9 Kemampuan Dasar yang Harus Saya Ajarkan Ke Anak-anak Saya

Karena untuk bisa bertahan hidup dan berjuang dalam dunia yang jauh dari kata ramah ini, anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar rangking dan cerdas di sekolah.

Beberapa waktu lalu, saat sedang bermain ke rumah sahabat, selepas kami makan malam bersama, saya inisiatif untuk mencuci piring-piring kotor, karena memang sahabat saya itu tidak mempunya ART yang menginap. ART-nya hanyalah ART pulang pergi yang datang setiap dua hari sekali. Daripada piring-piring kotor bertumpuk, mendingan saya cuci bersih (ceritanya lagi sok menjadi tamu yang baik dan berbudi, hahaha).

Tiba-tiba, anak perempuannya mengucapkan kalimat yang membuat saya terhenyak.

“Tante, ngapain sih cuci piring, udah kayak pembantu aja.”

Asli saya terkejut. Masa iya, anak usia 10 tahun menganggap kalau bersih-bersih itu hanyalah tugas seorang Asisten Rumah Tangga?

Saya mencoba menjawab dengan santai “Ah, kata siapa bersih-bersih itu kerjaan pembantu doang. Tante senang bersih-bersih karena enak, rumah jadi rapih dan bebas kotor.”

Sambil iseng, saya pun mengajak dia menemani saya mencuci piring. Dan seperti saya tebak, dia nggak tahu caranya mencuci piring.

Oh well, sudah pasti pola asuh yang saya terapkan ke anak-anak saya dan yang diterapkan teman saya ke anaknya berbeda. Karena bagi saya, untuk anak-anak bisa menjalani hidup ke depannya, mereka nggak butuh sekadar nilai tinggi di raport sekolah, atau bahasa asing yang cas cis cus, namun mereka juga butuh keahlian-keahlian lain yang kelak membuat mereka tidak merepotkan orang sekitar. Setuju??

Dan, ini dia 9 keahlian dasar yang saya pikir penting untuk dilakukan oleh kedua anak saya:

9 Kemampuan Dasar yang Harus Saya Ajarkan Ke Anak-anak Saya - Mommies Daily

1. Memasak

Okay, saya akui saya memang bukan perempuan bertangan dingin untuk urusan memasak. At least, masak air, masak indomie, goreng telur, tahu dan tempe plus nasi goreng masih bisa saya lakukan. Awalnya saya meminta kedua anak saya membantu saya di dapur, lama-lama mereka senang utak-atik sendiri. Sekarang, merebus air, goreng telur, sosis, nugget, bahkan membuat macaroni schotel sudah bisa mereka lakukan sendiri. Memasak membuat mereka belajar menghargai makanan, dan melatih mereka untuk bisa membuat makanan sendiri ketika saya tidak ada di dekat mereka.

2. Kemampuan bertahan hidup di alam luar

Lupakan tantangan seperti camp militer, tapi ajak anak-anak sesekali tidur di tenda, makan yang dimasak dengan api unggun, ke toilet yang digunakan beramai-ramai, tak hanya memberikan pengalaman, namun juga melatih kemandirian serta percaya diri mereka.

3. Bercocok tanam

Nah, ini bagian eyangnya untuk mengajarkan mereka. Dari sini, kedua anak saya belajar untuk menghargai alam dan mengenal binatang-binatang di bawah tanah.

4. Pemahaman akan P3K

Namanya anak-anak, pasti sering terluka. Ajarkan anak-anak kemampuan untuk melakukan pertolongan pertama ketika mereka terluka. Apa yang harus dilakukan ada luka terbuka, apa yang harus dilakukan ketika terkena air panas, atau saat digigit serangga.

5. Berenang

Berenang bagi saya bukan sekadar olahraga, namun ini bisa jadi penyelamat hidup mereka kelak, atau bahkan mereka bisa menyelamatkan orang lain nantinya.

6. Mengatur keuangan

Harapan saya, semoga kedua anak saya nggak menjadi orang yang boros seperti mamanya, hahahaha. Udahlah mereka mencontoh ayahnya aja yang pintar mengatur keuangan :p. Kemampuan mengatur keuangan mengajarkan anak-anak untuk menghargai nilai uang dan membuat mereka nggak manja gampang minta ini itu.

7. Mencuci

Siapa tahu kelak kedua anak saya sekolah di luar kota atau negeri? Mereka jadi paham bagaimana cara mencuci yang benar, sehingga nggak merepotkan teman-temannya kelak. Sejak usia SD, kedua anak saya sudah belajar mencuci celana dalam dan sepatu sendiri.

8. Kemampuan membela diri

Saya nggak selalu bisa berada di dekat mereka 24 jam dalam sehari. Saya juga nggak bisa menentukan bahwa hanya orang baik yang bisa dekat-dekat mereka. Saya pun mengikutsertakan mereka dalam kelas Aikido. Ilmu bela diri yang menurut saya sangat cocok, karena mereka tidak diajarkan untuk menyerang, namun bertahan.

9. Time Management

Nggak hanya kita ibu bekerja yang butuh time management. Anak-anak pun perlu diajarkan sejak dini. Ini membuat mereka lebih mudah mengatur hidup mereka kelak.

Bagaimana dengan Mommies?


Post Comment