Nak, Beragama dengan Akal Itu Penting!

Seorang teman pernah bertanya ke saya “Fi, kalau seandainya anak lo nanti pindah agama, lo marah nggak?” Dan jawaban saya “Nggak, saya nggak marah.”

Saya tumbuh besar di dalam keluarga yang menganut berbagai macam agama. Mulai dari Papah yang Katolik, Mamah yang Kristen, Eyang yang pernah menjadi Islam kemudian pindah ke Kristen di usia 80 tahun, para om dan tante yang Islam hingga ipar-ipar yang Atheis dan Agnostik. Paket komplit…plit…plit!

Saat menikah dulu pun, saya menikah dengan laki-laki yang berbeda keyakinan dengan saya. Kedua anak saya pun saya bebaskan untuk ikut ke Masjid ataupun ke Gereja. Saya juga bebaskan mereka hendak memilih agama apa, sekarang ataupun kelak mereka dewasa.

Saya percaya bahwa semua agama itu mengajarkan kebaikan, hanya caranya saja yang berbeda-beda. Dan jika kelak kedua anak saya memutuskan untuk meyakini agama yang berbeda dengan apa yang mereka yakini saat ini, saya kemungkinan besar nggak akan marah, hanya ada beberapa pesan sebelum pada akhirnya mereka memutuskan untuk berganti keyakinan. Beberapa pesan itu adalah….

Nak, Beragamalah dengan Akal… - Mommies Daily

1. Gunakanlah akal sehat saat kalian mendalami sebuah agama sebelum memutuskan untuk mengimani sesuatu

Saya yakin banget, Tuhan pasti mempunyai alasan kenapa manusia dititipkan akal! Salah satunya bahwa beragama itu sesungguhnya dituntut untuk cerdas. Pelajari dulu, cari tahu dulu, penuhi dulu logika kalian sebelum meng-imani sesuatu. Jangan main nurut dan percaya saja dengan apa yang kalian baca, dengan apa yang kalian dengar.

2. Jangan memilih agama hanya karena tuntutan lingkungan atau orang lain

Jangan, sekali lagi, jangan pernah memutuskan memeluk sebuah agama hanya karena orang lain meminta kalian untuk memeluk agama tersebut. Jangan karena mamah, jangan karena ayah, jangan karena eyang, karena agama bukanlah genetik yang harus turun temurun diyakini. Jangan pindah agama hanya karena kalian jatuh cinta kepada perempuan yang berbeda keyakinan dengan kalian. Karena saat cinta dan sayang hilang, iman kalian juga bisa ikut terbang dan menghilang. Beragamalah karena itu sesuai dengan hati nurani dan akal sehat kalian.

3. Karena agama seharusnya membuat kalian menjadi orang yang lebih baik

Jika memang agama yang kalian pilih membuat kalian menjadi jauuuuuh lebih baik sebagai manusia terhadap sesama manusia, terhadap sesama mahluk hidup, tanpa dibatasi oleh perbedaan-perbedaan yang ada, maka kalian mendapat restu dari mama.

4. Pilih tokoh-tokoh agama yang tidak membuat kalian kesetanan ketika membahas tentang ke-Tuhanan

Setiap agama memiliki tokoh yang diimani, nak. Yang akan mengisi telinga dan otak kalian dengan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut mereka. Pastikan bahwa apa yang mereka ajarkan adalah tentang kebaikan, bukan kebencian. Tentang kedamaian, bukan pertikaian. Tentang menghargai perbedaan, bukan memberangus perbedaan. Dan, jangan mendewakan mereka, karena selama mereka masih manusia seperti kalian, mereka bisa salah dan juga penuh dosa.

5. Jangan fanatik buta

Kalian paham kan, fanatisme adalah sikap yang menunnjukkan ketertarikan atau keyakinan terhadap sesuatu secara berlebihan? Pola pikirnya cenderung tidak mau mendengarkan opini, ide atau pendapat dari orang lain yang berbeda? Nah, jangan seperti itu.

Pahami, bahwa selama kalian masih menjadi mahluk sosial yang berinteraksi dengan banyak kalangan, perbedaan adalah hal yang sudah pasti akan kalian temukan. Mau mendengar dan menghargai mereka yang berbeda dengan kalian, bukan berarti kalian kehilangan iman yang kalian miliki!

6. Terakhir, jangan pernah berperan menjadi TUHAN!

Yang kerap menghakimi mereka yang berbeda dengan kalian. Karena kalian ‘hanya’ manusia, karena kalian bukan Tuhan. As simple as that!


Post Comment