Aturan Main Ibu Hamil Naik Pesawat

Di antara mommies yang sedang mengandung ada yang mau naik pesawat dalam waktu dekat ini? Sempatkan baca aturan mainnya dulu, ya.

Soal ibu hamil naik pesawat, saya jadi ingat momen ketika kakak saya hendak terbang dari Indonesia ke Oman. Saat itu usia kandungan dia masuk trimester ke 2. Usia yang kehamilan yang direkomendasikan para obgyn. Seperti yang juga dikemukakan dr. Riyan Hari Kurniawan, SpOG dari RS Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Pelni dan Klinik SamMarie Wijaya.

Aturan Main Ibu Hamil Naik Pesawat - Mommies DailyImage: reestocks.org on Unsplash

“Untuk kebanyakan ibu hamil, naik pesawat selama hamil adalah aman. Selama ibu dan janin dalam kondisi sehat, ibu bisa bepergian dengan pesawat sampai usia kehamilan 36 minggu. Namun waktu terbaik untuk bepergian dengan pesawat adalah saat trimester 2, yaitu antara minggu ke-14 dan minggu ke-28. Mengapa? Karena saat trimester 2, energi ibu sudah pulih, mual-muntah pagi hari biasanya sudah tidak ada, dan ibu masih mudah untuk bergerak bebas dan berjalan-jalan. Cek syarat penerbangan maskapai penerbangan ibu, karena terkadang peraturan yang berlaku berbeda-beda antarmaskapai,” jelas dokter Riyan.

Jika izin sudah dikantongi dari dokter kandungan. Lantas apa saja yang wajib diperhatikan? Berikut ini poin-poin penting dari dokter Riyan yang bisa mommies catat, ya.

  1. Periksakan kondisi terkini ibu dan janin ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi sebelum bepergian dengan pesawat,
  2. Ketahui waktu taksiran persalinan ibu,
  3. Bawa obat-obatan sederhana yang mungkin diperlukan saat perjalanan, seperti antinyeri, vitamin hamil, dll, jika perlu bawa obat-obatan yang diresepkan dokter,
  4. Periksa kondisi status vaksinasi ibu,
  5. Pikirkan mengenai lama perjalanan, semakin singkat semakin baik,
  6. Pakai sabuk pengaman sepanjang waktu penerbangan.

Selain itu, ada kondisi khusus seputar pembuluh darah yang patut mendapatkan perhatian mommies selama penerbangan. Dan sebaiknya hal ini juga dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Trombosis vena dalam adalah bekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah kaki atau panggul. Jika bekuan mengalir ke pembuluh darah paru, dapat mengancam nyawa. Ada peningkatan risiko trombosis vena dalam pada ibu hamil dan bepergian dengan pesawat terbang karena duduk dalam waktu yang lama. Risiko trombosis vena dalam semakin meningkat setara dengan lamanya penerbangan. Untuk mengurangi risiko terjadinya thrombosis vena dalam, dapat dilakukan hal berikut:

1.Pakai pakaian longgar dan sepatu yang nyaman

2.Duduk di bangku sisi lorong sehingga mudah untuk bangun berdiri dan berjalan untuk 3.Meregangkan kaki, lakukan ini tiap 2 jam

4.Lakukan peregangan sambil duduk setiap 30 menit

5. Minum beberapa kali dengan interval teratur sepanjang penerbangan

6. Pakai stoking kompresi elastik.

Namun ada kondisi-kondisi tertentu ibu hamil tidak direkomendasikan melakukan penerbangan. Dalam kondisi apa sajakah itu?

1.Usia hamil sudah 36 minggu

2.Ibu mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, ketuban pecah dini, ancaman persalinan preterm, maupun kehamilan ganda (kembar)

3.Ibu dengan anemia berat

4.Ibu dengan perdarahan per vagnam

5.Ibu dengan kondisi paru atau jantung yang tidak optimal sehingga sulit bernapas biasa.

Mengenai durasi penerbangan, dokter Riyan bilang tidak ada batasan maksimal lama penerbangan. Namun semakin singkat, akan semakin baik. Soal makanan, dokter Riyan menyarankan, sebaiknya hindari makanan penghasil atau mengandung gas, minuman berkarbonasi, minuman beralkohol dan minuman berkafein.

Safe flight, mommies!

 


Post Comment