6 Tips Agar Anak Disiplin dan Taat Aturan

agar anak disiplin

Agar anak disiplin dan taat aturan, saya dan suami termasuk orangtua yang “tega”. Kami tipe orangtua yang mempersilakan Xylo menangis di lantai toko mainan karena memang bukan saatnya untuk beli mainan.

Kami juga tegas pada penggunaan car seat sejak ia bayi dan stroller sejak beratnya lewat 10 kilogram karena capek aja sih gendong anak sambil jalan. Juga aturan nonton YouTube hanya saat weekend dan tidak pada hari kerja.

So far so good, dan Xylo juga mengerti bahwa segala sesuatu itu ada aturannya. Jadi ini beberapa tips agar anak disiplin dan taat aturan:

1. Sepakati aturannya dengan suami dan orang rumah

Kami harus satu suara pada aturan apapun agar Xylo tidak bingung dan tidak berbohong. Iya, berbohong terutama jika anak tinggal dengan kakek/nenek ya. Kakek dan nenek paling bisa bilang “udah boleh, tapi jangan bilang ibu”, sering dong lihat kakek/nenek yang seperti itu.

Beruntung bagi kami yang tinggal jauh dari orangtua dan mertua, jika ada hal baru yang belum pernah dilakukan, kami biasanya membicarakannya dulu berdua untuk diambil keputusan sebelum memperkenalkan aturan itu pada Xylo.

2. Tegas menegakkan aturan

Menjalankan aturan dengan tegas lebih menantang daripada membuat aturannya lho. Apalagi pasti dibumbui air mata dan ngamuk-ngamuk. Intinya jangan kalah aja sih. Sekalinya kalah, anak akan coba lagi karena dia berharap kita kalah lagi. Kuat-kuatin aja.

3. Buat rutinitas

Balita lebih gampang diajari aturan dengan rutinitas. Misal jam 9 sudah harus di kamar dengan lampu padam. Kalau lewat atau ada yang berubah mereka biasanya jadi cranky karena bingung. Bagi Xylo yang tiap hari diantar ayahnya ke daycare, sekalinya diantar saya aja dia bisa bingung banget sampai nangis lho. Jadi buat rutinitas dan kalau ada perubahan rutinitas, sounding dulu dari beberapa hari sebelumnya supaya dia nggak kaget.

4. Beri contoh

Minta anak tidak main gadget tapi kita sendiri sibuk dengan HP juga nggak mungkin banget ya. Jadi lakukan dengan contoh, jika kita bikin aturan no gadget on weekdays, maka temani ia bermain dan bukannya sibuk sendiri. Atau beri contoh makan sayur itu enak, mandi itu agar tidak gatal dan tidurnya enak, dan lain sebagainya.

5. Tidak perlu marah-marah

Hayo siapa di sini yang maksud hati ingin mengingatkan aturan tapi jatuhnya malah ngomel-ngomel? Nggak perlu ya. Saya jaraaaanggg sekali marah hanya demi dia ikut aturan. Takutnya kalau saya marah, dia ikut aturan hanya karena takut saya marah. Bilang baik-baik sambil dipeluk bisa banget lho. Ingatkan berulang-ulang dan jawab dengan sabar.

6. Bangun Komunikasi

Komunikasi ini kunci utama agar anak disiplin dan taat aturan. Kita harus bisa menjelaskan alasan di balik aturan yang kita buat itu, jangan pake alasan menyebalkan “because I said so” ya. Semua harus ada alasannya agar anak juga bisa percaya bahwa semua aturan ini demi kebaikan dia.

Tidak mudah ya, mommies. Siapa bilang punya anak itu mudah. :)


Post Comment