Kapan Saat Terbaik untuk Resign? - Mommies Daily

Kapan Saat Terbaik untuk Resign?

Jika kita mengalami salah satu dari lima kondisi di bawah ini, mungkin sudah waktunya bagi kita mengajukan surat pengunduran diri alias resign.

Bagi saya resign dari sebuah perusahaan bukan berarti perusahaan tersebut jelek atau rekan kerjanya tidak baik. Jangan pernah jadikan lingkungan atau kondisi sekitar sebagai alasan kita resign. Jadikanlah diri kita sendiri yang bertanggung jawab penuh atas semua keputusan yang kita ambil.

Kapan Saat Terbaik untuk Resign? - Mommies Daily

Ada beberapa alasan yang biasa  digunakan ketika seseorang resign :

1. Ketika ada opportunity yang memang jauh lebih baik

Alasan ini paling baik karena berarti kita cukup dihargai di perusahaan baru dan pastinya ditawari posisi atau jabatan ataupun benefit yang jauh lebih baik.

2. Ketika Pekerjaan yang dilakukan sudah tidak sesuai passion dan TIDAK diberi kesempatan pindah bagian

Seringkali rekan kita mengatakan “Passion gue nggak di sini nih.” Namun hal ini tidak semata-mata bisa menjadi alasan kita langsung resign, jika memang passion kita tidak di divisi tersebut, bisa dikomunikasikan terlebih dahulu ke atasan dan HRD. Cukup banyak company yang mempertimbangkan pengembangan karyawan sehingga akan membantu menyalurkan “passion”   tersebut.

Jika sudah dikomunikasikan, namun tidak mendapat respon positif, maka saat yang tepat untuk kita memulai mencari pekerjaan yang menjadi “passion”.

3. Ketika Pekerjaanmu membuatmu sakit-sakitan

Hal ini pernah saya alami, hampir setiap hari saya keluar dari kantor di atas jam sembilan malam, bahkan pernah sampai jam empat pagi. Yang berujung saya harus opname selama satu bulan lebih di rumah sakit.

Sebenarnya jika pekerjaan terlalu banyak, tetap bisa dikomunikasikan dengan atasan, misalnya perlu tambahan karyawan. Jika atasan acuh tak acuh, maka saatnya untuk “say goodbye”

Karena kesehatan kita jauh lebih penting daripada pekerjaan dan perusahaan, jika kita sakit, percaya deh perusahaan bisa dengan mudahnya mencari pengganti kita.

4. Ketika ada masalah dengan rekan kerja

Jika memang ada masalah dengan rekan kerja, sebaiknya selesaikan baik-baik. Apabila memang tidak bisa diselesaikan, cukup diikhlaskan saja.

Jika yang membuat kita tidak nyaman karena rekan kerja tidak menyukai kita maka hal tersebut bukan masalah bagi kita, tugas kita di kantor adalah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dengan kata lain jangan terlalu ‘baper’ dengan pandangan orang lain.

Baca juga: 5 Tanda Atasan Ingin Anda Segera Resign

5. Ketika Jabatan tetap sama selama belasan tahun

Hal ini perlu dilakukan evaluasi terhadap diri sendiri, apakah sudah cukup bagus dalam bekerja. Jika sudah bagus, namun tidak pernah diperhatikan oleh atasan, maka silakan mencari tempat lain.

Jika kita berada di antara kelima alasan di atas, artinya momentum terbaik buat kita mengajukan surat resign. Tapi unsur lain yang wajib untuk diperhitungkan, ketika kita memang sudah mendapatkan penawaran yang lebih baik dan sudah dipertimbangkan matang-matang, bukan atas nama emosi sesaat.

Karena alasan kedua hingga keempat, mungkin saja akan kita temukan di tempat kerja yang baru. “So, be wise when you say you wanna resign”

Dan tidak kalah penting adalah pilih waktu resign di akhir tahun, sehingga ketika mau lapor SPT tahunan tidak terjadi kurang atau lebih bayar pph21.

Baca juga: Alasan Pindah Kerja (Di Luar Gaji yang Lebih Tinggi)

*Ditulis oleh Vimalajatini Fitria-Tim Experd


Post Comment