5 Hal yang Bikin Persiapan MPASI Kian Mantap

Memasuki masa MPASI bisa jadi masa penuh drama dan bikin ibu stress tingkat dewa. Coba deh siapkan 5 hal ini biar stress-nya cukup berkurang.

Saya ingaaaat banget setiap detail persiapan yang saya lakukan di saat dulu Jordy mulai mengonsumsi MPASI. Makin dekat Jordy berusia 6 bulan, saya makin excited, dan penuh persiapan. Persiapan yang matang (meskipun sempat dianggap lebay sama beberapa teman). Ya maklum, sebagai ibu bekerja, segala sesuatu harus ada sistem yang bagus, kan. Kalau nggak, nanti bisa berdampak pada banyak hal. Kerjaan kantor nggak maksimal, dan anak kurang mendapat perhatian. Persiapan saya yang agak lebay itu :D, ternyata hasilnya membuat saya lebih santai, nggak kaku-kaku banget macam kanebo kering. Dan yang pasti nggak stress!

 5 Hal yang Bikin Persiapan MPASI Kian Mantap - Mommies Daily

Berhubung sudah terbukti hasilnya, sekarang saya mau berbagi pengalaman saya 3 tahun lalu…. Tentang cara saya mempersiapkan MPASI untuk Jordy.

  1. “Malu bertanya sesat di jalan”

Walau sudah beli beberapa buku panduan MPASI, tetap saja rajin ngobrol sama teman yang sudah lebih dulu punya anak, malah ilmunya lebih cepat masuk. Tapi yang saya ajak ngobrol nggak hanya satu ibu, waktu itu saya ngobrol sama 3 ibu dan gali deh ilmunya. Masukan mereka saya sesuaikan dengan kebutuhan Jordy dan dikombinasikan dengan insting saya sebagai ibu. Yang cocok saya pakai, yang nggak cocok saya lupakan. Dibarengi dengan kroscek informasi dengan dokter anak.

  1. Jujur pada support system

“Jangan hobi jadi superwoman”, itu yang saya tekankan pada diri sendiri sesudah jadi ibu. Sekuat-kuatnya manusia, pasti deh, kalau semua mau kita kerjakan sendiri pasti akan drop juga. Gimana pun tubuh butuh istirahat. Yang saya lakukan, jujur sama suami, dan orang rumah. Kapan saya butuh bantuan, dalam pekerjaan apa saya butuh pertolongan. Soalnya, kan, fokus saya ke Jordy, nih. Jadi sebisa mungkin, energi positif saya terlimpah untuk Jordy. Nggak lucu, kan, nyuapin Jordy sambil cemberut, atau bahkan menangis, karena udah lelah maksimal.

  1. Wadah makan yang menarik perhatian

Jadi, saya pernah baca, kalau pemilihan wadah makanan yang berwarna cerah bisa meningkatkan nafsu makan si kecil. Minimal, menarik perhatian dia. Hal ini, saya terapkan, pada hari pertama MPASI. Bisa sekaligus merangsang indera penglihatannya, kan?

  1. Memilih bahan makanan mentah yang terbaik

Waktu setahun pertama, saya mengusahakan menggunakan beras organik buat Jordy. Mencampur, beras putih dan beras merah. Sementara untuk sayuran, sesekali aja beli yang organik. Yang penting, saat membeli saya mencari yang segar, tidak ada bagian yang busuk. Dan yang paling penting, tak terlalu lama menyimpan sayuran di dalam kulkas, kalau saya, maksimal tiga hari.

  1. Membersihkan alat makan dan bahan makanan dengan saksama

Waktu zaman Jordy MPASI, saya cuma kepikiran cairan pembersih khusus sayuran dan buah. Belum tahu, ada alat canggih seperti 10 Second Machine Touch. Kalau sudah tahu saat itu, pasti langsung mengajukan proposal sama pak suami, hihihi. Cara kerja mesin ini, akan terhubung dengan keran di rumah kita. Air akan terlebih dahulu mengalir lewat selang yang terhubung dengan mesin ini, sehingga air yang dihasilkan, mempunyai kelebihan:

  • Menghilangkan bakteri dan pestisida pada buah-buahan dan sayur. Ini pas banget kan, buat ibu-ibu yang anaknya sudah mulai makan.
  • Menghilangkan bakteri E Coli dan Salmonell pada daging dan makanan laut. Jadi bisa memperpanjang masa simpan daging dan mengurangi aroma amis makanan laut.
  • Bisa juga kegiatan lainnya, seperti cuci tangan, muka, bahkan sikat gigi. Nah, berarti sudah pasti aman untuk mencuci peralatan makan si kecil, kan?

Zaman now, para ibu kian dipermudah dengan alat canggih seperti 10 Second Machine Touch. Makin pingin beli, pas baca-baca informasi yang lebih lengkap di  www.taiwanexcellence.co.id. Walau masa MPASI sudah berlalu, masih sangat berfungsi, untuk mencuci bahan makanan, kan? Karena kualitas makanan yang sehat, berasal dari bahan mentah yang terjamin kebersihannya.

Bagaimana dengan cerita mommies?


Post Comment