Tulus, “Komunikasi yang Mendalam Harus Dimulai di Dalam Rumah”

Tulus mengaku, apa yang ia dapatkan saat ini tidak terlepas dari pola asuh orangtuanya. Seperti yang ia ungkapkan bahwa komunikasi yang paling dalam itu dimulai di dalam rumah. 

Penggemar Tulus, mana suaranya?

Sudah tahubelum sih, kalau awal tahun 2018 nanti, Tulus akan mengelar intimate konser bersama Soy Joy? Bisa dibilang, konser ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih Tulus untuk semua penggemarnya. Karena ingin lebih dengan dengan penggemarnya, makanya konser ini dibuat cukup special, hany auntuk 300 orang saja!

Beruntung, saya punya kesempatan untuk ikut datang ke konsernya nanti. Sebagai salah satu fans-nya, jelas bikin saya happy! Di akhir jumpa pers yang dilangsungkan awal bulan Desember ini, saya sempat ngobrol dengan Tulus. Mencoba ‘mengintip’ masa lalu dan bagaimana pola asuh orangtuanya Tulus hingga bisa membentuk dirinya seperti sekarang.

Tulus -adistytitania

Tulus, berhubung sudah di penghujung tahun, sudah tahu belum sih, resolusi tahun depan itu apa saja?

Saya ingin hidup yang lebih sehat lagi dibanding tahun ini. Mungkin olahraganya harus lebih diperbanyak kali ya.

Tahun ini kan Tulus sudah mulai melakukan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat, perubahan yang paling terasa apa saja?

Memang sangat berpengaruh, misalnya kalau bulan Desember seperti sekarang ini kan sudah mulai masuk musim hujan, saya tuh gampang banget kena flu, sakit tenggorokan. Dan kalau sudah kena, sehatnya tuh suka lama. Setelah pola hidup sehat ini lebih teratur, lebih rajin olahraga, sembuhnya itu jadi lebih cepat. Ngagak tau sugesti atau gimana, tapi itu yang saya rasakan. Bahkan dua tiga hari, ya, sudah sehat laigi.

Sekadar flashback ke beberapa tahun silam, seperti apa pola hidup Tulus? Saat kecil seperti apa?

Masa kecil saya boro-boro, ya, mikirin pola hidup sehat. Mungkin tepatnya ketika saya mulai bermusik, kita kan sering ke luar kota terus, misalnya ke Makassar. Nah, itu pikiran saya udah makan terus. Mau makan. Sekarang sebenarnya juga masih seperti itu, tapi lebih dipikirkan porsi dan jam makannya. di tambah lagi kalau sekarang ini banyakin olahraga. Kalau sekarang untuk makan sudah jauh lebih teratur.

Sebenarnya apa yang dirasakan sebagai kekuatan pribadi Tulus? Yang Tulus rasa sebagai nilai posistif yang Tulus miliki?

Saya cukup disiplin dengan diri saya sendiri, saya juga punya konsistensi ang bagus terhadap diri saya sendiri. Saya itu cukup gigih orangnya. Saya itu… umh…setidaknya dengan segala kerendahan hati, saya merupakan orang yang tidak mudah menyerah.

Pembentukan karakter ini ada kaitannya dengan pola asuh orangtua?

Saya rasa pasti, iya. Karena komunikasi yang paling dalam itu dimulai di dalam rumah. Saya dan orangtua, saya dan saudara saya, dengan keluarga besar saya. Itu yang paling penting dan akhirnya memang banyak memengaruhi saya

Seberapa dekat hubungan Tulus dengan orangtua?

Karena saya ini lahir dari keluarga kecil, dan budaya ngariung ini sangat kental di keluarga, jadi hubungannya kami memang sangat dekat, satu dengan yang lainnya.

Ada nggak, sih, pesan dari orangtua yang masih terus Tulus ingat sampai sekarang, yang dijadikan pegangan dalam hidup?

Hidup itu tidak boleh bergantung pada peruntungan, karena yang membuat kita bisa hidup dan tidak hidup itu berdasarkan kerja keras. Karena pada dasarnya semua orang itu dilahirkan dengan memiliki kesempatan yang sama.

 


Post Comment