Fakta Menu Tunggal MPASI, yang Wajib Mommies Tahu

Sudah yakin dengan pemberian menu tunggal MPASI kepada si kecil saat masuk masanya makan makanan padat? Mending cari tahu dulu, karena faktanya WHO tidak merekomendasikan hal tersebut.

Di awal Jordy masuk masanya MPASI, gaung mengenai menu tunggal MPASI ini, sudah sering saya dengar. Banyak teman-teman saya, yang menyarankan, memberikan Jordy MPASI menu tunggal, selama 14 hari. Daaan, saya mengikuti saran mereka, tanpa konfirmasi ke ahlinya atau riset lebih dalam  lagi *__*. (disclaimer sedikit, waktu itu saya belum kerja di MD :p). Terus sekarang ngomelin diri sendiri, makanya Tha, jangan percaya saran orang, yang hanya bersumber dari “katanya.”

Fakta Menu Tunggal MPASI, yang Wajib Mommies Tahu4 - Mommies DailyImage: www.ohmyveggies.com

Sekian tahun berlalu, apalagi ketika gabung sama Mommies Daily, dan sering wawancara dokter spesialis anak. Terkuaklah fakta, bahwa menu tunggal MPASI ini tidak pernah ada, bahkan ada yang menyebut rekomendasi dari WHO, padahal badan kesehatan dunia ini, tidak mengeluarkan guideline tentang menu tunggal MPASI selama 14 hari.

Baca juga: Jangan Telat Mengenalkan Ragam Tekstur MPASI pada si Kecil!

Mana buktinya?

Meta HaninditaSpAdari RSUD Dr Soetomo Surabaya, termasuk dokter spesialis anak yang kami kenal, concern mensosialisasikan pelurusan informasi menu tunggal ini, sering kali merasa gemas dengan tulisan yang beredar. Entah itu blog perseorangan, atau lewat social media, dan akhirnya menjadi viral. Lewat blognya, ia berusaha memberikan edukasi kepada para orangtua, “Dari semua guideline WHO untuk pemberian MPASI, yang saya baca, TIDAK ADA satu pun kalimat yang menyatakan hal ini (menu tunggal MPASI selama 14 hari). Kalau memang ingin membaca langsung guidelinenya, bisa didownload sendiri kok dengan kata kunci: Guideline Complementary Feeding WHO,” dokter Meta dalam blognya.

Bukti otentik berupa pernyataan dari buku guideline WHO, juga ia lampirkan.

Fakta Menu Tunggal MPASI, yang Wajib Mommies Tahu - Mommies Daily

Kata dokter Meta, inti dari penyataan WHO di atas adalah, bahwa dasar MPASI adalah staple food di daerah lokal masing-masing. Staple food ini adalah makanan pokok yang merupakan sumber karbohidrat. Di Indonesia, contohnya di Jawa, supaya biar lebih spesifik, makanan pokoknya adalah beras. Betul kan? Jadi jelas, pemberian MPASI perdana adalah berbahan beras.

Fakta Menu Tunggal MPASI, yang Wajib Mommies Tahu2 - Mommies Daily

Fakta Menu Tunggal MPASI, yang Wajib Mommies Tahu3 - Mommies Daily

Dalam blognya Mbak Meta, melanjutkan. Dari guideline WHO tersebut juga dikatakan bahwa beras saja tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, sehingga harus ditambahkan sumber protein hewani, produk turunan susu, kacang-kacangan, sayuran dan buah serta minyak atau lemak yang merupakan sumber lemak.

Berikutnyanya, dokter Meta mengajak kita semua untuk mencerna dengan logika yang sangat sederhana. “Nah yang sering kali terjadi, karena “katanya” tadi, akhirnya saat MPASI, anak pertama kali diperkenalkan dengan puree pepaya+ASIP selama 5 hari berturut-turut, kemudian 5 hari selanjutnya diperkenalkan dengan puree alpukat+ASIP, lalu 5 hari berikutnya dengan puree pisang+ASIP. Kira-kira apa yang terjadi? Pasti defisiensi zat besi bukan?

Selain itu, mengingat WHO adalah bahan kesehatan dunia. Dokter Meta mengatakan, “Kalau sampai WHO mengeluarkan rekomendasi, pastinya bukan hanya orang Indonesia saja yang tahu. Pasti orang-orang di negara lain sedunia tahu semua. Iya, kan? Sekarang, coba googling deh, 14 days single menu atau 14 days single ingredient WHO, atau apalah tentang 14 hari menu tunggal ini dalam bahasa Inggris. Ada kah? Pasti nggak ada kan? Karena yang menulis tentang ini semua orang Indonesia saja. Lalu kira-kira, adilkah kalau “pedoman” ini di-share atas nama WHO.” Saya sudah coba saran dokter Meta ini, dan benar! Tidak ada satupun referensi tentang menu MPASI tunggal 14 hari, yang keluar mengatasnamkan WHO (carinya pakai Bahasa Inggris, ya, mommies).

Artinya, tulisan atau artikel yang selama ini beredar tentang 14 hari menu tunggal MPASI, dan mengatasnamakan WHO, sesungguhnya buka bersumber dari WHO itu sendiri. Melainkan asumsi para penerus informasi yang tidak bertanggung jawab, atau didasari hasil riset dari lembaga sekelas WHO.

Jadi, mommies, udah nggak mau termakan dengan informasi yang pakai “katanya”, dong? Bahkan nih, kalau ada yang mencatut nama besar seperti WHO dalam tulisanya, lebih baik konfirmasi lagi ke para ahlinya, okeh okeh? :)

Baca juga: Ketika Salah Memilih MPASI, Bayi yang Menjadi Korban


Post Comment