Ibu, Jangan Lupa Memprioritaskan Diri Sendiri

Percayalah, ada kalanya kita sebagai ibu sekaligus istri perlu memprioritaskan diri sendiri lebih dulu.

Jadi ibu harus kuat

jadi  ibu nggak boleh gampang sakit

Jadi ibu itu perlu multitasking

jadi ibu idealnya bisa memberikan nutrisi yang terbaik untuk keluarga

Jadi ibu itu harus bisa segala

Jadi ibu itu harus memprioritaskan anak dan keluarga

Nah, lho! Kok, berat amat, ya, tugas jadi ibu? Bisa-bisa para single yang belum menikah, bisa melipir pelan-pelan kalau tuntutan jadi ibu begitu besar, nih. Hahaha, tapi tenang saja, menjadi orangtua sebenarnya tidak semenakutkan itu kok.  Kuncinya, jangan sampai lupa untuk membahagiakan diri sendiri. Memberi porsi perhatian yang seimbang, baik untuk, anak, suami, keluaga besar, teman-teman, dan tentu saja diri sendiri.

Iya, ketika sudah menjadi orangtua, kadang membuat kita lupa untuk membahagiakan diri sendiri. Yang ada dipikiran itu, prioritas utama selalu anak dan keluarga. Salah? Telas tidak. Tapi kalau saya pribadi, sangat sadar sebagai ibu dan istri ada kalanya kita tidak mengingat diri sendiri. Membahgian diri  sendiri. Bukan karena egois tapi justru karena sayang dengan keluarga.

prioritas-mommiesdaily

Belum lama ini saya sempat mengikuti sebuah talkshow, Mbak Verauli sebagai psikolog menjabarkan bahwa peran ibu dalamn keluarga sangat besar. Mulai dari ngurus pekerjaan domestik, urusan pola asuh anak, belum lagi urusan lainnya. Pantas saja kalau dikatakan seorang ibu merupakan pusat emosi di rumah.

Menurut Mbak Vera, sumber emosi negati ini bisa datang dari berbagai hal, selain karena memang keteratasan waktu untuk menyelesaikan tugas yang segunung, ekspektasi yang berlebihan juga sangat memengaruhi. Ketika itu, Mbak Vera juga mengingatkan bahwa seorang ibu juga perlu mengapresiasi dirinya sendiri. Termasuk memikirkan apa yang benar-benar kita inginkan, hal apa yang bisa membuat kita bahagia.

Percayalah, ada masanya kita memang perlu mengutakan diri sendiri. Mempriortaskan kepentingan kita di atas kepentingan anak dan keluarga. Untuk apa? Sederhana saja kok, karena semua ibu berhak untuk bahagia. Oleh karena itu nggak ada salahnya untuk luangkanlah sejenak waktu diri sendir, sekadar minum kopi di kedai favorit, bertemu teman-teman tanpa anak mengekor. Toh semuanya untuk untuk merefresing otak kita.

Memang, sih, untuk bisa melakukannya diutuhkan lingkungan sekitar , terutama suami sebagai support system utama. Tapi saya percaya, kalau suami memang sayang, maka ia pun akan memahami bahwa kadang kala istri perlu memprioritaskan dirinya sendiri.

 


Post Comment