Punya Anak Toddler? Wajib Tahu Tiga Hal Ini

Tiga hal yang bakalan membuat mommies selalu punya alasan untuk sabar dan punya tujuan membesarkan si kecil.

Saya pernah curhat di social media, tentang betapa menantangnya menghadapi anak saya yang sedang ada di usia toddler. Soalnya dia sudah punya mau, kalau kata teman-teman psikolog anak, mulai muncul fase ke-aku-annya. Bias lho saya negosisasi alot tingkat Kecamatan sama anak lanang saya. Mencari titik tengah, atas situasi yang sedang kami hadapi.

Punya Anak Toddler? Wajib Tahu Tiga Hal Ini - Mommies Daily

Yakin deh, setiap ibu punya kondisi “perangnya” masing-masing. Dikatakan dalam situs themilitarywifeandmom.com, “Parenting a strong-willed toddler is tough work.” Hahaha, mana yang jawab setuju?.

Dari situs itu pula, ada tiga hal menarik seputar parenting di masa-masa anak toddler. Dan saya pun mengamini, pernah dan masih mengalaminya.

1.Kita sedang membesarkan calon pemimpin

Mana kita tahu, mereka yang dulunya sering ngeyel, karena sudah tahu maunya apa. Ke depannya akan jadi pemimpin. Minimal buat saya, jadi sosok yang punya sikap. Nggak cuma ikut arus. Membesarkan calon pemimpin, membutuhkan cara pengasuhan yang luar biasa. Tidak sebatas kesabaran, tapi juga bimbingan yang luar biasa.

2.Tidak perlu punya perasaan nggak enak dengan lingkungan sekitar

Pas menegakkan disiplin sama si kecil di tempat umum, mommies nggak perlu merasa nggak enak karena sudah membuat sedikit kegaduhan (misalnya diiiringi suara tangisan si kecil). Selama apa yang mommies lakukan, sesuai dengan kesepakatan dengan anak dan pasangan. Tidak menyakiti siapapun. “This is not an easy job and there will be tears. Carry on, mama. Don’t apologize for being a good mom and doing the hard work.”

Baca juga: Kalimat Pengganti, “Jangan Menangis, ya, Nak”

3.Anak yang punya kemauan keras, anak luar biasa, lho

Pas beranak usia 3 tahun, dan kini hamper 3 tahun. Saya membiarkan Jordy memilih apa yang dia suka. Mau mau ice cream, dua buah, silakan! Selama dia tahu risiko yang bakalan di dapat, batuk misalnya. Atau saat makan, minta pakai sambal (iya, anak saya sudah punya toleransi dengan sensasi pedas). Saya akan kasih, nanti kan dia sendiri yang bias merasakan, saat mulut mulai panas karena rasa pedas.

Atau kekeuh mau belajar mau memotong pakai pisau yang tajam, tinggal damping dan kasih bahan yang muda dipotong.

Your strong-willed toddler is filled with greatness. You just have to find it, draw it out, and allow it to shine.”

Baca juga: 20 Pertanyaan, yang Bisa Mommies Ajukan untuk Anak Toddler

*Artikel ini diadaptasi dari themilitarywifeandmom.com


Post Comment