Sudahkah Kita Layak Menyandang Gelar ‘Best Mom Ever’ ?

Jika pertanyaan ini diajukan ke saya, sepertinya saya akan sulit menjawabnya. Tapi kalau memang ingin menjadi ibu yang terbaik, Roslina Verauli , S.Psi, M.Psi, mengingatkan agar kita memerhatikan beberapa hal lebih dulu. Apa saja?

Hampir tujuh tahun yang lalu, ketika saya sah menjadi seorang ibu, saya tahu bahwa hidup saya akan banyak berubah. Waktu untuk diri sendiri, waktu untuk bersosialiasi, termasuk sekadar bertemu dengan sahabat pun akan jauh berkurang. Sejak itu pula saya tahu kalau mengemban tugas ibu itu tidaklah mudah.  Istilahnya, nih, prioritas anak dan keluarga yang jadi utama. Diri sendiri? Bisa jadi nomer buntut.

sudahkan saya pantas menyandang  gelar best mom ever-mommiesdaily

Setuju, dong?

Setelah jadi ibu, yang selalu dipikirkan itu adalah urusan anak, anak, anak, suami, baru deh, diri sendiri. Hal ini juga sudah dibuktikan lewat hasil survei yang dilakukan oleh Fonttera Brands. Bahkan untuk urusan kesehatan, para ibu seakan tidak memedulikan kesehatannya sendiri, sehingga menempatkan kesehatannya di dua terbawah dari 5 prioritas hidupnya.

Padahal kalau dipikir-pikir, kondisi ini kan juga tidak tepat. Bagaimana kita bisa jadi ibu yang terbaik kalau sakit-sakitan terus? Bagaimana bisa menjalankan peran dengan maksimal kalau kondisi kita sendiri nggak prima? Selain sakit, bisa saja merasa stress dan merasa nggak bahagia dengan peran yang sedang dijalani. Duh, ya, jangan sampai, sih.

Untuk itulah, Roslina Verauli , S.Psi, M.Psi, Psikolog mengingatkan kita para ibu untuk jangan terlalu mem-push diri sendiri dalam melakukan perannya sebagai ibu. Dalam hal ini tentu saja emosi yang perlu dijaga. Bukankah ibu bahagia akan ‘melahirkan’ anak yang bahagia juga?

Mbak Vera mengingatkan bahwa seorang ibu sebenarnya berperan sebagai pusat emosi atau emotion work keluarga. Di mana emosi ibu bisa dirasakan dan tertular pada anak dan suami. Tidak mengherankan kalau sebagai ibu, kita juga perlu mengapresiasi diri sendiri. Caranya bisa melakukan me time, atau sesekali memberikan reward pada diri sendiri dengan membeli baju, tas atau sepatu baru? Sah-sah saja, bukan? Toh, dengan cara ini bisa membantu kita tetap ‘waras’ dan bahagia.

Nggak cuma itu saja, Mbak Verauli juga menyarankan agar kita meminta feedback dari anak dan suami. “Salah satu yang dilupakan oleh para ibu adalah melakukan feedback itu. Feedback itu nggak harus dari si ibu sendiri, loh, feedback bisa dari anak dan suami, seberapa sering kita membentuk afirmasi, kalau kita sudah melakukan banyak hal buat anak dan suami,” ucapnya.

“Boleh, loh, nanya sekali-kali ke anak tentang how do you think about your mom? Bikin surat dong untuk mama. Tanpa disadari feedback positif lah yang membuat kita (ibu) merasa good enough. Kita sudah melakukan hal yang cukup baik dan sangat baik malah bagi anak-anak dan juga suami,” lanjut Vera menuturkan. Tahu tidak, feedback positif dari anak dan keluarga juga bisa mengurangi stres yang dialami, lho!

Selain menjaga emosi agar tetap stabil, kewajiban ibu lainnya tentu saja menjaga kesehatannya lebih dulu. Seperti yang diungkapkan Ines Yumahana Gulardi MSc, Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia bahwa salah satu peran fundamental ibu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi keluarga, karena para ibu mengalami berbagai fase kehidupan baik dirinya maupun anggota keluarganya.

Dalam rangka menyambut Hari Ibu, Fonterra Brands Indonesia meluncurkan Kampanye ‘Best Mom Ever’ untuk merayakan peran besar yang sudah dilakukan ibu dalam keluarga. Mengingatkan kita semua, bahwa kita memang pantas untuk mendapatkan sebuah apresiasi.

Kampanye kali ini, Fonterra Brands memang ingin memberikan apresiasi pada kita semua dengan memberikan hadiah berupa mug cantik yang didesain khusus dari brand Chic and Darling. Dengan membeli produk dari Fonterra, mommies berkesempatan untuk mendapatkan mug cantik ini. Lewat kampanye ini juga sekaligus mengingatkan kita semua bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental diri sendiri juga penting.  Dengan begitu, keinginan menjadi ibu yang terbaik untuk anak dan suami pun bisa direalisasikan. Benar bukan?

 

 

 


Post Comment