Cara Menyenangkan Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Usia Sekolah

Anak usia 5-12 tahun tentu saja perlu makanan dengan gizi seimbang untuk mendukung aktivitasnya. Masalahnya, anak usia sekolah sudah bisa menolak dengan mengajukan beragam alasan jika diberikan makanan yang tidak sesuai dengan seleranya. Untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak sekolah terpenuhi, saya punya tips dari psikologi dan ahli nutrisi. Mau tahu? 

Siapa di antara mommies yang suka bertanya-tanya, apakah kebutuhan gizi anak sudah tercukupi dengan baik? Bagaimana cara memenuhi kebutuhan gizi anak dengan cara yang menyenangkan? Nah, saya mendapat tips dari psikolog anak dan ahli nutrisi.

Adis….anaknya itu susah banget deh kalau makan sayur. Pilih pilih,” ujar mama saya yang kerap kali kasih laporan kalau anak saya ini nggak mau makan sayur.

Ibu, aku itu kan nggak suka sayur sop. Aku maunya daun singkong aja atau tumis kangkung. Aku juga maunya tumis labu aja,” ungkap anak saya, Bumi, memberi pembelaan saat saya tanya kenapa nggak mau makan sayur.

Nggak cuma masalah memilih sayur saja, sih, kalau dikasih buah-buahan anak saya juga cukup pemilih. Padahal, ibu bapaknya doyan sayur, tiada hari makan sayur. Buah-buahan juga, sama. Tapi kenapa anak saya tetap sulit mengonsumsi buah dan sayur?

Mengingat anak saya masih usia sekolah, saya paham kalau dirinya butuh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung segala aktivitasnya. Nah, kalau susah begini kan repot!

Nutrisi usia anak sekolah - Mommiesdaily

Psikolog anak dan remaja Roslina Verauli yang saya temui di acara peluncuran Minute Maid Nutriforce belum lama ini mengingatkan bahwa cara pendekatan pada anak usia sekolah memang berbeda. Orangtua sudah nggak bisa lagi menyodorkan makanan dan berharap anak tinggal melahapnya. Yang ada, nih, anak akan tanya, kenapa aku harus makan itu? Aku tuh nggak suka. Aku lebih suka makanan yang lain.

Setidaknya kondisi ini yang selalu saya alami. Mau dipaksa? Jelas nggak bisa. Kondisi anak sekolah jauh berbeda dengan anak batita yang mau makan apapun yang diberikan orangtuanya. Untuk itulah Mbak Vera mengingatkan kita untuk melakukan pendekatan secara psikologis. Caranya?

Pertama tentu saja perlu dilakukan diskusi. Harapannya dengan diskusi, anak bisa paham mengapa dirinya memerlukan makanan bergizi.
Jangan lupa kasih reinforcement (penguatan) yang logis ke anak, kenapa dia harus minum ini kenapa dia harus makan itu. Terus pakai teknik co-regulation atau aturan bersama. Jadi kita udah nggak bisa tuh cuma nyuruh anak makan ini itu,” ujarnya.

Selanjutnya jangan lupa melibatkan teknik modifikasi perilaku. Modifikasi perilaku anak agar mau mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang melalui perubahan situasinya. Salah satunya cara yang sederhana bisa memberikan makanan dan minuman sesehat yang mudah dijangkau anak di rumah. Sajian yang bisa menggugah selera anak. Sebagai contoh, bisa dibuatkan jus.

Kebutuhan nutrisi yang lengkap, jelas dibutuhkan anak usia sekolah untuk me dukung aktivitas dan mendukung keterampilan di sekolah. Hasil studi pada 2003 yang dimuat dalam Journal of American Dietetic Association, anak usia sekolah merasa lebih baik tentang dirinya dan fokus lebih baik saat belajar, setelah makan makanan sehat. Hasil studi lain pada beberapa negara juga menunjukkan makanan yang sehat kaya protein, vitamin, dan mineral berkorelasi dengan baik terhadap perkembangan kognitif usia sekolah.

Artinya, jangan sampai kebutuhan ini tidak terpenuhi apalagi sampai membuat anak menderita anemia gizi. Perlu diketahui, berdasarkan catatan Riset Kesehatan Dasar 2013 mengungkapkan 26.4% anak usia 5-12 tahun menderita anemia gizi.

Jansen Ongko, MSc, RD, nutrisionis yang juga hadir menjelaskan kalau zat gizi mikro seperti zink, zat besi, vitamin B dan C sangat dibutuhkan oleh anak-anak usia sekolah. “Mereka sangat membutuhkan zat tersebut
sebagai energi dalam menjalankan kegiatan harian sekolah dan aktivitas di luar; mendukung fokus anak ketika belajar; dan membantu memperkuat ketahanan tubuh. Minimal zat besi yang dibutuhkan 10 mg dan zink 11 mg agar kebutuhan hariannya terpenuhi.”

Cara Menyenangkan Penuhi Nutrisi Anak Usia Sekolah - Mommiesdaily

Ngomongin makanan ataupun minuman yang mengandung nutrisi, sudah tahu belum sekarang ada minuman kemasan Minute Maid Nutriforce? Minuman rasa jeruk dan mangga ini  meng-klaim sudah dilengkapi dengan 11 kebaikan gizi bermanfaat terdiri dari 8 vitamin dan 3 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian (vitamin B12, C, D dan Zink), yang mengandung 11 kebaikan gizi bermanfaat untuk membantu memenuhi ⅓ kebutuhan nutrisi harian anak.

Hal ini dijelaskan oleh Andrew Soendjojo, Marketing Manager Minute Maid, “Minute Maid Nutriforce merupakan inovasi terbaru dari Minute Maid, yang mengandung 11 kebaikan gizi bermanfaat untuk membantu memenuhi ⅓kebutuhan nutrisi* harian anak. Kami berharap Minute Maid Nutriforce bisa berperan menjadi minuman pilihan yang mendampingi kegiatan harian anak, sehingga orang tua kini memiliki lebih banyak pilihan untuk asupan minuman yang diberikan kepada anaknya, kini dilengkapi vitamin dan mineral yang baik untuk tubuhnya”.

Saya sendiri sempat merasakan minuman ini. Rasanya cenderung asam manis. Yang bikin tenang, minuman ini sama sekali nggak menggunakan pengawet dan tambahan pemanis buatan. Ya, setidaknya ini bisa bikin saya sedikit bernapas lega untuk memberikan ke anak saya, Bumi. Terus terang saja, saya bukan tipe orangtua yang ‘mengharamkan’ anaknya untuk minum minuman kemasan. Selagi kandungannya aman dan tidak berlebihan, kenapa nggak?


Post Comment