Uniknya Tradisi Menyusui dari Berbagai Belahan Dunia

Tahukah mommies, menyusui untuk sebagian ibu di negara tertentu, dianggap kegiatan yang diperuntukkan hanya untuk golongan miskin. Atau ada pula, yang berpikir kolostrum justru berbahaya untuk si kecil.

Kurang lebih setahun, saya diberikan kesempatan luar biasa sebagai perempuan dan ibu – menyusui si kecil Jordy, yang kini berusia 3,5. Bahagia? Iya dong, penuh perjuangan? Pastinya! Hahahaha. Kalau boleh mengulang waktu, saya pingin banget mengulang masa-masa tersebut. Karena sadar, usaha saya belum maksimal, untuk menghadirkan ASI sampai dua tahun untuk Jordy.

Baca juga: Produksi ASI Tiba-tiba Menurun, Apa Penyebabnya?

Uniknya Tradisi Menyusui dari Berbagai Belahan Dunia - Mommies Daily

Mendengar, membaca dan melihat sendiri bagaimana tangguhnya para ibu memperjuangkan ASI untuk buah hatinya, masing-masing punya cerita unik. Sahabat saya, sampai rela, minum jus pare sebagai ASI booster. Ada lagi, yang menyibukkan ibunya mencari daun bangun-bangun, yang terkenal susah sekali didapatkan di pasar, yang dipercaya bisa membantu melancarkan produksi ASI. Saya sendiri? merasa kelaparan luar biasa, kayaknya ada deh hampir dua jam sekali harus makan, sampai pernah melempar lelucon ke suami, “Rasanya aku pingin tinggal di food court, supaya banyak pilihan kalau mau makan.” :D

Baca juga: 7 Pertanyaan Tentang Breastfeeding & Jawaban Pakar

Cerita unik tak terbatas pada praktik seorang ibu menyusui, tapi juga jika dibenturkan dengan nilai-nilai budaya setempat.  Di beberapa negara di luar sana, fakta seputar menyusui cukup membuat saya terperangah. Ternyata jika dibandingan dengan Indonesia, kita masih sangat busui friendly.

1. Britania Raya

Di negara ini menyusui dianggap sebagai budaya negara-negara miskin. Alhasil dari 200 bayi, hanya 1 bayi yang menyusu lebih dari 1 tahun. Nggak hanya itu, rendahnya angka keberhasilan menyusui di sana, karena sang ayah kurang mendukung istrinya untuk menyusui.

2. Guetemala

Ibu-ibu di Guetemala justru beranggapan kolostrum berbahaya diberikan pada si kecil. Kolostrum mereka justru dibuang karena beranggapakan, “susu tua” yang kotor. Hal ini sudah mereka lakukan turun menurun, dan sudah menjadi budaya. Gantinya, mereka memberikan air kopi, soda bahkan air tepung jagung.

3.India

Tak hanya si kecil yang kebagian ASI, tapi rusa juga ikut menyusu pada seorang ibu. Di India, tindakan ini dianggap bukti kecintaan terhadap makhluk hidup. Salah satu kelompok yang melakukan praktik ini adalah Bishnoi, yang bermukim di India Utara. Konsep filsafat yang mereka ikuti adalah “praan daya”, artinya kasih saying untuk semua makhluk hidup. Namun, tak semua anak rusa yang bisa menyusu pada si ibu. Melainkan rusa yang induknyua mati atau terluka.

4.Kenya

Di Kenya, para busui dilarang bertengkar dengan tetangga. Jika ini terjadi, si ibu harus menjalankan ritual khusus berupa pembersihan ASI dengan tanaman herbal (Manyasi). Suku yang menjalankan ritual ini, Luo dan Luhya. Sebelum menjalankan ritual ini, si ibu harus menunda kegiatan menyusui.

5.Jepang

Untuk menyapih si kecil, payudara ibu akan digambar berupa wajah-wajah aneh dengan berbagai warna. Harapannya, si kecil akan enggan menyusu, dan merasa takut dengan gambar yang terdapat di payudara.

6.Mongolia

Mongolia termasuk negara yang mendukung kegiatan menyusui ASI eksklusif hingga enam bulan, dan diteruskan hingga dua tahun. Yang unik adalah, ASI dipercaya sebagai nutrisi yang berharga, hingga orang dewasa bisa meminum ASI. Bahkan, merupakan hal yang lumarah, seorang busui, menghidangkan segelas ASI kepada suaminya. Tak sekadar diminum, ASI bisa dijadikan semacam alat barter, untuk beberapa kebutuhan rumah tangga.

7. Kongo

Di Kongo, nggak hanya ibu yang bertugas menyusui. Ayah akan ikut rela “menyusui” si kecil. Fenomena ini sebagai bentuk kesetaraan gender ala mereka. Seperti yang diungkapkan Profesor Antropologi Bayy Hewlett, yang pernah meneliti dan hidup bersama Suku Aka, di sana peran perempuan dan laki-laki bisa ditukar. Salah satunya dalam bentuk menyusui tadi. Tentu saja, si ayah tidak bisa mengeluarkan ASI, tujuannya membuat si kecil tenang berada dalam dekapan ayah :)

8. Brazil

Tahukah mommies, Brazil diklaim sebagai negara dengan Bank ASI terbesar di dunia? Total The Brazilian Network of Human Milk Banks, sebanyak  220 bank ASI dari 292 bank ASI di seluruh dunia. Tak heran di 198, tingkat kematian bayi di Brazil menurun drastis. Dari 63,2 per 1.000 bayi, menjadi 19,6 per 1.000 bayi. Dukungan untuk busui dari pemerintah, terlihat dari larangan iklan susu formula di 2015. Selain itu, bagi perusahaan yang diketahui melakukan diskriminasi kepada ibu menyusui, akan diberikan sanksi tegas.

 


Post Comment