Ketika Semua Jawaban Adalah “Aku Nggak Tahu!”

Sudahkah tiba masanya si kecil cuma menjawab, “Aku, nggak tahu,” untuk setiap pertanyaan? Respon dengan ini.

Padahal baru saja ia meletakkan kotak susu di dalam tasnya, ketika kita tanya, dia akan menjawab, “Aku nggak tahu,” sambil ngeloyor pergi. Belum ada 5 menit kita berikan alat tulis baru, saat kita tanya kembali, ia hanya mengangkat bahu. Setelah dicari ternyata sudah ia masukkan di dalam tasnya. Padahal baru saja ia pulang dari sekolah, ketika ditanya di sekolah ngapain aja, dia cuma menjawab, “Hmmm…aku nggak tahu, lupa.”

Model jawaban seperti ini biasanya akan keluar dari mulut seorang anak pra-remaja. Gemas? Atau malah khawatir kalau si anak pelupa? Coba kita respon dengan trik berikut ini, yuk, mom!

Ketika Semua Jawaban Adalah “Aku Nggak Tahu!” - Mommies Daily

Jelaskan kalau jawaban itu bikin frustasi

Pernah coba ajak anak untuk duduk bareng dan jelaskan kalau jawaban, “Aku nggak tahu,” itu malah bikin yang nanya frustasi? Terkadang anak memang nggak sadar kalau dia sudah bikin orang lain atau orangtuanya kesal. Kita mungkin bisa meminta anak untuk menjawab lebih dari sekadar kalimat tersebut. “Akan lebih menyenangkan kalau kamu mau berpikir dulu, sebelum kamu jawab nggak tahu, nak,” mungkin itu kalimat yang bisa kita sampaikan. Minta padanya untuk menjelaskan singkat saja, tanpa perlu bikin esai. Kebanyakan anak hanya perlu diminta baik-baik, kok, mom :).

Tanya dengan cara lain

Memulai dengan pertanyaan, “Kamu tahu nggak…?”, atau “Di mana, ya, tadi…” memancing anak untuk menjawab dengan jawaban paling simpel. Cobalah untuk mengajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih lengkap. Jika perlu, beri pembukaan terlebih dahulu. Misalnya saja, “Mama tadi kasih kamu alat tulis baru. Sudah kamu simpan? Kamu simpan di mana?” Mau nggak mau, anak jadi terpancing untuk berpikir lebih kompleks, sehingga jawaban, “Aku nggak tahu,” menjadi tidak relevan.

Beri pinalti

Akan berlebihan kalau setiap kali dia jawab, “Aku nggak tahu,” kemudian harus diberikan hukuman. Tapi mungkin kita bisa membuat kesepakatan, dalam seminggu semua pertanyaan dijawab dengan jawaban tersebut, akan ada pinalti, misalnya tidak diberikan password wifi di akhir pekan, atau tidak jadi pergi ke tempat yang sudah kita janjikan di akhir bulan. Untuk anak yang lebih kecil, mungkin penghargaan dan pujian ketika dia bisa menjawab komplit akan lebih baik dibandingkan memberikan pinalti.

Cari jawabannya bersama-sama

Ada kalanya anak memang benar-benar tidak tahu. Sehingga jawaban tersebut adalah jawaban paling pas, sementara kita sudah kadung kesal setiap kali mendengar jawaban tersebut. Coba cari jawabannya bersama-sama. Misalnya saja, saat mau makan di restoran kala akhir pekan. Ketika ia menjawab tidak tahu mau makan di restoran mana, dia mungkin memang sedang tidak ada ide. Ajak saja ia diskusi, buka aplikasi restoran, dan tanya hari itu ia sedang berselera makan apa.

Mungkin ada penyebab lain

Coba perhatikan lagi, bila setiap kali ia menjawab dengan kalimat tersebut sambil berteriak frustasi, kesal, menangis, atau marah sambil banting pintu, mungkin ada penyebab lain. Bisa jadi ada masalah psikologis yang ia alami. Perlu kita ketahui anak-anak dengan ADHD sangat sensitif ketika kita memperlihatkan rasa tidak suka, atau mungkin mulai marah terutama ketika ia menjawab, “Aku tidak tahu.” Mereka biasanya mengeluarkan jawaban tersebut karena bingung mau menjawab apa dan sedih karena telah mengecewakan ayah, atau ibu. Untuk masalah ini, kita perlu bantuan psikolog yang lebih ahli.


Post Comment