Meminta Anak Mengonsumsi Sayur, Apa yang Wajib Diperhatikan?

“Sayur dan buah mengandung serat tinggi yang jika diberikan terlalu banyak tanpa adanya pemberian protein hewani,  justru akan menghambat penyerapan zat besi.” Dokter Meta Hanindita

Segala sesuatu yang berlebih itu pasti akan berdampak untuk tubuh. Sekalipun itu bahan makanan yang punya segudang manfaat untuk metabolisme manusia, yaitu sayur.  Pada dasarnya aneka sayuran mengandung vitamin dan mineral yang bisa jadi tidak dapat terpenuhi dari bahan makanan lain. “Vitamin dan mineral yang merupakan mikronutrien ini tak kalah pentingnya dengan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) untuk tumbuh kembang anak,” jelas dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Baca juga: Catat! 4 Hal Ini Perlu Dilakukan Orangtua untuk Menjaga Kesehatan Anak

Meminta Anak Mengonsumsi Sayur, Apa yang Wajib Diperhatikan?Image: Huffington Post

Mengingat tingginya faedah sayuran untuk kesehatan, kadang sebagian dari kita panik pas anak nggak mau makan sayuran. Atau kata dokter Meta ada juga ada yang sengaja memberikan sayur-sayuran untuk MPASI perdana, dengan harapan anak kelak lebih menyukai dan mau makan sayur.

Faktanya, segala sesuatu yang berlebih itu, kan, juga nggak baik, ya mommies. “Semua sudah ada porsinya sendiri-sendiri. Nutrisi yang seimbang bagi anak berarti karbohidrat 55-60%, lemak 20-30%, dan protein hewani dan nabati 15-25%,” lanjut dokter Meta.

Supaya mendapatkan gambaran yang lebih detail, dokter Meta memberikan ilustrasi kasus anak di atas setahun. Pola makan lengkap mereka dalam sehari bisa digambarkan seperti ini:

  • 3 kali makan lengkap (nasi, lauk pauk hewani dan nabati, sayur)
  • 2 kali makanan selingan berupa buah dan kue serta minuman
  • 2 – 3 kali minum susu

Nah, yang digaris bawahi dokter Meta: Sayur diberikan sebagai pengenalan, sehingga tidak perlu terlalu khawatir (sampai memaksa) jika anak tetap menolak makan sayur. Bisa dicoba ditawarkan kembali ke anak 10-15x, dan yang paling penting: because children see children do, orangtua harus memberikan contoh makan sayur. Setuju banget nih, sama dokter Meta. Soalnya dari pengalaman pribadi saya. Satu rumah, nggak ada yang nggak suka sayur. Jadi Jordy anak pertama saya sudah terbiasa melihat, orang rumah aneka macam olahan sayur.

Asupan mikronutrien seperti vitamin dan mineral yang dimiliki sayuran, juga dikandung buah atau makanan lain. Misalnya zat besi yang ada di bayam, jumlahnya lebih banyak di daging merah. Atau vitamin A pada wortel, bisa didapatkan juga dari pepaya atau melon. Demikian juga dengan serat, selain dari sayur , bisa juga terpenuhi dari buah-buahan.

Hal-hal penting lainnya, yang harus mommies ingat dalam memberikan asupan sayur ke anak:

  • Masa-masa bayi hingga toddler adalah masa emas tumbuh dan kembang anak terutama perkembangan otak yang memerlukan nutrisi optimal, termasuk salah satunya zat besi.
  • Pemberian sayur atau buah untuk MPASI boleh-boleh saja, tapi bukan hanya sayur atau buah saja. Tetap harus ada karbohidrat, protein dan lemak, terutama yang mengandung zat besi seperti daging merah.
  • Sayur dan buah mengandung serat tinggi yang jika diberikan terlalu banyak tanpa adanya pemberian protein hewani, justru akan menghambat penyerapan zat besi. Sudahlah asupannya kurang, penyerapannya pun terhambat. Defisiensi zat besi akan menganggu perkembangan otak, sehingga tumbuh kembang seorang anak menjadi tidak optimal.

Baca juga: Sudahkah Kebutuhan Zat Besi Si Kecil Tercukupi?

 


Post Comment