5 Games Favorit Anak Ini Aman Nggak, Ya?

Mulai dari Minecraft, Super Mario Odyssey, Mobile Legend, Roblox dan Tsum Tsum Disney. Coba kita cek 5 games fenomenal ini. Amankah untuk dimainkan anak-anak?

Terkadang saat anak saya, Awan, sibuk nonton tutorial Minecraft di Youtube sambil terbahak-bahak, saya pun membatin. Apa, sih, yang bikin menarik? Sudahlah bentuk orangnya nggak jelas, kotak-kotak, dan kalau sudah selesai, ya, sudah gitu saja. Menurut saya, lho. Tapi nyatanya Minecraft, Super Mario Odissey, hingga Roblox bisa bikin anak-anak betah di depan layar seharian. Ada yang sampai lupa makan malahan. Coba kita cek 5 games fenomenal ini. Amankah untuk dimainkan anak-anak?

5 Games Favorit Anak Ini Aman Nggak, Ya? - Mommies Daily

Minecraft

Pernah ingat game The Sims yang dulu sempat populer banget di kalangan gamers? Nah, Minecraft sebenarnya mirip-mirip. Ini adalah permainan sandbox tempat anak-anak bisa membangun rumah, istana, bahkan benteng dari blok. Mungkin yang bikin seru buat anak-anak adalah mereka harus membangun tempat tinggal untuk melindungi dirinya dari serangan monster yang biasanya muncul di malam hari. Saat ini bahkan mereka bisa kerja sama dengan orang lain untuk menciptakan hal-hal yang lebih keren dalam dunia Minecraft.

Jika ditilik, bentuk kekerasan atau pornografi bisa dikatakan nyaris tidak ada. Hanya saja, beberapa penelitian menyebutkan bahwa rasa penasaran anak-anak dalam mengkreasikan bentuk blok ditengarai bisa bikin mereka kesal dan frustasi. Rasa penasaran juga memancing mereka untuk stay lebih lama untuk bermain minecraft. Ini yang sebaiknya diwaspadai. Saya sendiri selalu batasi jam. Dan nggak saya biarkan dia berlarut-larut memainkannya.

Super Mario Odyssey

Tahun 2017 kemarin Nintendo Switch ngeluarin Supermario Odyssey. Game lama, rasa baru. Pada dasarnya, sih, mekanisme permainan mirip dengan yang dulu. Mario harus ngumpulin bulan, untuk menyelamatkan princess Peach. Dia ditemani topi ajaib sebagai senjata andalan untuk melawan Bowser si penculik princess Peach.

Game ini sebenarnya aman-aman saja dimainkan. Bahkan anak-anak seperti diajarkan untuk berinovasi dan menyusun strategi untuk mendapatkan si bulan. Bisa melatih motorik halus juga saat memainkan konsolnya. Sepanjang dimainkan dalam batas waktu yang wajar menurut saya ini permainan yang aman.

Mobile Legend

Senangnya ternyata anak saya nggak terkontaminasi sama game Mobile Legend ini. Namun saya dengar dari beberapa teman, anaknya yang masih di bawah 13 tahun sudah mulai tertarik untuk memainkannya. Pada dasarnya Mobile Legend yang sering disingkat menjadi ML (dan membuat jantung orangtua turun ke kaki saat mendengarnya pertama kali) ini sah-sah saja dimainkan oleh mereka yang sudah cukup umur. Mobile Legend sendiri permainan simpel, sih. Game yang mengharuskan para Hero untuk menumpas musuh. Disediakan pula tutorial memukul, menembak, atau skill lainnya. Bahkan bisa dimainkan berbarengan secara online dan membuat mereka bisa menentukan strategi tim. Untuk remaja 15 tahun ke atas bolehlah dimainkan sepanjang masih di bawah pengawasan orangtua.

Roblox

Sebenarnya Roblox dan Minecraft masih satu kategori, yaitu game sandbox. Roblox merupakan singkatan dari robot dan block. Jadi, game ini mengizinkan anak untuk membuat sendiri Roblox-nya. Berbeda dengan minecraft yang lebih simpel, Roblox mengharuskan pemainnya untuk memasukkan coding sendiri demi menciptakan game yang mereka sukai. Sejauh yang saya tahu, pendidikan coding untuk anak usia sekolah dasar sudah banyak. Banyak sekolah coding membuka kursus setiap liburan sekolah. Jadi buat mereka yang sudah familiar dengan coding, rasanya akan mudah memainkan Roblox.

Yang perlu dikhawatirkan adalah karena game ini bisa dimainkan berbarengan dengan siapa saja, asal mana saja, bahkan dari luar negeri sekali pun. Saya, sih, akan khawatir kalau anak bertemu dengan pemain yang usianya jauh di atasnya. Ngeri pengaruh dari gamers dewasa ke anak. Game ini memang dimainkan oleh segala umur, sehingga ketika anak bermain online, orangtua harus benar-benar mengawasi dengan ketat.

Tsum Tsum Disney

Game ini memang lebih banyak digandrungi kaum hawa. Termasuk dalam jenis game puzzle, yang mengharuskan pemainnya mencocokkan benda seperti gem atau kristal.

Nah, kalau di Tsum Tsum, gemnya diganti dengan tokoh Tsum Tsum Disney. Tinggal tarik garis dan menghubungkan Tsum Tsum sejenis untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin sebelum waktu habis. Gamenya menggemaskan banget, sih. Biar pun agak monoton, unsur koleksi dan levelingnya menarik buat anak-anak perempuan, kok. Game ini menurut saya amanlah dimainkan. Nggak ada unsur kekerasan apa lagi pornografi. Asal jangan sampai adiktif aja.

Oya, jangan lupa juga, kalau kemdikbud sudah mengeluarkan list game yang harus dihindari anak-anak di bawah umur. Listnya bisa dilihat di sini.


Post Comment