Merawat Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditulis oleh: Rianti Fajar N

Diperlukan usaha dan perjuangan yang ekstra untuk merawat bayi dengan berat badan lahir rendah. Mau tahu persisnya usaha yang saya lakukan?

Nggak nyangka kalau saya akan melahirkan lebih cepat dari due date. Tanggal 6 desember 2017 lalu saya melahirkan saat usia kandungan masih 36 minggu, karena pecah ketuban. Nggak prematur banget, sih, tapi cukup bikin Laika, bayi saya masuk inkubator selama seminggu. Laika lahir dengan berat lahir cuma 2,1 kg dan panjang badan 43 cm. Berat badan segitu termasuk berat badan lahir rendah (BBLR) karena kurang dari 2,5 kg. Berdasarkan data WHO ada sekitar 20 juta bayi yang lahir dengan berat badan rendah setiap tahunnya.

Ini Usaha Saya Merawat Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah - Mommies DailyImage: Omar Lopez on Unsplash

Perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai saat merawat Laika di rumah. Sendirian. Target kenaikan berat badan yang diberikan sesungguhnya sempat membuat saya stres. Apalagi ya bayi ‘kecil’ itu sangat malas menyusu. Udah dikelitikin, dicium-cium, tetap aja dia tidur. Belum lagi masalah pelekatan yang belum sempurna. Sebagai ibu baru akhirnya saya menyadari kalau menyusui itu nggak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Maka nggak heran di bulan pertama, kenaikan berat badan Laika cuma 500 gram. Padahal targetnya naik 1 kg setiap bulan. Kemudian saya dan DSA mendiskusikan cara apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan berat badan Laika.

Ada beberapa metode yang disarankan DSA. Salah satu di antaranya adalah dengan rajin melakukan kangoroo mother care (KMC). Ini adalah metode menggendong dengan skin to skin contact. Jadi saya dan Laika sama-sama buka baju, lalu Laika ditempelkan di dada saya. Kira-kira miriplah dengan proses IMD. Metode ini dilakukan untuk menghangatkan tubuh bayi karena bayi BBLR itu mudah sekali kedinginan. Nah, suhu tubuh ibu lah yang paling berguna untuk menghangatkan tubuhnya. Selain itu, KMC juga terbukti efektif untuk mempermudah pemberian ASI dan durasi menyusui. Bukan hanya itu, mengutip dari situs IDAI, KMC juga memiliki banyak manfaat lain, seperti menurunkan kejadian infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sampai meningkatkan hubungan emosional ibu dan anak. Metode KMC ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya baby blues pada ibu.

Selain rajin melakukan KMC, DSA nya Laika sempat menyarankan saya untuk menambah ASIP yang kemudian diambil bagian hind milk nya saja. Jadi dari ASIP yang sudah disimpan di kulkas kan nanti ada bagian lemak yang mengambang di bagian atas botol. Nah, itu yang diberikan ke Laika. Lalu saya juga rajin menjemur Laika tiap pagi, walaupun nggak tiap hari karena lagi musim hujan. Nggak lupa juga pijat setiap hari sebelum mandi sore. Semuanya dilakukan untuk menstimulasi agar Laika nggak tidur terus dan mau menyusu.

Segala macam cara di atas yang sudah saya lakukan itu nggak langsung membuat saya bebas galau. Sampai akhirnya saya teringat seorang DSA yang sudah sekitar 10 tahun saya kenal. Saya pun membawa Laika untuk berkonsultasi dengan dr. Edi Setiawan Tehuteru. Selain spesialis kanker anak, beliau juga seorang konselor laktasi. Ada satu ucapan dr. Edi yang sangat melegakan saya.

“Nggak usah dibawa stres soal kenaikan berat badannya. Yang penting ibunya happy, nanti ASI nya banyak, bayi juga jadi senang nyusu. Berat badannya pasti akan ngikutin. Lagian pertumbuhan setiap anak itu beda-beda dan anak perempuan memang lebih lambat daripada anak laki-laki. Jadi nggak usah khawatir, kita pantau terus aja,” begitu kata dr. Edi. Hati, rasanya jadi plong banget.

Sekarang saya selalu merasa bahagia setiap kali menyusui Laika. Bahkan bisa sambil ngajak dia bercanda atau nyanyi-nyanyi, hahaha. Beda banget sama sebelumnya yang selalu menyusui dengan perasaan was-was. Ternyata itu bisa dirasain loh sama si bayi. Makanya dokter Edi berpesan jangan suka meremehkan kepintaran dan kepekaan bayi terhadap perasaan ibunya. So, bayi yang sehat itu terbentuk dari ibu yang bahagia. Dengan melakukan berbagai usaha dan evaluasi, di bulan kedua berat badan Laika sudah 3,65kg atau naik 1,1 kg dari bulan sebelumnya. Meski kalau dilihat dari growchart masih kurang tapi saya nggak mau putus asa dan terus berjuang untuk kenaikan berat badan Laika di bulan berikutnya. Doakan ya, mommies!


Post Comment