8 Angka Sehat untuk Anak (dan Keluarga)

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Angka membantu anak mengingat hal-hal sehat dengan cara yang seru. Ini 8 angka sehat yang kami terapkan di rumah.

Saat ini Dhia sedang senang-senangnya bermain dengan angka. Di sekolah ia mulai mengenal penjumlahan dan pengurangan. Sehingga, ia pun makin sering menyebutkan angka-angka saat bermain.

Mumpung sedang senang dengan angka, saya pun memanfaatkannya untuk menanamkan gaya hidup sehat dengan cara seru. Lewat angka! Untuk sementara, hasilnya Dhia sering pula mengingatkan saya kembali untuk mengikuti 8 aturan hidup sehat. Seperti tadi pagi, ia mengatakan,”Ibu, jangan lupa nomor tujuh!” hanya karena saya keceplosan bilang,” Duh, masih malas makan, nih.” Hihi, seru, ya! Yes, nomor tujuh adalah hal wajib yang harus kami lakukan setiap pagi, yaitu sarapan. Ini dia 8 angka sehat yang diingat oleh kami sekeluarga.

8 Angka Sehat untuk Anak (dan Keluarga) - Mommies Daily

8 jam atau lebih untuk tidur setiap malam

Delapan jam merupakan waktu yang disarankan untuk anak tidur. Bahkan balita atau bayi memerlukan tidur malam hingga 10-12 jam. Waktu tidur selama ini dibutuhkan untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu, saat tidur sel-sel tubuh memasuki proses pemulihan. Hal inilah yang menyebabkan anak merasa lebih segar dan bugar di pagi hari.

Baca juga:

Kebutuhan Tidur Bayi Sesuai Usia

7 kali sarapan dalam seminggu

Angka ini menjadi andalan Dhia saat saya bilang malas sarapan. Sarapan memang menjadi hal wajib yang harus kami lakukan sebelum memulai aktivitas.

Baca juga:

5 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Sarapan Anak

6 kali mengonsumsi masakan rumah

Ini adalah jumlah minimal yang saya terapkan untuk Dhia dan saya sendiri. Sehingga, saya juga akan menahan diri untuk tidak terus-terusan jajan. Bagaimanapun masakan sendiri akan lebih lengkap gizi dan higienis.

5 porsi buah dan sayur dalam sehari

Ini hal wajib lainnya seputar makanan. Untugnya, Dhia dan Gia tak terlalu mempermasalahkan saat saya sering menyodorkan piring berisi buah dan sayur. Lima porsi ini diharapkan memenuhi kebutuhan serat harian anak.

4 pesan positif setiap hari

Senyum, senang, optimis, dan semangat, ini contoh pesan positif yang sering saya bisikkan ke Dhia sebelum berangkat sekolah. Kadang, pesan-pesan ini saya bisikkan sambil memeragakannya, sehingga Dhia pun berangkat sekolah dengan hati senang.

3 kali konsumsi susu atau produk turunannya dalam sehari

Dhia termasuk anak yang cukup malas minum susu. Dengan angka ini, Dhia lebih mudah mengatur sendiri, kapan ia harus minum susu atau mengonsumsi makanan produk susu lainnya.

2 jam maksimal di depan layar

Layar apapun, termasuk televisi dan gadget. Jatah nonton TV bagi Dhia dan Gia hanya ada pada sore hari sekitar jam 5 atau jam 6 hingga jam 7-8. Selain itu, mereka lebih banyak bermain atau membaca buku.

1 jam (atau lebih) untuk melakukan aktivitas fisik

Tak harus berbentuk olahraga. Aktivitas fisik yang saya terapkan untuk anak-anak bisa berupa main sepeda, main sepatu roda hingga berlarian mengejar kucing. Nggak harus satu jam banget, sih, untuk melakukan aktivitas yang sama. Intinya, mereka harus main di luar rumah minimal satu jam. Kalau saya sempat, saya juga mengajak Dhia lari pagi saat hari libur.

0 untuk minuman manis dalam sehari

Saya menghindari betul mengenalkan minuman kemasan yang mengandung kadar gula tinggi pada anak. Sebagai gantinya, saya lebih sering memberikan minuman manis dari jus buah tanpa tambahan gula


Post Comment