‘Potret Gerakan Perempuan Muslim Progresif Indonesia’, Sebuah Narasi yang Perlu Dipahami

Mau tahu bagaimana posisi dan peran perempuan dalam Ajaran Islam yang sebenarnya? Jika ya, rasanya buku ‘Potret Gerakan Perempuan Muslim Progresif Indonesia’ perlu Mommies segera baca.

Apa yang mommies bayangkan tentang kondisi perempuan saat ini? Khususnya untuk perempuan yang muslim? Apakah posisi kita sudah sejajar dengan kaum pria? Atau malah mengalami kemunduran?

Beberapa hari lalu, saya sempat datang ke acara peluncuran buku yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia,  buku berjudul ‘Potret Gerakan Perempuan Muslim Progresif Indonesia’ dan ‘Islam. Kepemimpinan Perempuan dan Seksualitas’ .

potret perempuan muslim progresif di indonesia

Acara peluncuran dua buku yang ditulis Sosiolog sekaligus mantan anggota Komisi Nasional Perempuan Indonesia, Neng Dara Affaih  ini dikemas menjadi sebuah acara diskusi, di mana para nara sumber yang hadir mengemukakan pandangannya mengenai posisi perempuan saat ini. Bahkan, dalam diskusi kemarin sempat dibahas mengenai posisi perempuan yang sering dijadikan istri kedua, bahkan istri simpanan. Ya, intinya mengenai poligami.

Ide dasar penulisan buku ini bertitik tolak dari keilmuan dan aktivitas Neng Dara sebagai aktivis perempuan  yang menggeluti pemikiran mengenai posisi dan peran perempuan dalam ajaran Islam maupun gerakan perempuan di Indonesia sepanjang masa pemerintahan Orde Baru maupun masa Reformasi.

Lantas, apa yang dimaksud dengan perempuan progresif? Kata progresif ini rupanya dimaksudkan, kemajuan perempuan Muslim Indonesia tidak harus meninggalkan  hal-hal positif yang masih relevan dimasa lalu untuk dibawa di masa kini, tapi tentu saja perlu lebih terbuka menyambut hal positif dan hal baik  di masa kini. Artinya, kita sebagai perempuan juga perlu memiliki pemikiran yang terbuka.

Ada beberapa ciri yang dimaksudkan dengan perempuan muslim progresif dalam buku ini yang memiliki ciri-ciri yang melekat. Apa saja?

1. Mewujudkan nilai-nilai kemanusian seperti penegakkan hak –  hak dasar manusia, terutama hak-hak perempuan.

2. Mewujudkan kehidupan yang damai dan toleran serta menghargai hak-hak minoritas agama dan kepercayaan  sebagai hak yang dilindungi oleh negara.

3. Perlunya memandang manusia dari beragam budaya dengan setara dan tanpa adanya diskriminasi. 

4.Menghargai tradisi keilmuan klasik dan modern dalam khazanah  keilmuan Islam sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk memperkuat peradaban.

5. Memelihara tradisi okal yang positif sebagai wujud pelaksanaan multikulturalisme.

“Perempuan muslim progresif memiliki ciri-ciri melekat, seperti mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dalam penegak hak-hak dasar manusia terutama hak-hak perempuan,” ujar Neng Dara.


Post Comment