Ingin Menghemat Tagihan Listrik? Segera Lakukan 3 Langkah Ini, Yuk!

Pernah kepikiran, nggak, kalau mengubah kebiasaan di rumah bisa banget menghemat tagihan listrik yang kadang “mencekik?”

Ingin Menghemat Tagihan Listrik? Segera Lakukan 3 Langkah Ini, Yuk! - Mommies Daily

“Eh, tagihan listrik rumah lo berapa, sih, setiap bulannya?”

“Ummm, kalau gue sih, rata-rata minimal 600 ribuan. Tagihan segitu AC nyalanya cuma malam aja. Dan satu unit.”

“Waaah, kok gue sampe satu jutaan, ya? Padahal daya listrik sama, terus AC juga nyalanya cuma malam dan satu juga.”

Beginilah cuplikan percakapan ibu-ibu di kantor saya kalau lagi ngobrol masalah “dapur” rumah. Urusan tagihan listrik nggak lepas dari pembahasan kami.  Soalnya pos pengeluaran yang satu ini, kalau nggak dikontrol dengan baik, lumayan bisa mengganggu cash flow keluarga. Setuju dong, ya, ya, ya :D. Padahal kebutuhan  yang sifatnya primer dalam sebuah keluarga, masih banyak. Sebut saja, uang sekolah si kecil, asuransi, berbagai cicilan dan setumpuk dana yang wajib dikeluarkan.

Nggak heran, adakalanya kami suka curhat dan bagi-bagi kiat, gimana supaya tagihan listrik nggak membengkak. Lumayan kan, kalau sebulannya bisa hemat sekian persen? *ibu-ibu bijak :D. Dari hasil merangkum pembicaraan kami yang sangat berfaedah, saya terinspirasi mengubah beberapa kebiasaan sederhana yang diduga jadi dalang membengkaknya tagihan listrik rumah.

1. Bijak menggunakan peralatan elektronik

Mommies tahu nggak, ternyata jika kita tidak mencabut kabel dari pusat listrik, maka masih ada daya listrik yang tersedot. Misalnya, ketika charger yang terhubung ke listrik tanpa ponsel, akan menyedot daya listrik, setidaknya 0,26 watt. Hal yang samajuga berlaku pada peralatan elektronik lainnya.  Beberapa di antaranya:

  • Magic jar: jika sudah malam, dan tidak ada lagi orang di rumah yang makan. Mama saya pasti akan mencabut kabel dari colokannya. Satu lagi, saat menanak nasi, gunakan air panas. Agar proses memasak nasi hingga matang, tidak memakan waktu lama.
  • Lemari es: hindari memasukkan makanan yang masih hangat apalagi panas ke lemari es. Hal ini akan membuat kerja lemari es jadi lebih berat. Artinya, juga akan membutuhkan daya listrik yang lebih besar. Atur suhu lemari es, sesuai dengan kebutuhan. Semakin dingin, akan semakin besar pula daya listrik yang tersedot
  • Penyejuk ruangan (AC): Saya dan suami termasuk yang picky urusan memilih AC. Nggak masalah, dari segi harga lebih mahal, tapi punya kualitas bagus, dan paling penting bisa hemat listrik. Kebetulan kami ingin mengganti salah satu AC di rumah kami. Karena setelah kami review, satu unit AC ini, ternyata lumayan boros listrik.

Kalau niatnya untuk kebaikan, semacam dikasih jalan aja sama Tuhan, hehehe. Kami direkomendasikan oleh seorang teman yang sudah menggunakan AC Daikin Inverter. Setelah kami baca-baca dan mendengar penuturan dari teman saya, Teknologi Inverternya cocok buat keluarga kami yang punya misi menghemat tagihan listrik.

Jadi, teknologi inverter pada AC Daikin merupakan teknologi hemat energi yang memungkinkan kerja kompresor berubah menjadi lambat saat sudah mencapai suhu yang diinginkan. Sehingga kerja kompresor lebih efisien dan tentunya bisa menghemat listrik. Selain itu, AC Daikin dengan teknologi inverter dapat menyimpan energi sebesar 50% lebih banyak dibandingkan dengan AC non-inverter.

2. Perhatikan penggunaan air

Pernah merhatiin nggak sih,  kalau sedang cuci tangan, seringkali kita membiarkan air mengalir begitu saja. Atau pada saat mencuci piring, keran dibiarkan menyala, padahal tidak ada kegiatan membilas. Semakin cepat air di tangki penyimpanan habis, otomatis dibutuhkan daya listrik untuk menyalakan pompa air.

Triknya, basahi tangan terlebih dahulu, dan beri sabun secukupnya. Pada saat mencuci tangan, matikan keran air. Baru nyalakan kembali, ketika ingin membilasnya. Hal yang sama berlaku ketika mencuci piring. Selain itu, nggak perlu terlalu besar membuka keran air. Yang ada, hanya membuang air dengan percuma.

3. Maksimalkan bukaan atau ventilasi

Selama sinar matahari masih cukup memberikan penerangan ke dalam rumah, kenapa harus menggunakan lampu? Ventilasi yang cukup, juga meminimalkan penggunaan AC di siang hari kan? Sirkulasi udara yang berjalan baik, jadi salah satu faktor penentu kualitas kesehatan keluarga, untuk jangka waktu yang panjang.

Ada yang punya trik lain, memangkas tagihan listrik rumah?


Post Comment