8 Fakta Seputar GTM yang Wajib Mommies Ketahui

Setidaknya ada 8 fakta seputar GTM yang wajib mommies ketahui. Kalau tidak mengenal dengan baik, bagaimana mau mencegah dan mengatasinya?

Ada saatnya Jordy ketika usia 3 tahun ke atas, enggan makan makanan yang saya olah. Sampai akhirnya menu ke 3 dia baru mau makan. Waktu itu, saya mengolah oatmeal, menjadi bubur kasar yang ditambah sumber serat dan protein.

8 Fakta Seputar GTM yang Wajib Mommies Ketahui - Mommies Daily

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Persiapan MPASI Kian Mantap

Situasi seperti yang Jordy hadapi, kerap disebut GTM (Gerakan Tutup Mulut), padahal ini bukan istilah medis. Menurut dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya yang benar adalah “masalah makan atau sulit makan.” Nah, buat tahu lebih jauh, yuk simak 8 fakta seputar sulit makan pada anak yang patut mommies ketahui:

1. GTM alias Gerakan Tutup Mulut, bukan term atau istilah medis. Tapi kita nih, ibu-ibu sering menyebutnya seperti itu. :D

2. Sulit makan yang biasa terjadi beragam. Mulai dari hanya mau makan sedikit, hanya mau makanan tertentu, menyemburkan makanan dan benar-benar menutup mulut rapat mulutnya.

3. Sulit makan, sering terjadi di fase batita, 1 sampai 3 tahun. Karena pada fas ini ada food neophobia alias penolakan pada makanan baru. Neofobia ini sebetulnya mekanisme pertahanan tubuh anak, karena membantu anak menghindari makan bahan berbahaya saat ia mulai bisa memilih makanannya sendiri. Tapi kalau berlanjut dan berkepanjangan, bisa jadi masalah makan.

4. Berdasarkan penelitian IDAI, masalah makan pada anak usia 1-3 tahun yang terbanyak disebabkan karena inappropriate feeding practice.yaitu sebagai perilaku makan yang salah, yaitu tidak mengikuti feeding rules (aturan makan) atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Praktek pemberian makan yang salah sering kali sudah terjadi sejak periode penyapihan, yaitu saat dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

5. Meta bilang masalah makan sudah terjadi sejak dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

6. Salah satu penyebab tersering adalah inappropriate feeding practice yang tidak mengikuti feeding rules dan pemberian makanan yang tidak sesuai usia, maka untuk meminimalkan masalah makan, sebaiknya orangtua mengerti benar soal feeding rules dan pemberian makanan sesuai usia ini.

7. Feeding rules yang wajib orangtua ketahui:

  • Jadwal makan utama dan snack yang teratur
  • Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit
  • Air putih hanya boleh dikonsumsi di antara waktu makan
  • Tidak boleh ada distraksi saat makan
  • Kemudian pemberian makanan sesuai usia itu maksudnya teksturnya naik sesuai usia, demikian pula dengan frekuensi dan jumlahnya.

Baca juga:

Jangan Telat Mengenalkan Ragam Tekstur MPASI pada si Kecil!

Ketika Salah Memilih MPASI, Bayi yang Menjadi Korban

8. Berdasar hasil penelitian, sekitar 50-60% orangtua melaporkan bahwa anak mereka mengalami masalah makan. Padahal ternyata setelah dievaluasi lebih lanjut, anak yang memang memiliki masalah makan  adalah 20-30% dan 1-2% mengalami masalah makan yang serius dan berkepanjangan.

Baca juga: MPASI Perdana, Mulai dengan Buah atau Sayur, Dulu, ya?


Post Comment