan bilang terima kasih. Kaya gitu.

Kamu punya tips nggak sih buat anak muda seperti kamu, yang mau mencoba mulai belajar menulis buku?

Jika menulis self improvement, harus memiliki goal. Goalnya itu apa? Mau self improve orang kaya gimana? Misal tentang public speaking untuk remaja, atau mau improve mereka punya health, body language. Harus punya motif dan resources-nya. Resource dan risetnya itu bisa lewat internet, YouTube atau cuma reading at your home, atau self experience, from your past memories.

Thank you, Andrew. Semoga bisa terus memotivasi banyak orang ya!


Post Comment