Anak Balita Ikut Program Ketofastosis, Begini Tanggapan Dokter Gizi

Masih soal program ketofastosis, tapi kali ini saya lebih penasaran dengan pola ketofastis yang diterapkan untuk anak-anak khususnya pada balita. Apakah aman dan tidak menganggu pertumbuhan anak lantaran kebutuhan gizinya tidak lengkap?

Membahas soal diet yang satu ini sepertinya nggak akan ada habisnya, ya. Banyak yang pro dan menjalankannya, tapi ada juga yang sebaliknya. Tidak mendukung dengan pola makan yang diterapkan. Apapun itu, tapi saya tidak bisa menutup mata kalau tidak sedikit orang yang berhasil dan merasa perubahan hidupnya lebih baik karena merasa sehat setelah melakukan pola makan ketofastis. Bukti ini ada di lingkungan terdekat saya, karena beberapa teman di kantor dan kakak pertama saya saat ini menjalani pola makan ketofastosis.

Program Ketofastosis - Mommiesdaily

Namun, bagaimana jika pola makan ini juga dikenalkan pada anak-anak? Bukankah usia anak, khususnya anak-anak dalam masa pertumbuhan perlu asupan gizi seimbang dan komplet? Termasuk karbohidrat? Kenyataannya saat ini banyak sekali orangtua yang ‘menularkan’ pola makan ketofastosis pada anak-anaknya. Dan hal ini diakui oleh beberapa orangtua yang tergabung dalam Group Facebook.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan dengan bertanya pada beberapa orangtua yang mangajak anaknya menjalankan ketofastosis, mereka mengaku kalau pertumbuhan anak-anak tidak mengalami masalah. Bahkan mereka mengakui kalau anaknya jadi jarang sakit,metabolisme pun menjadi semakin baik.

Program ketofastosis ini memang bisa dijalankan oleh siapa pun juga. Termasuk oleh anak-anak, namun mengingat anak-anak masih dalam masa tidak memerlukan aplikasi puasanya, dan hanya fokus terhadap pemilihan sumber makanannya.

Saya pun sempat bertanya pada dr. Diana Suganda, dokter spesialis  gizi dari RS. Pondok Indah. 

Bagaimana pandangan dokter apabila anak-anak khususnya balita yang sudah dikenalkan orangtuanya dengan pola makan keto?

Saya pribadi tidak setuju dengan pola makan keto. Keto diet yg lg ngetren skrg mengutamakan asupan dari lemak sebanyak 80 % dan protein 20 %, yang tentu saja bukan perbandingan yang sehat, sedangkan anak2 membutuhkan asupan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein dan juga lemak serta vitamin dan mineral juga.

Ada yang mengatakan, prinsip sangat baik dikenalkan pada anak karena akan membuat mereka lebih sehat sehingga dikenalkan sejak anak memulai MPASI?

Saat paling baik mengenalkan berbagai jenis makanan adalah saat memulai MPASI, dimana kita secara bertahap mengenalkan berbagai jenis makanan dan mengubah tekstur makanan tersebut, dari yang tadinya ASI berbentuk cair bertahap menuju padat.

Sebenarnya apa risiko yang bisa terjadi apabila anak-anak sejak awal diajak melakukan pola makan diet?

Kalau yg dimaksud diet disini adalah diet keto, anak justru bisa berisiko malnutrisi, krn tidak mendapatkan asupan nutrisi sesuai kebutuhannya.

Agar pertumbuhan anak lebih maksimal, sebenarnya bagaimana prinsip kandungan gizi yang dibutuhkan dan sebenarnya perlu dipahami oleh orangtua?

Asupan gizi terutama untuk anak dalam masa tumbuh kembang yang diperlukan anak adalah gizi seimbang tadi, harus ada karbohidrat sebagai sumber energi anak, protein sbg zat pembangun, sebagai pembentuk massa otot dan juga daya tahan tubuh, serta lemak yg berfungsi utk pembentuk selubung sel saraf, bahan dasar untuk pembentukan hormon, dan lain lain. Anak juga perlu asupan vitamin dan mineral bagi tumbuh kembang yang optimal.


Post Comment