Jangan Pernah Pergi Belanja Kalau Lagi Dalam 4 Kondisi Ini

Iya iya, saya tahu, kalau melarang perempuan berbelanja itu semacam mengebiri hak kita untuk bersenang-senang :D. Masalahnya, memang ada beberapa kondisi yang sebaiknya jangan pernah kita jadikan alasan untuk berbelanja demi kesehatan finansial dan keharmonisan hubungan kita dengan pasangan, hehehe.

Bagi saya pribadi, berbelanja itu layaknya ‘terapi’ tersendiri yang paling mudah untuk dilakukan kalau saya lagi bête alias badmood. Seperti ada perasaan bahagia ketika barang yang saya incar akhirnya berpindah dari tangan mas atau mbak-mbak penjaga toko ke tangan saya.

Nggak salah sih, anggap saja itu reward setelah kita bekerja keras (pembenaran yang paling hakiki). Namun, memang nggak jarang, ada kondisi-kondisi yang kemudian membuat keinginan belanja saya rada gila-gilaan, dan berakhir dengan perasaan bersalah yang lebih besar ketika saya sadar bahwa uang saya hilang begitu saja untuk benda-benda yang kurang penting (atau tidak penting sama sekali!)

Setelah melewati perenungan maha penting, saya menyadari bahwa saya sebaiknya menghilangkan niat berbelanja jika sedang berada dalam kondisi-kondisi berikut ini……

Jangan Pernah Pergi Belanja Kalau Lagi Dalam 4 Kondisi Ini - Mommies Daily

1. Saat lagi baru dapat bonus atau THR

Lhoooooo, ini kan momen yang paling sempurna kalau mau berbelanja, Fi!

Di saat kita dapat bonus atau THR, artinya uang kita lagi berlebih!

Nah, perasaan berlebih ini yang berbahaya, karena kita jadi sulit mengendalikan diri ketika berbelanja. Akhirnya gimana? Ya sebagian besar bonus atau THR berubah wujud menjadi benda-benda yang kurang memiliki nilai jual lagi. Dulu, THR saya habis hanya untuk gadget atau fashion items. Sekarang? Saya alihkan untuk membeli logam mulia. Boleh banget bersenang-senang dengan bonus dan THR kita, namun tetap batasi. Misalnya, hanya 20 persen yang boleh digunakan untuk membeli barang kurang penting namun membuat hati bahagia :D.

2. Di saat kita sedang marah dengan pasangan

Karena ajang belanja bisa jadi berubah menjadi ajang balas dendam, hahahaha, apalagi kalau kita menggunakan kartu kredit pasangan :p. Ketika sedang marah, yang ada di pikiran kita bisa aja hanya ingin membalas ‘dosa’ pasangan. Hanya ingin melakukan sesuatu yang kita tahu akan membuat pasangan kita jengkel atau marah. Belanja aja gila-gilaan…… belanja aja barang-barang nggak penting, belanja aja yang banyak. Karena tujuannya udah salah, pengendalian diri sudah tidak ada.

3. Saat lapar

Ini khusus untuk beli-beli makanan. Kalau perut lagi lapar, kita suka kalap kan beli berbagai macam makanan yang sepertinya enak dilihat mata. Begitu semua makanan sudah kita bayar, kemudian kita sadar, kalau nggak mungkin juga semua makanan itu masuk ke dalam perut kita. Akhirnya mubazir, terbuang percuma.

4. Saat lagi merasa bersalah kepada anak

Ini biasanya banyak dialami oleh para ibu bekerja :p. Merasa bersalah karena sering pulang malam berhubung deadline lagi gila-gilaan. Merasa bersalah karena sering dinas luar kota atau luar negeri. Merasa bersalah karena habis marahin anak ketika dia rewel di saat kita sedang riweh menyelesaikan tugas dari atasan….. dan seterusnya. Kemudian kita ngemall, ngelihat baju anak, sepatu anak, camilan favorit si kecil, mainan yang dia suka, lalu kita pun membeli semuanya, untuk mengurangi rasa bersalah kita. Iya apa iya?? Rasa bersalah ke anak berkurang, tapi kemudian kita shock sendiri melihat jumlah rupiah di dalam rekening kita….. jeng…jeng…!

Well, intinya, berbelanja itu boleh-boleh aja, karena kita kan bekerja juga layak dong mendapat reward atas jerih payah selama ini. Namun, nggak ada salahnya membuat list yang jelas dan alasan yang jelas ketika ingin membeli sesuatu.


Post Comment