Sentuhan Ibu, Pondasi Utama dalam Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Lewat sentuhan ibu, seorang anak bisa merasakan rasa cinta yang mendalam. Lewat sentuhan ibu, seorang anak bisa merasa bahwa dirinya memang diinginkan. Lewat sentuhan ibu, seorang anak bisa lebih percaya diri. Lewat sentuhan ibu, seorang anak pun mengembangkan potensinya meskipun terlahir tidak sempurna.

Meminjam kalimat seorang ibu hebat, bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menciptakan ‘produk’ yang gagal, dalam hal ini seorang anak, menjadikan saya sadar bahwa tidak ada alasan bagi semua orangtua untuk memberikan kasih sayang dan perhatiannya secara total. Membantu anak untuk bisa tumbuh secara optimal dan siap mulai melangkahkan kakinya sendiri untuk menapaki perjalanannya di dunia.

Saya sendiri sangat beruntung karena bisa kenal dengan ibu-ibu hebat. Para ibu yang memiliki anak spesial. Iya, saya tahu semua anak terlahir spesial dan unik. Tapi orangtua yang saya maksud di sini adalah mereka orangtua yang memiliki anak dengan berkebutuhan khusus. Dari mereka saya bisa melihat arti cinta yang sebenarnya. Dari sekian banyak orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang saya kenal, salah satunya adalah Yola Tsagia. Seorang ibu hebat dari anak kuat bernama Odil yang terlahir dengan Sindrom Treacher Collins.

Sentuhan Ibu Pondasi Utama dalam Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak - mommiedaily

Di penghujung tahun 2017, tepatnya tanggal 10 Desember di Nolita Café saya dipertemukan kembali dengan Mbak Yola dan Odil dalam acara ‘Talkshow Sentuhan ibu bersama Nivea’. Selain Mbak Yola, hadir juga Anggiastri Hanantyasari, seorang Psikolog dari Kemuning Kembar. Lewat talkshow yang dihadiri para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, saya ikut belajar bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Di awal talkshow, Mbak Anggi memaparkan bahwa ada beragam jenis anak berkebutuhan khusus, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunalaras, tunadaksa,  gangguan belajar, ganguan perilaku, gangguan kesehatan, termasuk anak yang memiliki kelebihan atau anak gitfted. Sudah bisa dipastikan kalau anak-anak berkebutuhan khusus ini perlu perhatian dan pendekatan ekstra dari orangtuanya.

Tahukah mommies, bahwa sentuhan ibu merupakan hal pertama yang dibutuhkan anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus? “Dengan sentuhan ibu, anak-anak merasa kalau mereka diterima dan mendapatkan cinta. Dan sentuhan ibu ini sangat penting karena ibu merupakan pondasi penting bagi anak, menjadi pendidik pertama anak.

Sentuhan Ibu Pondasi Utama dalam Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak _mommiesdaily

Selain memberikan sentuhan ibu, hal penting yang tidak boleh disepelekan untuk bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang berkebutuhan khusus adalah rasa bahagia yang dimiliki ibu. Ya bagaimana bisa anak merasa bahagia, jika ibunya saja tidak bahagia? Emosi ibu juga bisa dirasakan oleh anak, lho.

“Yang tidak kalah penting adalah ibu yang sehat mental, ibu yang sehat fisik dan tentunya bahagia adalah ibu yang bisa memberikan dampak positif pada anak. Dengan begitu anak bisa berprestasi, dan tahu apa saja kelebihan yang dimiliki,” tegas Mbak Anggie.

sentuhan ibu - mommies daily

Perasaan kecewa, sedih, marah atau pun malu memiliki anak berkebutuhan khusus memang lumrah terjadi dan dirasakan orangtua. Akui saja. Tapi bukan berarti perasaan ini dibiarkan terus menerus bukan? Kondisi inilah yang disadari Mbak Yola Tsagia. Untuk membantu tumbuh kembang Odil, Puterinya serta mengoptimalkan bakat yang dimiliknya, Mbak Yola memutuskan untuk terlebih dulu bahagia. Menerima kondisi yang memang harus ia lalui bersama keluarganya.

Mbak Anggie memaparkan jika seorang ibu sudah bisa terbuka, menerima dan mengakui bahwa anaknya memang special karena berkebutuhan khusus proses yang akan dilalui selanjutnya akan terasa lebih mudah. Jika orangtua sudah bisa menerima kondisi anak, hal ini akan berpengaruh pada penerimaan masyarakat luas.

Mbak Anggi bilang, “Energi yang kita berikan pada anak akan ikut dirasakan oleh orang lain, masyarakat yang melihatnya. Jadi kalau kita mau membuka diri pada orang lain, justru kita ikut mengedukasi orang lain dan membuat mereka lebih aware. Dalam dunia psikologi dikenal sebagai resonasni, what you give, what you get. Apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu rasakan, itu yang akan kamu lihat dan dapatkan.”

sentuhan ibu - mommiedaily

Untuk itulah, sebelum berharap agar lingkungan masyarakat menerima dan ikut mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal, diri kita dulu yang harus menerima. Selanjutnya support system khususnya suami dan keluarga besar dan komunitas diperlukan. Kemudian, selalu aktif mencari segala informasi dan  mulai mengubah harapan tentang apa yang bisa dilakukan anak berkebutuhan khusus (ABK) serta perlunya penghayatan akan spiritualitas, memahami arti hidup, dan bagaimana menjalaninya.

Baru setelah itu, berikan fasilitas untuk membantu mengembangkan potensi anak, dan selalu mengamati perilaku anak dengan cermat dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mencoba segala sesuatu sesuai minat dan bakatnya.  Percaya saja, bahwa di balik kekurangan, seorang anak pasti menyimpan kelebihan yang perlu kita bantu untuk optimalkan.

 

 

 


Post Comment