Bayi Cegukan, Bolehkah Diberi ASI?

bayi cegukan

Bayi sering cegukan kadang membuat bingung ya mommies. Karena kadang dia jadi kesal sendiri dan rewel. Bingung juga sebetulnya bagaimana cara menghentikan bayi cegukan.

Cegukan atau hiccups atau dalam bahasa medisnya disebut singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma. Kontraksi tersebut mengakibatkan hisapan udara secara mendadak masuk ke dalam paru melewati ruang antara pita suara (glottis), sehingga menyebabkan terjadinya suara hik yang khas.

Menurut dr. Meta Hanidita SpA, cegukan pada bayi sebetulnya adalah sesuatu yang normal. Semua bayi bahkan bisa dibilang sering mengalami cegukan, jadi tidak perlu khawatir.

“Sebenernya cegukan ini gerakan refleks dari tubuh saat otot diafragma mengalami kontraksi atau pengencangan secara mendadak. Akibatnya udara tiba-tiba tertarik masuk lewat mulut dan menimbulkan suara ceguk atau hik,” jelas dr. Meta.

Salah satu cara untuk menghentikan cegukan juga biasanya dengan disusui. Tapi sebenarnya secara medis, bolehkah bayi cegukan diberi ASI?

Ternyata boleh asal perlekatannya tepat. Saat awal-awal menyusui, ibu dan bayi biasanya masih mencari posisi yang paling enak untuk menyusui sehingga perlekatannya belum selalu tepat sehingga bayi jadi cegukan. Untuk bayi yang tidak menyusu langsung (menggunakan botol), bisa dicek lubang pada dot yang digunakan.

“Menyusui boleh, tapi pastikan posisi dan perlekatannya tepat. Kalau tidak tepat, udara bisa masuk, sehingga akhirnya memudahkan terjadi cegukan. Minum dengan botol kalau lubang di dot terlalu besar, iya ada risiko udara yang masuk lebih besar,” lanjut dr. Meta.

Cegukan juga ternyata bisa berhenti sendiri lho. Jadi sebetulnya tidak perlu panik mencari cara untuk menghentikan cegukan pada bayi.

“Bisa berhenti sendiri kok, tapi untuk mengurangi, selalu sendawakan bayi setelah menyusu,” pungkas dr. Meta.


Post Comment