Sudah Jadi Ibu, Jangan Lupa Sama Teman, Dong!

Iya, saya tahu setelah jadi ibu kesibukan kita jadi makin bertambah berkali-kali lipat. Sibuk ngurusin anak, sibuk ngurusin suami, sibuk ngurusin kerjaan domestik, belum lagi sibuk dengan urusan kantor. Meskipun begitu bukan berarti, bikin lupa sama teman, dong!

A : “Gengs… ketemuan, yuk, awal bulan ini. Kita piknik ke Bogor, kek. Atau kumpul di rumah siapa gitu?”

P : “Yuk, atur aja waktunya, ya…”

I : “Yaah, awal bulan gue sudah ada arisan keluarga, nih. Jadi belum tahu bisa kumpul apa nggak”

D : “Mau banget, sih, ngumpul. Tapi anak gue lagi batuk flu. A Lihat sikon dulu, ya”

Familiar nggak sih, dengan situasi seperti ini? Hahahaa, kalau saya, sih, familiar banget. Percakapan seperti di atas rasanya jadi ‘makanan’ setiap bulan di beberapa WAG yang saya miliki. Entah WAG temen-temen zaman SMP, SMA, kuliah, atau pertemanan lainnya. Biasanya, sih, percakaoan seperti itu akan berakhir jadi wacana. Kalau pun terealisasi untuk ketemuan, dari 10 orang yang janjian, paling yang akhirnya bisa ketemu hanya segelintir saja.

Saya paham, setelah menikah dan punya anak, urusan ketemu dan ngumpul dengan temen-teman, bukan lagi jadi hal yang prioritas. Bahkan bisa dibilang jadi nomer paling buntut. Tapi, apa lantas bikin kita melupakan temen-temen? Kalau saya, sih, jelas nggak.

Untuk mereka, yang mungkin saat ini jumlahnya hanya segelintir tapi cukup paham dan mengerti apa adanya diri kita, mereka yang bisa diajak ‘gila’ sekaligus menangis bersama, bisa menertawakan hidup yang sering kali tidak bisa kita tebak, saya selalu berusaha untuk menyisihkan waktu. Saya percaya, teman yang baik adalah mereka yang bisa saling menguatkan satu sama lain dan tentu saja mendukung. Ya, meskipun perlu diakui, intensitas saya untuk bertemu dengan mereka nggak sesering dulu. Tapi bukan berarti saya tidak peduli dan nggak punya waktu buat mereka.

jadi ibu jangan lupa dengan teman -mommiesdaily

 

Bisa dibilang,  saya ini termasuk ketegori ‘makhluk sosial’ yang ulung. Ahahhaa…. Maksudnya bukan tipe ibu-ibu gaul juga, lho, ya. Hanya saja, kalau menilai diri sendiri,  saya ini memang termasuk orang yang mudah bergaul dengan siapa pun juga. Seneng banget kalau punya kesempatan untuk bertemu orang baru, di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Bahkan sering kali ada teman yang bilang, “Kalau urusan ngumpul ngumpul kita serahkan saja, deh, ke Adis,”

Mungkin ada kaitannya karena saya itu tipe orang yang ekstrovert. Bisa juga karena saya belajar dari mama saya. Di usianya yang sudah cukup senja, mama saya selalu punya waktu untuk kumpul dengan teman-temannya. Dulu beliau juga selalu bilang, “Jadi orang itu nggak boleh sombong, harus bisa bergaul dengan siapa pun juga, dan sebisa mungkin punya waktu buat temen.”

Sampai sekarang, saya selalu berusaha menjaga lingkaran pertemanan yang saya memiliki. Alasannya? Ya jelas saja karena saya sadar bahwa mereka, teman-teman dekat saya ini merupakan support system selain keluarga. Bertemu dengan mereka juga jadi salah satu cara sederhana mencintai diri sendiri, ajang me time buat saya. Umh, sudah tahu dong manfaat me time itu apa saja? Khusunya buat kita yang sudah menyandang status ibu?

Mungkin, tidak sedikit orang yang menganggap kalau social life seperti ngumpul dengan teman-teman itu nggak penting. Toh, yang paling penting adalah keluarga, keluarga, dan keluarga. tapi percayalah, kalau dalam hidup ini segalanya perlu seimbang. Kata seorang teman, “A balanced life always involve a good social life.”

Toh, sebenarnya banyak cara agar untuk bisa menjaga hubungan pertemanan ini terus berjalan dengan baik. Yang jelas, meskipun bisa keep in touch lewat WAG atau sosial media, tapi percayalah kalau itu tidak akan cukup. Pertemuan secara langsung akan jauh lebih bermakna.

Ngumpul sebulan sekali setelah pulang kantor

Percaya, deh, bisa kumpul dengan teman-teman setidaknya sebulan sekali itu bagus untuk kesehatan mental! Nggak perlu kok, ketemuan setiap minggu. Sebulan sekali atau dua bulan sekali selama 2 atau 3 jam juga sudah cukup, kok. Yang paling, enak, sih, tentukan saja waktunya. Misalnya, setiap dua bulan sekali di minggu pertama.

Sesekali ajak kumpul di rumah

Ok, mungkin untuk play date atau piknik bersama sulit untuk dilakukan, bagamana kalau digantikan saja dengan ngumpul di rumah? Iya, undang saja teman-teman ke rumah. Nggak perlu kok, sampai masak makanan ribet dan mewah. Kalau saya, sih, asal ada cimilan saja juga sudah cukup. Nggak mau ribet? Ajak saja temen-temanuntuk potlack atau pesan makanan lewat ojek online.

‘Menciptakan’ teman baru

Sampai sekarang saya itu masih doyan banget untuk ‘menciptakan’ teman baru.Ya, kenalan dengan ibu-ibu lainnya. Misalnya saat ada kesempatan jemput anak, kemudian bertemu dengan ibu lain di depan sekolah, nggak ada salah, kok, membuka obrolan lebih dulu dengan mereka. Atau, kalau memang punya sedikit waktu luang, nggak ada salahnya untuk ikut dan gabung dalam sebuah komunitas baru.

Dalam rangka ulang tahun Mommies Daily yang -8, kami pun punya campaign Women Empowering Women. Gerakan yang mengingatkan kita semua bahwa sesama perempuan memang selayaknya saling mendukung. Punya women squad yang sperti ini? Kalau begitu jangan lupa ikutan foto kontes di Instagram juga, ya!


Post Comment