4 Cara Membuat Masakan Rumah (Lebih) Sehat

Banyak yang percaya kalau masakan rumah itu lebih sehat. Tapi apa iya selalu begitu? Bukan apa-apa sih, biar bagaimana pun faktor makanan sehat itu harus dilihat dari berbagai macam sisi. Kalau saya, untuk membuat masakan rumah jadi (lebih) sehat akan memerhatikan 4 hal ini lebih dulu.

“Jangan jajan sembarangan, makan di rumah aja itu lebih bersih, sehat dan nutrisi lebih terjaga.”

Kalimat di atas rasanya terngiang-ngiang terus di ingatan saya. Sebuah pesan yang selalu diucapkan mama saya sejak saya balita. Entah sudah berapa ratus kali mama saya melontarkan kalimat ini.

Sekarang, giliran saya yang jadi orangtua. Tanpa disadari kalimat ini pun akhirnya saya ‘wariskan’ ke anak saya, Bumi. “Jajan sesekali di luar boleh saja, kok. Tapi memang masakan rumah itu kan lebih sehat, Mas Bumi,” begitu saya bilang.

memastikan makanan rumah lebih sehat

Memang, sih, kalau dibandingkan jajan di luar rumah, apalagi jajan makanan di kaki lima yang minyaknya sudah dipakai berapa kali dan tercampur sama debu, jelas makanan rumah jauh lebih bersih dan sehat. Tapi, apa benar makanan rumah sudah pasti lebih sehat? Menurut saya, sih, pandangan ini nggak salah, tapi tidak selamanya benar.

Lho, kok, begitu? Ya, iyalah…. membuat makanan sehat itu kan memang dipengaruhi banyak hal. Penentu tingkat kesehatan sepiring makanan yang kita makan juga nggak pernah tunggal karena makanan yang berkualitas harus dilihat secara holistik. Oleh karena itulah, untuk memastikan asupan makanan anak dan suami adalah yang terbaik, sampai detik ini saya pun masih terus belajar. Setidaknya ada beberapa hal yang saya perhatikan lebih dulu. Apa saja?

1. Perhatikan cara penyimpanan bahan makanan

Terlihat sepele, ya? Tapi cara kita penyimpan bahan makanan menjadi salah satu faktor penting agar kualitas makanan rumah terjaga. Artinya, setelah belanja bahan makanan perlu memerhatikan belanjaan lebih dulu. Misalnya, saat belanja bahan makanan yang segar dan basah seperti ikan dan daging, jangan lupa minta es untuk pendinginnya. Begitu sampai di rumah juga jangan dibiarkan begitu saja. Soalnya, bahan makanan ketika ada di suhu ruang itu memengaruhi kualitasnya bisa menurun. Kenapa kualitas bahan makanan yang dibiarkan begitu saja kesegaran dan nutrisinya jadi berkurang? Semuanya tidak terlepas karena adanya mikroba seperti bakteri dan jamur yang bisa menempel pada bahan makanan tersebut.

2. Perhatikan lamanya memasak

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah mengolah masakan dalam jangka waktu yang terlalu lama. Misalnya, saat memasak sayur harus menunggu sayurnya sampai lembek. Akibatnya warna sayuran tidak hanya jadi pucat dan menghitam, tapi nutrisinya juga jadi jauh berkurang. Para ahli kesehatan, seperti dokter gizi merekomendasikan agar proses memasak khususnya sayuran tidak perlu lama, hal ini untuk menghindari proses pemanasan yang akan menghancurkan sebagian besar nutrisi yang terkandung dalam sayuran. Jadi, selain cara penyimpanan, jangan lupakan bagaimana mengolah makanan tersebut.

3. Perhatikan minyak goreng yang digunakan

Saat sedang belanja bulanan ke supermarket, kadang saya suka bingung memilih minyak dari beragam brand. Kemudian timbul pertanyaan, mana minyak yang terbaik untuk kesehatan? Selama ini ada beberapa jenis minyak yang paling direkomendasikan untuk mendukung pola hidup yang sehat. Di antaranya adalah minyak zaitun, minyak canola, dan minyak sayur dan minyak biji anggur serta minyak wijen.

Sebagai ibu cerdas, ibu yang ingin menyuguhkan makanan terbaik untuk keluarga, pemilihan minyak goreng ini memang perlu diperhatikan. Biasanya, sih, minyak goreng yang baik juga bisa kita lihat dari aromanya. Di mana minyak goreng yang sehat memiliki bau khas dan tidak tengik. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana warnanya, terlihat bening dan jernih atau tidak?.Dan yang terakhir jangan lupa baca kemasan untuk memastikan komposisi minyak goreng yang dipilih. Jangan sampai minyak yang dipilih adalah minyak yang memiliki komposisi lemak yang tinggi, terutama jenis minyak jenuh dan terhidrogenerasi (hydrogenerated oil).

4. Gunakan home appliances yang mendukung kesehatan

Faktor yang nggak kalah penting untuk memastikan masakan kita sehat atau nggak, coba cek penggorengan, panci, atau perkakas dapur lainnya yang digunakan. Tanpa kita sadari ‘alat tempur’ di dapur seperti penggorengan atau panci yang terbuat dari bahan aluminium ini bisa berbahaya, lho karena aluminium tersebut bisa terserap dan larut ke dalam makanan ketika proses memasak. Di dalam tubuh, aluminium pun ikut diserap dan masuk ke dalam aliran darah, dan terakumulasi dalam organ sehingga menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

Intinya, sih jangan suka tergiur dengan alat masak yang murah meriah tapi risikonya membahayakan tubuh sendiri dan anggota keluarga. Lebih baik pilih perlengkapan dapur yang memang mengutakan segi kesehatan seperti produknya Philips. Sudah tahu dong, ya, kalau Philips merupakan perusahaan teknologi kesehatan terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat?

Saya sendiri saat ini sedang mengincar beberapa produk terbaru yang dikeluarkan Philips. Mulai dari Philips HR1889 Slow Juicer, Philips HD9045 Bread Maker, Philips HD 9623 Airfryer dan yang paling bikin mupeng adalah Philips HR2334 Noodle & Pasta Maker. Sebagai keluarga penggemar mie garis keras, sepertinya produk ini yang perlu saya beli lebih dulu.

Menurut review yang sudah saya baca, produk ini mudah sekali digunakan untuk membuat mie. Bahkan dapat menghasilkan 450 gram pasta atau mie hanya dalam waktu 18 menit. Cetakan adonannya juga cukup banyak! Ada 4 bentuk cetakan pasta yang bisa menghasilkan mie, fettucini, penne, dan lasagna.

Duh… nggak kebayang, deh, kalau punya alat seperti ini, kualitas masakan di rumah pasti jadi lebih baik dan seru. Asiknya lagi, bisa mengajak Bumi saat membuat mie. Lumayan kan, jadi punya kegiatan akhir pekan yang bermanfaat untuk keluarga? Begitupun dengan Philips Bread Maker. Saya sudah membayangkan betapa serunya bisa membuat roti sendiri di rumah dan menikmati sarapan roti sesuai favorit keluarga setiap paginya.

Sementara kalau produk Philips Airfryer, rasanya kualitasnya sudah nggak perlu diragukan lagi, ya. Dengan alat ini kita bisa memasak banyak jenis masakan, dengan kualitas masakan yang kadar lemaknya jauh lebih sedikit. Menggoreng tanpa minyak, memanggang hingga membakar makanan. Bagaimana dengan slow jucer? Ah, kalau ada alat ini tentu saja saya dan anak bisa membuat jus sehat dari sayur dan buah dengan kualitas nutrisi yang terbaik. Soalnya, Philips Slow Juicer ini bisa mengekstrak sari nutrisi buah dan sayur hingga 80% dengan proses peras secara perlahan. Artinya, kandungan nutrisi terbaik pada sayur dan buah akan diekstrak sangat baik, dong, ya. Tidak perlu repot memotong buah dan langganan press juice, kalau ada slow juicer ini pastinya akan semangat minum varian juice sehat sayur dan buah setiap hari untuk keluarga, bahkan bisa menambahkan bumbu jahe, daun mint, dan lainnya ke dalam slow juicer agar menambah rasa. Yang mau tahu lebih banyak bisa kepoin di www.philips.co.id/thepowerofhomemadefood

Jadi siapa yang tertarik mau beli perlengkapan tempur di dapur yang dikeluarkan Philips? Ajukan proposal ke suami, yuk, ahahaha

 


Post Comment