7 Hal yang Sebenarnya Tidak Ingin Saya Lakukan Dalam Sebuah Hubungan

Sebuah I won’t ever list ketika saya menjalani sebuah hubungan kembali pasca bercerai …..

Pasca bercerai, banyak orang bertanya kepada saya, apakah suatu saat nanti saya akan menikah lagi? Jawaban saya “mungkin.” Mungkin saja kalau saya bisa menemukan laki-laki yang kembali membuat saya jatuh cinta :). Mungkin saja, kalau saya sudah merasa siap kembali terjun dalam sebuah hubungan yang alur perjalanannya bisa seperti roller coaster, kadang naik kadang turun.

Namun di luar itu semua, sebelum kembali membina sebuah hubungan, saya harus memastikan, bahwa baik saya maupun pasangan saya kelak tidak akan pernah melakukan 7 hal ini.

7 Hal yang Sebenarnya Tidak Ingin Saya Lakukan Dalam Sebuah Hubungan - Mommies Daily

1. Saya tidak ingin kehilangan diri saya

Jatuh cinta bukan berarti saya harus kehilangan siapa diri saya yang sebenarnya. Atas nama ingin menyenangkan pasangan lalu membuat saya tidak lagi mengenali siapa saya yang sesungguhnya, itu pasti bukan sebuah hubungan yang sehat. Jika pasangan saya jatuh cinta kepada saya yang awalnya bawel, keras kepala dan OCD, ya itulah yang akan dia hadapi seterusnya. Saya tidak harus berpura-pura suka menggunakan pakaian tertutup rapat, atau berpura-pura membenci anjing. Love your partner truly but love yourself at the same time too.

2. Saya tidak ingin mudah menyerah terhadap satu sama lain

Selalu ingat saat di awal kita memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan. Ada rasa sayang, peduli, cinta dan rela berkorban. Setiap kali ada rasa ingin menyerah, ingat-ingat saja alasan kenapa saya ingin menjalani hubungan ini.

3. Saya tidak ingin membandingkan

Entah itu membandingkan hubungan yang kami jalani dengan hubungan pasangan lain, atau membandingkan pasangan saya dengan orang lain. Sederhana saja kan, kalau kita tidak suka dibandingkan, ya jangan membandingkan.

4. Saya tidak ingin penuh curiga

Hubungan yang dipenuhi dengan rasa curiga itu sangat sangat melelahkan. Saya model yang tidak suka membuka-buka gadget pasangan hanya untuk mencari tahu ada apa di dalamnya. Saya juga tidak mencari tahu password social media pasangan. Diam-diam mencari tahu atau ‘memata-matai’ malah sering kali menimbulkan dugaan-dugaan yang membuat kita merasa tidak nyaman. Susah? Banget, apalagi kalau kita punya masa lalu yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kepercayaan :).

5. Saya tidak ingin meminta pasangan saya untuk berubah

Ini salah satu kesalahan yang saya alami di pernikahan terdahulu. Sibuk memaksa pasangan untuk berubah sesuai keinginan kita, begitu pun sebaliknya. Padahal kalau mau berubah ya harus kesadaran sendiri :). Begitu kita memasuki sebuah hubungan, sayangnya secara perlahan kita sering terlalu fokus pada kekurangan pasangan. Rather than accepting the fact ‘no one is perfect,’ we tend to change our partner.

6. Saya tidak ingin menyimpan dendam

Menyimpan dendam atas dosa masa lalu pasangan hanya akan mengikis perasaan yang kita punya. Intinya, kalau tidak bisa memaafkan ya jangan dilanjutkan. Kalau sudah memutuskan untuk memaafkan, jangan terus diungkit. Try to forgive and forget, for it is the best policy in a relationship.

7. Saya tidak ingin berselingkuh

Nggak ada lagi penjelasan yang perlu saya jabarkan di sini. Saat kita sudah sepakat menjalani sebuah hubungan, terikat dan memiliki komitmen satu sama lain, itu artinya kita sudah mengerti bahwa konsekuensinya adalah kita tidak bisa asik-asik tebar pesona kanan kiri dan menjalin hubungan lagi dengan orang lain. Kalau kita tidak mampu, ya jangan berani berkomitmen.

Bagaimana dengan I won’t ever list mommies?


Post Comment