Tega! Foto Seorang Anak Berkebutuhan Khusus Disalahgunakan Sebagai Iklan Aborsi

Natalia Weaver, ibu dari Sophia (9) adalah korban dari seseorang yang lancang menggunakan foto anaknya yang berkebutuhan khusus untuk mempromosikan tindakan aborsi, di Twitter.  Inilah langkah berani yang dilakukan Natalie Weaver.

Saat penemuan internet dimulai 1969 lalu, oleh Departeman Pertahanan Amerika Serikat, dan makin booming penggunaannya di era 1990-an,  memang membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengakses dan memproduksi informasi. Masalahnya, informasi seperti apa yang layak kita sebar luaskan? Di social media contohnya, masih ada saja segelintir manusia yang nggak bertanggung jawab menggerakan jari-jarinya untuk menyebarluaskan berita bernada negatif atau menyudutkan pihak tertentu.

Tega! Foto Seorang Anak Berkebutuhan Khusus Disalahgunakan Sebagai Iklan Aborsi - Mommies Daily

Natalia Weaver, ibu dari Sophia (9) contohnya. Adalah korban dari seseorang yang lancang menggunakan foto anaknya yang berkebutuhan khusus untuk mempromosikan tindakan aborsi, di Twitter. Natalie melaporkan kejadian itu 21 Januari 2018 lalu. Ada tiga point yang ia tekankan dalam cuitannya.

Tega! Foto Seorang Anak Berkebutuhan Khusus Disalahgunakan Sebagai Iklan Aborsi - Mommies Daily

1. Minta tolong kepada seluruh followers-nya untuk melaporkan akun yang menyebarluaskan foto anak, yang disandingkan dengan ajakan melakukan tindakan aborsi.

2. Orang di balik akun tersebut, juga menggunakan foto anaknya yang berusia 9 tahun. Dan yang paling  bikin hati Natalie tersayat, orang tersebut seperti memanfaatkan keadaan fisik Sophia yang berkebutuhan khusus.

3. Meminta para pengacara, siapa pun itu, yang mungkin mau memberikan bantuan langkah hukum untuk keluarganya.

Seperti yang dilansir oleh boredpanda.com, 4 April lalu, tak perlu waktu lama. Keesokan harinya, 22 Januari 2018, Twitter akhirnya men-suspend akun yang menggunakan foto putrinya, disandingkan dengan ajakan melegalkan tindakan aborsi. Natalie juga berterima kasih, kepada ribuan pengikutnya yang sudah ikut membantu melaporkan akun yang menyebarluaskan kebencian tersebut.

Beberapa pelajaran yang bisa saya ambil, dari kasus ini, di antaranya:

1. Bijak menggunakan social media. Dari 3,8 milyar pengguna internet di seluruh dunia, yang diperkiraan 2018 nanti, mari jadi segelintir orang yang menyebarkan energi positif. Bisa kan, mommies?

2. Foto anak-anak, apapun keadaannya. Kalau kita mau menggunakannya, (seharusnya) sudah jadi hal yang lumrah izin terlebih dahulu ke orangtuanya. Bahkan, jika si kecil sudah besar, minta izin, boleh nggak foto dirinya dengan pose tertentu kita post di socmed. Kan anak juga punya hak jawab, siapa tahu yang sudah beranjak remaja, punya angle andalan, kayak kita-kita ini, hahahaha

Ada yang mau bersuara atas kasus yang baru saja dialami oleh Natalie?


Post Comment