Hati-hati Investasi Bodong!

Ditulis oleh: Nina Samidi

Pengen, deh, melipatgandakan harta dengan cepat. Lewat investasi dong, ya, pastinya. Tapi hati-hati, yang hasilnya berlipat dengan cepat itu biasanya ‘investasi bodong’! Apa ciri-ciri lainnya?

Keinginan selangit, apa daya gaji segitu-gitu aja. Pengen punya sekolah yang bagus untuk anak, pengen punya rumah yang lebih besar, pengen jalan-jalan sekeluarga. Gak mimpi banget sih sebenarnya, tapi kok agak susah ya diwujudkan. Satu-satunya cara ya mesti menabung, tapi nabung selamanya pun gak kelar-kelar.

Hati-hati Investasi Bodong! - Mommies Daily

Salah satu yang paling disarankan adalah dengan berinvestasi. Tapi di zaman sekarang, investasi juga mesti hati-hati. Banyak cara dipakai penipu untuk justru balik mengeruk harta kita. Bukannya untung malah buntung.

Nah, saya coba tanya ke Direktur tanamduit, salah satu produk financial technology yang menjual produk reksadana, Muhammad Hanif. Sebagai produk baru, dia sendiri sering ditanya apakah produknya bisa dipercaya karena sekarang ini banyak investasi bodong yang kelihatan profesional tapi ternyata bohong.

Menurutnya, sangat bagus kalau di awal kita harus curiga dulu terhadap suatu produk yang ditawarkan. Rasa curiga ini menuntun kita untuk mempelajari produk tersebut karena kalau ada produk yang ditawarkan membuat kita langsung percaya 100 persen, bisa jadi itu justru investasi bodong.

Untuk itu, Hanif memberikan beberapa tip berikut untuk mengenali investasi bodong:

  1. Hasil investasi yang ditawarkan sangat tinggi

Misalnya, ada produk investasi yang berani menawarkan bunga 30% per bulan. Menurut Hanif, bunga 7% per bulan saja sudah tidak wajar, apalagi setinggi itu, sangat tidak masuk akal. “Investasi di surat berharga (surat utang) saja hasilnya 18 – 24 persen setahun, itu pun bukan surat hutang yang dipasarkan secara public/terbuka. Jadi kalau ada yang menawarkan hasil 30 persen sebulan, itu sudah pasti investasi bodong,” katanya.

  1. Iming-iming hasil investasi dijamin tercapai

Ada ajakan tanam duit 10 juta, bulan depan sudah dapat bunganya 2 juta, bulan depannya dapat lagi 2 juta, jadi hanya dalam lima bulan nilainya sudah berlipat. Pernah dengar ada yang menawarkan investasi dengan iming-iming menggoda seperti ini? Wah, yang seperti ini sangat mencurigakan ya, Moms. Ujung-ujungnya, setelah dua bulan dibayar bunganya, tiba-tiba agen yang menawarkan investasi tersebut menghilang ditelan bumi. Malah bunting, kan. “Dalam berinvestasi, pasti ada risiko. Jadi jangan pernah percaya pada tawaran investasi yang menjamin hasilnya tercapai, apalagi dalam jumlah yang besar sekaligus,” Hanif menambahkan.

  1. Tidak jelas perizinannya

Menurut Hanif, secara umum, perusahaan, Lembaga, atau penyelenggara investasi untuk publik harus mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK akan mengawasi semua kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan maupun Pasar Modal. Investasi bodong yang tidak jelas pasti tidak akan mendapatkan izin atau lisensi dari OJK untuk mengumpulkan uang masyarakat. “Jadi, langsung saja tanya, ada lisensi dari OJK, gak? Kalau dia tidak bisa jawab atau dijawab sedang dalam proses tapi dia sudah berani berjualan, tolak saja,” tambah Hanif.

  1. Penjelasan terlalu singkat, sederhana, dan provokatif

Sebuah investasi harus dipelajari baik-baik. Karena itu, biasanya memang tidak bisa langsung dipahami. Menurut Hanif, kalau Moms ditawari investasi yang hitungannya tampak sangat sederhana dan Moms langsung mengerti serta terdorong membeli karena hasilnya sangat menggiurkan , ini justru patut dicurigai. “Bandingkan dengan investasi di pasar modal, setiap produk ada prospektusnya dan produknya harus diketahui OJK. Jadi tidak sesederhana itu,” ungkapnya.

So, itu tadi empat ciri-ciri utama untuk mengecek apakah investasi yang ditawarkan ke Moms sekalian adalah investasi bodong atau bukan. Ingat ya, Moms, setiap hasil butuh proses, bahkan dalam berinvestasi. Pelajari dulu semuanya, baru deh tanam duit ke lembaga yang pasti-pasti aja.


Post Comment